Jembatan ini dibangun untuk memperlancar interaksi antara wilayah Bojongsari dan Parung berbatasan langsung, terutama dalam hal perekonomian. Selain itu, pembangunan jembatan ini juga bertujuan untuk menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar warga di wilayah Bojongsari dan Parung. Kedua wilayah ini diketahui memiliki karakteristik budaya Betawi yang sama, sehingga kehadiran jembatan ini akan mempererat hubungan sosial yang telah terjalin.[5]
Deskripsi
Jembatan ini milik pemerintah Kota Depok, dengan aliran Sungai Ciangke (Betawi: Kali Angke) di bawahnya. Jembatan lama memiliki lebar 2,9 meter, sedangkan jembatan baru diperlebar menjadi 3,9 meter dengan panjang 3 meter, dihitung dari lebar saluran air di bawahnya.[2] Kondisi jembatan lama tersebut sangat memprihatinkan, seperti kerusakan pada dinding penahan, serta ancaman banjir dan longsor.[6]
Jembatan Angke V baru dibangun oleh Pemerintah Kota Depok dan dikelola melalui Dinas PUPR Kota Depok. Jembatan ini diresmikan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada 28 Desember 2024.[7] Pembangunannya dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas warga, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan adanya jembatan ini, akses menuju Pasar Parung dan distribusi hasil produksi menjadi lebih efisien.[8]