Homer Simpson
| Homer Simpson | |
|---|---|
| Tokoh The Simpsons | |
![]() | |
| Penampilan perdana |
|
| Pencipta | |
| Perancang | Matt Groening |
| Pengisi suara | Dan Castellaneta |
| Informasi dalam cerita | |
| Nama lengkap | Homer Jay Simpson |
| Alias | Max Power (dalam "Homer to the Max") |
| Pekerjaan | Inspektur keselamatan di Springfield Nuclear Power Plant |
| Kewarganegaraan | Amerika |
| Rumah | 742 Evergreen Terrace, Springfield, Amerika Serikat |
| Keluarga |
|
| Pasangan |
|
| Anak | |
| Kerabat |
|
Homer Jay Simpson adalah karakter fiksi dan tokoh utama dari komedi situasi animasi Amerika Serikat, The Simpsons. Sebagai bagian dari Keluarga Simpson tersebut, Homer melakukan debut televisinya dalam film pendek "Good Night" di acara The Tracey Ullman Show pada tanggal 19 April 1987. Animator Matt Groening menciptakan dan merancang Homer saat sedang menunggu di lobi kantor James L. Brooks. Pada awalnya, ia dipanggil untuk mempresentasikan serangkaian film pendek berdasarkan komik strip miliknya yang berjudul Life in Hell, tetapi Groening malah mengembangkan sekumpulan karakter baru. Setelah dua tahun di The Tracey Ullman Show, keluarga Simpson mendapatkan serial mereka sendiri, yang ditayangkan perdana di Fox pada tanggal 17 December 1989.
Homer adalah kepala keluarga; ia menikah dengan Marge, dan memiliki tiga anak bersamanya, yaitu Bart, Lisa, dan Maggie. Sebagai pencari nafkah utama keluarga, Homer bekerja sebagai inspektur keselamatan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield. Ia merepresentasikan berbagai stereotipe kelas pekerja Amerika: kelebihan berat badan, botak, tidak dewasa, tidak cerdas, blak-blakan, agresif, malas, bodoh, tidak profesional, serta sangat menyukai bir, makanan cepat saji, dan televisi. Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut, Homer pada dasarnya adalah seorang pria yang baik hati dan sangat melindungi keluarganya, terutama pada momen-momen krusial.
Dalam film-film pendek dan episode-episode awal The Simpsons, Dan Castellaneta mengisi suara Homer dengan kesan yang meniru gaya Walter Matthau. Namun, dimulai dari musim kedua serial berdurasi penuhnya, suara Homer berubah menjadi nada yang lebih kuat untuk mengekspresikan rentang emosi yang lebih luas secara efektif. Homer juga telah ditampilkan dalam berbagai media terkait Simpsons, seperti permainan video, The Simpsons Movie (2007), wahana The Simpsons Ride, iklan, dan buku komik, serta telah menginspirasi berbagai macam barang dagangan. Kata seru khasnya yang ikonik, geraman kesal "D'oh!", telah diakui dalam bidang linguistik, serta muncul dalam The New Oxford Dictionary of English sejak tahun 1998 dan Oxford English Dictionary sejak tahun 2001.
Homer dianggap sebagai salah satu karakter televisi paling ikonik dan berpengaruh sepanjang masa dan diakui secara luas sebagai ikon budaya Amerika. Pada tahun 2007, Entertainment Weekly menempatkan Homer di peringkat kesembilan dalam daftar "50 Greatest TV Icons" (50 Ikon TV Terbesar) mereka, dan pada tahun 2010, menempatkannya di peringkat pertama dalam daftar "Top 100 Characters of the Past Twenty Years" (100 Karakter Teratas dalam Dua Puluh Tahun Terakhir). The Sunday Times menyebutnya sebagai "kreasi komik terbesar pada zaman [modern]", sementara TV Guide, pada tahun 2002, menyebutnya sebagai karakter kartun terbesar kedua (setelah Bugs Bunny). Castellaneta telah menerima empat Primetime Emmy Awards untuk kategori Outstanding Voice-Over Performance, bersama dengan sebuah penghargaan pencapaian khusus Annie Award. Pada tahun 2000, Homer dan keluarganya dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.
