Huang Zongxi (Hanzi:黃宗羲; 24 September 1610–12 Agustus 1695), nama kehormatanTaichong (太冲code: zh is deprecated ), adalah seorang naturalis, teoretikus politik, filsuf, dan prajurit Tiongkok pada paruh akhir zaman dinasti Ming sampai paruh awal zaman dinasti Qing.[1]
Ia adalah putra dari pengikuti Gerakan Donglin yang meninggal di penjara. Pada 1626, Huang remaja menjadi murid dari filsuf Liu Zongzhou. Pada 1631, ia mulai belajar sejarah Tiongkok. huang aktif berpoltik sebagai loyalis Ming sampai pensiun pada 1649, menjalani sisa masa hidupnya untuk belajar. Serangkaian penangkapannya dikeluarkan setelah kebangkitan Ruan Dacheng, namun ia menghindari penangkapan melalui cara-cara yang tidak pasti. Ia kabur dari Tiongkok untuk meminta suaka politik di Jepang.
Teks politik Huang Waiting for the Dawn mengecam kekuasaan otokrat diri, dan mendeklarasikan bahwa dunia harus melibatkan masyarakat. Ia berpendapat bahwa hukum dan badan pengatur harus menjadi perkembangan kebutuhan lokal, bukan diberlakukan oleh pemimpin dengan agenda politik. Ia juga menyebut kebutuhan untuk reformasi fiskal di negara tersebut, dan kebutuhan untuk distribusi lahan setara.
Terjemahan
Bary, Wm. Theodore de (1994). Waiting for the Dawn A Plan for the Prince. New York: Columbia University Press. ISBN0231080972.