Karangbinangun adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan. Karangbinangun berbatasan dengan Kabupaten Gresik di sebelah utara dan timur, tetapi kedua wilayah dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo. Kecamatan ini dilintasi oleh jalan raya yang menghubungkan ibu kota Lamongan dengan Gresik bagian utara seperti Dukun dan Sidayu. Di jalur tersebut terdapat pusat ekonomi kecamatan yaitu Pasar Blawi.
Karangbinangun merupakan salah satu sentra sawahtambak di Lamongan. Hal tersebut karena melimpahnya air dari sungai sekitar seperti Bengawan Solo serta Bengawan Jero (Sungai Blawi). Namun sungai tersebut sering meluap dan menggenangi banyak kecamatan. Salah satu infrastruktur penting pencegah banjir di Karangbinangun yaitu Pintu Air atau Sluis Kuro yang menggunakan sistem pompa untuk membuang kelebihan air di Bengawan Jero.[1][2]
Dari sisi sejarah, Karangbinangun merupakan sebuah kawedanan atau daerah pembantu bupati yang membawahi Kecamatan Karangbinangun, Kalitengah, dan Glagah. Kawedanan Karangbinangun memiliki keunikan dibandingkan wilayah lainnya di Lamongan, karena sejak lama wilayah ini merupakan bagian dari Gresik. Karangbinangun baru bergabung dengan Lamongan sekitar tahun 1930-an.[3][4]
Geografi
Peta administrasi Karangbinangun
Karangbinangun adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lamongan bagian timur. Geografinya berupa dataran rendah dan lahannya didominasi oleh areal sawahtambak, yaitu sawah dan tambak yang difungsikan secara bergantian dalam satu lahan. Komoditas pertanian utamanya adalah padi karena tanahnya yang selalu basah, sedangkan komoditas perikanan utama adalah bandeng dan udang.[5] Karangbinangun berbatasan dengan Bengawan Solo di sebelah timur dan utara. Bengawan Jero (Kali Blawi) adalah salah satu anak sungai Bengawan Solo dan melewati beberapa kecamatan seperti Karangbinangun, Kalitengah, dan Karanggeneng.
Batas wilayah Kecamatan Karangbinangun adalah sebagai berikut:[6]