Peran dalam The Simpsons
Homer Jay Simpson[1] adalah suami yang ceroboh dari Marge dan ayah dari Bart, Lisa, dan Maggie Simpson.[2][3] Ia adalah putra dari Mona dan Abraham "Grampa" Simpson.[4][5] Selama 400 episode pertama The Simpsons, Homer telah memegang lebih dari 188 pekerjaan yang berbeda.[6] Peran utamanya adalah sebagai inspektur keselamatan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield di Sektor 7-G.[7] Posisi ini, yang sebenarnya tidak memenuhi syarat untuknya,[8][9] sering kali memperlihatkan dirinya mengabaikan tugas atau tertidur saat bekerja.[10][11] Bosnya, Mr. Burns, sering kali mengabaikan atau melupakan keberadaannya.[12] Sang kreator, Matt Groening, memilih pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai tempat kerja Homer untuk memberikan peluang bagi kekacauan komedi.[13] Meskipun banyak pekerjaan Homer yang lain hanya bertahan selama satu episode, musim-musim awal sering kali menjelaskan bagaimana ia dipecat dari pembangkit listrik tersebut dan dipekerjakan kembali. Pada episode-episode selanjutnya, transisi ini menjadi lebih impulsif, dengan usaha sampingannya terjadi tanpa merujuk pada pekerjaan tetapnya.[14]
The Simpsons menggunakan alur waktu mengambang, di mana karakter-karakternya tidak menua atau hanya menua sedikit. Oleh karena itu, latar waktu acara tersebut selalu diasumsikan pada tahun berjalan. [15][16] Terlepas dari linimasa acara yang fleksibel, beberapa episode menghubungkan peristiwa dalam hidup Homer dengan periode waktu tertentu.[17] Dalam episode "Mother Simpson" (musim ketujuh, 1995), ibu Homer, Mona, digambarkan sebagai seorang radikal yang bersembunyi pada tahun 1969 setelah bermasalah dengan hukum.[18] Episode "The Way We Was" (musim kedua, 1991) menggambarkan Homer yang jatuh cinta pada Marge saat menjadi siswa tingkat akhir di SMA Springfield pada tahun 1974.[19] Demikian pula, episode "I Married Marge" (musim ketiga, 1991) mengisyaratkan bahwa Marge hamil Bart pada tahun 1980.[20] Namun, episode "That '90s Show" (musim ke-19, 2008) menyangkal peristiwa-peristiwa ini, dengan menggambarkan Homer dan Marge sebagai pasangan berusia dua puluh tahunan yang belum memiliki anak di awal tahun 1990-an.[21] Ketidakkonsistenan ini semakin mendalam dalam episode "Do Pizza Bots Dream of Electric Guitars" (musim ke-32, 2021), yang membayangkan kembali masa remaja Homer terjadi pada tahun 1990-an.[22] Produser pelaksana (showrunner) Matt Selman telah menanggapi kontradiksi ini, dengan menyatakan bahwa tidak ada versi yang menjadi "kontinuitas resmi" dan bahwa "semuanya seperti terjadi di dunia imajiner mereka", sehingga memungkinkan penonton untuk memilih versi yang mereka sukai.[23]
Usia Homer telah berfluktuasi sepanjang penayangan The Simpsons karena alur waktunya yang mengambang. Pada episode-episode awal, ia berusia tiga puluh empat tahun, meningkat menjadi tiga puluh enam tahun di musim keempat, tiga puluh delapan dan tiga puluh sembilan tahun di musim kedelapan, dan empat puluh tahun di musim kedelapan belas, meskipun usia-usia ini tidak konsisten bahkan dalam musim yang sama.[24] Dalam episode "Duffless" (musim keempat, 1993), Surat Izin Mengemudi (SIM) Homer mencantumkan tanggal lahirnya pada 12 Mei 1956, yang membuatnya berusia 36 tahun pada saat itu.[25] Selama masa jabatan Bill Oakley dan Josh Weinstein sebagai produser pelaksana, mereka meningkatkan usia Homer menjadi tiga puluh delapan tahun, yang mencerminkan penuaan dan persepsi mereka sendiri terhadap karakter tersebut. Menurut buku panduan episode (episode guides) The Simpsons: A Complete Guide to Our Favorite Family (1997) dan Simpsons World: The Ultimate Episode Guide: Seasons 1–20 (2010), yang keduanya ditulis oleh Groening, usia resmi Homer adalah 36 tahun.[26][27] Homer memiliki tinggi badan 6 kaki (1,83 m) (sekitar 188 cm) dan berat badan antara 239 hingga 260 pon (108–120 kg).[26][27]
