Orang India Perantauan (ISO: Pravāsī Bhāratīya), secara resmi dikenal sebagai Non-Resident Indians (NRI) dan People of Indian Origin (PIO), adalah orang-orang keturunan India yang tinggal atau berasal dari luar IIndia. [10][11]Menurut Pemerintah India, Non-Resident Indians adalah warga negara India yang saat ini tinggal di luar India, sedangkan istilah People of Indian Origin merujuk pada orang-orang yang lahir atau memiliki keturunan India tetapi berkewarganegaraan negara lain (dengan beberapa pengecualian). Kewarganegaraan Luar Negeri India (Overseas Citizenship of India/OCI) diberikan kepada People of Indian Origin dan juga kepada individu yang bukan keturunan India tetapi menikah dengan warga negara India atau People of Indian Origin. Pemegang status OCI dikenal sebagai Warga Negara Luar Negeri India (Overseas Citizens of India)..[12] Status OCI berfungsi sebagai visa permanen untuk mengunjungi India dengan paspor asing.
Berdasarkan laporan Kementerian Urusan Luar Negeri India yang diperbarui pada 21 Mei 2024, terdapat sekitar 35,4 juta Non-Resident Indians (NRI) dan People of Indian Origin (PIO), termasuk pemegang OCI, yang tinggal di luar India. Diaspora India merupakan diaspora terbesar di dunia. Setiap tahun, sekitar 2,5 juta (25 lakh) orang India beremigrasi ke luar negeri, menjadikan India sebagai negara dengan jumlah emigran tahunan tertinggi di dunia.
Kerangka Hukum
Non-resident Indian (NRI)
Secara ketat, istilah Non-resident Indian (NRI) merujuk hanya pada status pajak warga negara India yang, sesuai dengan Pasal 6 dari The Income-tax Act, 1961, tidak tinggal di India selama periode tertentu sebagaimana diatur dalam undang-undang pajak tersebut. Tarif pajak penghasilan berbeda antara orang yang "berdomisili di India" dan NRI. Untuk tujuan Income-tax Act, "domisili di India" mengharuskan seseorang tinggal di India selama setidaknya 182 hari dalam satu tahun keuangan atau 365 hari yang tersebar dalam empat tahun berturut-turut dan setidaknya 60 hari dalam tahun tersebut. Berdasarkan undang-undang ini, setiap warga negara India yang tidak memenuhi kriteria sebagai "berdomisili di India" dianggap sebagai non-resident of India (NRI) dan dikenakan pajak penghasilan sebagai NRI.
Pelaut (seafarers) tidak dianggap sebagai NRI. Namun, karena mereka bekerja di luar India, sering kali lebih dari 182 hari, penghasilan mereka dikenakan pajak seperti NRI, meskipun mereka tetap menikmati semua hak lainnya sebagai warga negara India.
Salah satu dari orang tua/kakek-nenek/atau buyutnya lahir dan menetap secara permanen di India sebagaimana didefinisikan dalam Government of India Act, 1935 dan wilayah lain yang kemudian menjadi bagian dari India, dengan ketentuan bahwa tidak satu pun dari mereka pada waktu tertentu menjadi warga negara dari salah satu negara yang disebutkan di atas, atau
Merupakan pasangan dari warga negara India atau pasangan dari seorang PIO.
Kewarganegaraan Luar Negeri India (OCI)
Setelah berbagai upaya oleh para pemimpin lintas spektrum politik India, sebuah skema visa jangka panjang didirikan dengan nama "Kewarganegaraan Luar Negeri India" (Overseas Citizenship of India), yang sering disebut sebagai kartu OCI. Namun, nama ini sebenarnya menyesatkan karena kartu OCI tidak memberikan kewarganegaraan India. Konstitusi India tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda penuh. Kartu OCI pada dasarnya adalah visa jangka panjang dengan beberapa pembatasan, seperti hak untuk memilih dan bekerja di sektor pemerintahan. Kartu ini tersedia bagi individu tertentu keturunan India yang tinggal di luar negeri dan memberikan hak tinggal serta beberapa hak lainnya, tetapi tetap memiliki pembatasan dan tidak dianggap sebagai bentuk kewarganegaraan India dari sudut pandang konstitusi.
Perdana Menteri India, Narendra Modi mengumumkan pada 28 September 2014 bahwa kartu PIO (Person of Indian Origin) dan kartu OCI akan digabungkan. Pada 9 Januari 2015, skema kartu Person of Indian Origin resmi dihentikan oleh Pemerintah India dan digabungkan ke dalam skema kartu Overseas Citizen of India. Pemegang kartu PIO diharuskan mengajukan konversi kartu mereka menjadi kartu OCI. Biro Imigrasi menyatakan bahwa kartu PIO lama akan tetap diterima sebagai dokumen perjalanan yang sah hingga 31 Desember 2023.
