Pangkat ini hanya dianugerahkan kepada tiga orang, semuanya pada tahun 1997, saat peringatan 52 tahun Tentara Nasional Indonesia.[2]
Soedirman, yang juga bergelar Panglima Besar, adalah komandan angkatan bersenjata selama perang kemerdekaan. Pangkat tersebut diberikan secara anumerta.
Ketiga tokoh tersebut juga telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Soedirman mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1964, 33 tahun sebelum penganugerahan Jenderal Besar.[3] Sementara itu, AH Nasution dan Soeharto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional setelah penganugerahan Jenderal Besar, masing-masing pada tahun 2002 dan 2025.[3][4]
Karena Peraturan Pemerintah No. 32/1997, yang menetapkan pangkat ini, telah dicabut dan diganti dengan Peraturan Pemerintah No. 39/2010, yang tidak lagi mencantumkan pangkat bintang lima.[5] Akibatnya, pangkat ini tidak dapat diberikan lagi.
Pada bulan Januari 2014, Jenderal Moeldoko, yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI, sempat mengusulkan pemberian pangkat tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan habis masa jabatannya karena upaya yang dilakukannya dalam memodernisasi militer. Para mantan anggota TNI yang duduk di parlemen dengan tegas menolak usulan tersebut, dengan mengutip peraturan yang disebutkan di atas, dan bagaimanapun, Yudhoyono sendiri, meskipun menghargai sikap Moeldoko, pada akhirnya menolak untuk menerima penghargaan tersebut, dengan Menteri Sekretariat NegaraSudi Silalahi menyatakan bahwa upaya Yudhoyono tersebut telah menjadi tugas standar presiden.[6][7]
12"Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1990 Tentang Administrasi Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia" [Government Regulation No 32 of 1997 on Amendement to Government Regulation No 6 of 1990 on Administration of Soldiers of the Republic of Indonesia Armed Forces]. Article 7,Government RegulationNo. 32Tahun1997. Government of Indonesia.
↑Eklöf, Stefan (1999). Indonesian Politics in Crisis: The Long Fall of Suharto, 1996-1998. NIAS Press. hlm.104. ISBN8787062690.
12Mirnawati (2012). Kumpulan pahlawan Indonesia terlengkap (Edisi Cet. 1). Mekarsari, Cimanggis, Depok: CIF. ISBN978-979-788-343-0.
↑"Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2010 Tentang Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia" [Government Regulation No 39 of 2010 On Administration of Soldiers of the Indonesian National Armed Forces]. Article 80,Government RegulationNo. 39Tahun2010(PDF). Government of Indonesia.