Karakter
Penciptaan

Matt Groening pertama kali merancang Homer beserta anggota Keluarga Simpson lainnya pada tahun 1987 saat sedang menunggu di lobi kantor produser James L. Brooks.[28][29] Groening diundang untuk mempresentasikan serangkaian film pendek animasi untuk acara The Tracey Ullman Show dan pada awalnya berencana untuk mengadaptasi komik strip miliknya, Life in Hell. Setelah menyadari bahwa mengadaptasi komik strip tersebut akan mengharuskannya melepaskan hak penerbitan (publication rights), ia dengan cepat memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru.[30] Groening dengan tergesa-gesa membuat sketsa konsep tentang sebuah keluarga disfungsional,[31][32] dengan menamai karakter-karakternya berdasarkan nama-nama anggota keluarganya sendiri.[33][34] Groening menamai Homer berdasarkan nama ayahnya, yang mana ayahnya sendiri dinamai menurut nama penyair Yunani kuno.[35][36][37] Sangat sedikit dari karakter Homer yang terinspirasi dari ayah Groening, dan untuk menegaskan bahwa signifikansi dari nama tersebut sangat minimal, Groening kemudian menamai putranya sendiri dengan nama Homer.[38][39] Groening menjelaskan, "Homer diciptakan dengan tujuan saya untuk menghibur ayah kandung saya, sekaligus untuk sedikit menjengkelkannya. Ayah saya adalah seorang pembuat film dan penulis yang atletis, kreatif, dan cerdas, dan satu-satunya kesamaan yang ia miliki dengan Homer adalah kecintaannya pada donat".[40][41] Dalam siniar (podcast) WTF with Marc Maron, Groening menyatakan pada tahun 2025 bahwa inspirasi awal untuk Homer Simpson datang dari serial dokumenter PBS tahun 1982 berjudul Middletown tentang kota Muncie, Indiana, yang di dalamnya memuat sebuah episode tentang seorang manajer waralaba Shakey's Pizza yang mempekerjakan anak-anaknya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup.[42]
Meskipun Groening sering menyebutkan bahwa Homer dinamai menurut nama ayahnya, ia juga menyatakan dalam beberapa wawancara bahwa karakter Homer Simpson dari novel tahun 1939 karya Nathanael West yang berjudul The Day of the Locust dan adaptasi filmnya pada tahun 1975 merupakan sebuah inspirasi.[43][44] Dalam sebuah wawancara tahun 2012 dengan Smithsonian Magazine, Groening mengklarifikasi, "Saya mengambil nama itu dari karakter minor dalam novel The Day of the Locust [...] Karena Homer adalah nama ayah saya, dan saya pikir Simpson adalah nama yang lucu karena mengandung kata "simp" di dalamnya, yang merupakan singkatan dari "simpleton" (orang bodoh)—saya langsung menggunakannya".[45] Inisial tengah Homer yaitu "J", yang merupakan singkatan dari "Jay",[46][47] adalah sebuah bentuk penghormatan kepada karakter-karakter animasi seperti Bullwinkle J. Moose dan Rocket J. Squirrel dari acara The Rocky and Bullwinkle Show, yang mana inisial tengah mereka merupakan penghormatan kepada kreator serial tersebut, Jay Ward.[48][49] Homer pertama kali muncul bersama keluarga Simpson pada tanggal 19 April 1987, dalam film pendek The Tracey Ullman Show berjudul "Good Night".[50][51] Pada tanggal 17 Desember 1989, film-film pendek ini dikembangkan menjadi The Simpsons, sebuah serial berdurasi setengah jam di Fox Broadcasting Company,[52][53] di mana Homer dan keluarga Simpson menjadi karakter utamanya.[54]
Desain
Pakaian khas Homer meliputi kemeja putih lengan pendek dengan kerah terbuka, celana panjang biru, dan sepatu abu-abu. Ia kelebihan berat badan dan botak, dengan pinggiran rambut di sekitar sisi samping dan belakang kepalanya serta dua helai rambut ikal di bagian atas.
