Zhejiang sebagian besar terdiri dari perbukitan, yang menyumbang sekitar 70% dari total wilayahnya, dengan struktur lebih tinggi ke arah selatan dan barat. Provinsi Zhejiang memiliki garis pantai terpanjang di Tiongkok. Sungai Qiantang yang merupakan asal nama Zhejiang, mengalir melalui provinsi ini.[5] Zhejiang memiliki tiga ribu pulau, terbanyak di Tiongkok. Ibu kotanya berada di Hangzhou, dekat Teluk Hangzhou di bagian utara Zhejiang, yang memisahkan Shanghai dengan Ningbo. Teluk ini berisi banyak pulau kecil yang secara kolektif disebut Kepulauan Zhoushan.[6]
Etimologi
Asal nama provinsi ini adalah Sungai Zhe (浙江code: zh is deprecated , Zhè Jiāng), yang saat ini dikenal dengan nama Sungai Qiantang, mengalir melalui kota Hangzhou menuju Teluk Hangzhou. Sungai Zhe sendiri kurang lebih berarti sungai yang "bengkok".[5]
Sejarah
Perang Dunia II
Pada saat Perang Tiongkok-Jepang Kedua berlangsung, sebagian besar wilayah provinsi ini diduduki oleh pasukan Kekaisaran Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, Zhejiang berada di bawah pemerintahan boneka Tiongkok.
Republik Rakyat Tiongkok
Setelah Republik Rakyat Tiongkok mengambil alih kekuasaan di Tiongkok Daratan pada tahun 1949, pemerintah Republik Tiongkok yang berbasis di Taiwan mempertahankan kedaulatan mereka atas Kepulauan Dachen di pesisir Zhejiang hingga tahun 1955. Pemerintah Republik Tiongkok bahkan mendirikan provinsi tandingan Zhejiang yang berbasis di Kepulauan Dachen. Pada masa Revolusi Kebudayaan (1966–76), Zhejiang turut mengalami kondisi anarki dan perpecahan, kemunduran ekonomi, dan kekurangan pangan. Kebijakan swadaya dan swakarsa yang dicanangkan oleh Mao Zedong berdampak pada kesulitan para petani untuk mencapai target produksi gabah serta ditutupnya perdagangan laut di pelabuhan Ningbo dan Wenzhou. Kebijakan Mao untuk membangun sistem kereta api di Tiongkok juga tidak terlaksana di Zhejiang sehingga moda transportasi di provinsi ini tidak mengalami kemajuan.[7]
Setelah reformasi ekonomi Tiongkok, Zhejiang menjadi episentrum perkembangan ekonomi kapitalis. Zhejiang merupakan salah satu provinsi terdepan yang mengembangkan berbagai perusahaan swasta dan mengutamakan ekonomi terbuka.[7] Wilayah timur laut provinsi ini, yang berada di Delta Sungai Yangtze, secara umum memiliki lebih banyak tanah datar dan populasi perkotaan sehingga mampu berkembang pesat dan menjadi pusat berbagai industri modern.[7]
Geografi
Sekitar 70% wilayah Provinsi Zhejiang didominasi oleh perbukitan dan dataran tinggi. Bagian selatan dan barat provinsi ini cenderung lebih tinggi dibandingkan bagian lainnya. Titik tertinggi di provinsi ini adalah Puncak Huangmaojian (1.929 mdpl). Dataran rendah, lembah, dan sungai juga dapat ditemui di provinsi ini. Bagian utara Zhejiang berada di Delta Sungai Yangtze, yang mencakup kota Hangzhou, Jiaxing, Huzhou, dan Haining.
Terdapat lebih dari tiga ribu pulau di sepanjang pesisir Zhejiang. Pulau Zhoushan, pulau ketiga terbesar Tiongkok setelah Hainan dan Chongming, berada di provinsi ini.
Suku Han menjadi penduduk mayoritas di provinsi ini dan sebagian besar merupakan penutur dialek Wu. Di provinsi ini terdapat pula sekitar 400.000 suku minoritas, termasuk 200.000 suku She dan 20.000 suku Hui[butuh rujukan]. County Otonom Jingning di Lishui adalah satu-satunya county otonom suku She di Tiongkok.[12]
Agama
Agama yang paling banyak dianut di Zhejiang adalah Konghucu, Taoisme, dan Buddha. Menurut survei pada tahun 2007 dan 2009, 23,02% penduduk Zhejiang memercayai ajaran tradisional nenek moyang Tiongkok, sementara 2,62% penduduk Zhejiang memercayai ajaran Kristen (turun dari 3,92% pada tahun 2004).[13] Survei tersebut tidak menjelaskan secara detail mengenai agama-agama lainnya. Sekitar 74,36% penduduk Zhejiang merupakan gabungan penganut kepercayaan Buddha, Konghucu, Taoisme, Islam, atau ateis. Menurut sensus tahun 2020, ada sekitar 117.000 muslim di Zhejiang[14]
Kuil Semua-Langit (都天廟Dōutiānmiào) di Longgang, Cangnan, Wenzhou.
Kuil Chenghuangshen (Dewa Kota) Hangzhou, pada malam hari di Wushan, Xihu.
↑"中华人民共和国县以上行政区划代码". 中华人民共和国民政部. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2016-10-13.
↑深圳市统计局. 《深圳统计年鉴2014》. 中国统计出版社. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-12. Diakses tanggal 2015-05-29.;
↑shi, Guo wu yuan ren kou pu cha ban gong; council, Guo jia tong ji ju ren kou he jiu ye tong ji si bian = Tabulation on the 2010 population census of the people's republic of China by township / compiled by Population census office under the state; population, Department of; statistics, employment statistics national bureau of (2012). Zhongguo 2010 nian ren kou pu cha fen xiang, zhen, jie dao zi liao (Edisi Di 1 ban.). Beijing Shi: Zhongguo tong ji chu ban she. ISBN978-7-5037-6660-2. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)