Perbandingan
Perbandingan Penduduk India, NRIS, PIO dan OCI[14]
Ya, jika kahwin dengan warga negara India atau PIO OCI selama lebih dari dua tahun
Undang-Undang Kewarganegaraan (Amendemen), 2003 (Bagian 7A(d))
Kewarganegaraan India di Luar Negeri
Nota:
1. ^Warga Negara Asal India (PIO) merujuk kepada individu yang dilahirkan atau mempunyai keturunan India tetapi bukan warganegara India, sebaliknya merupakan warganegara negara lain. PIO yang telah memanfaatkan status Kewarganegaraan Luar Negara India melalui kad OCI dikenali sebagai Warga Negara Luar Negara India (OCI). Kad yang diterbitkan untuk PIO yang sebelum ini dikenali sebagai kad PIO telah digabungkan ke dalam kad OCI sejak tahun 2014.
2. ^Warga Negara India di Luar Negeri boleh merangkumi PIO OCI dan non-PIO OCI. Selain itu, warganegara asing yang berkahwin dengan warganegara India juga boleh memanfaatkan kad OCI dan menjadi OCI, oleh itu OCI Non-PIO dikecualikan di sini kerana mereka bukan sebagian daripada diaspora India.
Migrasi besar dari anak benua India terjadi ke Asia Tenggara. Ada kemungkinan bahwa gelombang pertama migrasi India ke Asia Tenggara terjadi ketika Kaisar Asoka menyerang Kalinga, diikuti oleh ekspedisi Samudragupta ke wilayah Selatan.ref>Sadasivan, Balaji (2011). The Dancing Girl: A History of Early India. hlm.135–136. ISBN978-9814311670.</ref> Ini kemudian dilanjutkan dengan interaksi awal para pedagang India dengan masyarakat Asia Selatan, dan setelah pertengahan milenium pertama Masehi, terjadi migrasi anggota kasta Brahmana. Hal ini mengakibatkan berdirinya kerajaan-kerajaan yang bercorak India di Asia Tenggara. Para penguasa Chola, yang dikenal dengan kekuatan angkatan laut mereka, menaklukkan Sumatra dan Semenanjung Malaya.
Demografi menurut negara
Populasi Orang India Rantau, menurut negara, menurut Layanan Konsuler Kementerian Luar Negeri India,[16] atau perkiraan lain (jika ada).
↑"Indian Diaspora Abroad". Press Information Bureau, Government of India, Ministry of Overseas Indian Affairs. 9 July 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-26. Diakses tanggal 26 March 2023.
123456"Population of Overseas Indians". mea.gov.in. Ministry of External Affairs, Government of India. 15 February 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 8 October 2023. Diakses tanggal 29 October 2023.
↑Vapattanawong, Patama (2010). "ชาวต่างชาติในเมืองไทยเป็นใครบ้าง?"[Who are the foreigners in Thailand?](PDF). mahidol.ac.th (dalam bahasa Thai). hlm.8. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 18 October 2017. Diakses tanggal 7 August 2023. ตาราง 2 จานวน ร้อยละ และร้อยละสะสม ของชาวต่างชาติ10 ลาดับแรก ที่อาศัยอยู่ในประเทศไทย ณ วันสามะโน [Table 2 Number, percentage, and cumulative percentage of the top 10 foreigners living in Thailand as of the census date] | อินเดีย [India]
↑"国籍・地域別 在留資格(在留目的)別 在留外国人"[Foreign residents by nationality/region and residence status (purpose of residence)]. e-stat.go.jp (dalam bahasa Jepang). e-Stat (Japanese government statistics portal site). December 2022. Diakses tanggal 7 August 2023. インド [India]
↑"통계월보"[Statistical monthly report]. moj.go.kr (dalam bahasa Korea). 출입국 외국인정책 (Korea Immigration Service). 2019. hlm.16. Diakses tanggal 7 August 2023. 체류외국인 연도별·국적(지역)별 현황 [Current status of foreign residents by year and nationality (region)] | 인도 [India]
↑"JEWS, BY COUNTRY OF ORIGIN(1) AND AGE"(PDF). cbs.gov.il. Central Bureau of Statistics, Israel. 2021. Diakses tanggal 7 August 2023. הודו ופקיסטן [India and Pakistan]
↑"Vatandaşlık ülkesine göre yabancı nüfus"[Foreign population by country of citizenship]. tuik.gov.tr (dalam bahasa Turki). Türkiye İstatistik Kurumu (Turkish Statistical Institute). 2022. Diakses tanggal 7 August 2023.
↑"Population of Overseas Indians"(PDF). mea.gov.in. Ministry of External Affairs, Government of India. December 2016. Diakses tanggal 7 August 2023.
↑"Migration – International migration". stat.gov.az. The State Statistical Committee of the Republic of Azerbaijan. 2023. Diakses tanggal 7 August 2023. 7.2. Distribution of person arriving and departing to Azerbaijan for permanent residency
Tessler, Mark (1994). A History of the Israeli–Palestinian conflict (Edisi 2nd, illustrated). Indiana University Press. hlm.722. ISBN978-0-253-20873-6. Within two weeks of the PNC meeting, at least fifty-five nations, including states as diverse as the Soviet Union, China, India, Greece, Yugoslavia, Sri Lanka, Malta, and Zambia, had recognised the Palestinian state.