Keluarga Simpson dirancang agar mudah dikenali dalam bentuk siluet.[55][56] Karakter-karakter tersebut awalnya digambar secara kasar karena Groening menyerahkan sketsa kasar kepada para animator dengan harapan mereka akan memperhalus desain tersebut; alih-alih melakukannya, para animator justru langsung menjiplak gambar aslinya.[57] Penampilan Homer telah dicatat memiliki kemiripan—baik disengaja maupun tidak—dengan karakter kartun Adamsson, yang diciptakan oleh kartunis Swedia Oscar Jacobsson pada tahun 1920.[58] Ketika Groening awalnya merancang Homer, ia memasukkan inisial namanya ke dalam fitur-fitur karakter tersebut: garis rambutnya menyerupai huruf "M", dan telinga kanannya menyerupai huruf "G". Meskipun desain ini pada akhirnya dimodifikasi untuk membuat bentuk telinganya tampak lebih alami, Groening terus menggambarnya sebagai huruf "G" dalam sketsa untuk para penggemar.[59] Sutradara Mark Kirkland menggambarkan bentuk kepala Homer menyerupai kaleng kopi berbentuk tabung yang di atasnya diberi mangkuk salad.[60]
Selama pembuatan film pendek The Simpsons, para animator bereksperimen dengan gerakan mulut Homer, pada satu titik membiarkan mulutnya meregang melampaui garis jenggotnya. Namun, pendekatan ini ditinggalkan karena dinilai terlalu berlebihan.[61] Pada episode-episode awal, rambut Homer dibuat lebih bulat untuk mengesankan tampilan yang tidak rapi, tetapi kemudian berevolusi menjadi gaya runcing yang konsisten seperti yang terlihat saat ini. Selama tiga musim pertama, bidikan jarak dekat (close-up) pada Homer kadang-kadang menyertakan garis-garis kecil yang dimaksudkan untuk merepresentasikan alis. Groening tidak menyukai detail ini, dan garis-garis tersebut pada akhirnya dihilangkan.[62]
Dalam episode "Treehouse of Horror VI" pada musim ketujuh (1995), Bart bersama dengan Homer dirender sebagai karakter tiga dimensi untuk pertama kalinya dalam segmen "Homer3" di episode tersebut. Animasi komputer ini disediakan oleh pihak Pacific Data Images. Pada menit terakhir segmen tersebut, Homer versi tiga dimensi bertransisi ke dalam latar aksi hidup (live-action), di mana dirinya mendapati berada di dunia nyata kota Los Angeles. Disutradarai oleh David Mirkin, momen ini menandai contoh pertama dari karakter Simpsons yang muncul di dunia nyata dalam serial tersebut.[63] Dalam episode "Lisa's Wedding" (musim keenam, 1995), yang berlatar waktu lima belas tahun di masa depan, desain Homer dimodifikasi untuk mencerminkan usianya yang lebih tua. Perubahan tersebut meliputi penambahan berat badan, penghilangan satu helai rambut dari bagian atas kepalanya, dan penambahan garis ekstra di bawah matanya. Desain usia tua ini kemudian digunakan dalam episode-episode kilas masa depan (flashforward) berikutnya.[64]
Suara

Suara Homer diisi oleh Dan Castellaneta.[65][66] Castellaneta juga mengisi suara beberapa karakter lainnya di The Simpsons, termasuk Grampa Simpson,[67] Krusty the Clown,[68] Barney Gumble,[69] Groundskeeper Willie,[70] Mayor Quimby,[71] dan Hans Moleman.[72]
Castellaneta, seorang pemeran reguler di acara The Tracey Ullman Show, telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam pekerjaan sulih suara, yang ia lakukan di Chicago bersama istrinya, Deb Lacusta. Ketika pengisi suara dibutuhkan untuk film pendek The Simpsons, para produser memilih Castellaneta dan sesama anggota pemeran Julie Kavner untuk masing-masing mengisi suara Homer dan Marge, dengan memilih untuk tidak mempekerjakan aktor tambahan.[73][74] Dalam film pendek dan musim pertama dari serial berdurasi setengah jam tersebut, suara Homer sangat berbeda dari perwujudannya di kemudian hari. Pada awalnya, suara tersebut dimodelkan sebagai kesan longgar dari gaya Walter Matthau, tetapi Castellaneta merasa kesulitan untuk mempertahankan nada yang terinspirasi dari Matthau tersebut selama sesi rekaman yang berlangsung sembilan hingga sepuluh jam, sehingga ia mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan. Pada musim kedua dan ketiga, Castellaneta telah "menurunkan suaranya" dan mengembangkannya menjadi gaya yang lebih fleksibel dan penuh humor, sehingga memungkinkan Homer untuk mengekspresikan rentang emosi yang lebih luas.[73][75]
Suara berbicara alami Castellaneta tidak memiliki kemiripan dengan suara Homer.[76] Untuk menghasilkan suara Homer, Castellaneta menurunkan dagunya ke dada dan menggunakan metode yang ia gambarkan sebagai kondisi "membiarkan skor IQ-nya hilang".[74][77] Metode ini bahkan memunculkan improvisasi (ad-lib), termasuk kalimat terkenal "S-M-R-T; maksud saya, S-M-A-R-T!" dari episode "Homer Goes to College" (musim kelima, 1993), yang berawal dari kesalahan rekaman yang tidak disengaja.[78] Castellaneta lebih memilih untuk tetap berada dalam karakter selama sesi rekaman dan memvisualisasikan adegan demi adegan untuk memberikan performa vokal yang sesuai.[79][80] Terlepas dari ketenaran Homer yang begitu luas, Castellaneta mengatakan bahwa ia jarang dikenali di tempat umum—kecuali oleh penggemar yang sangat berdedikasi. Dalam episode "Homer's Barbershop Quartet" (musim kelima, 1993), suara Homer sebagian diisi oleh orang lain selain Castellaneta. Episode tersebut menceritakan Homer yang membentuk sebuah kuartet barbershop bernama The Be Sharps, dengan suara bernyanyinya terkadang diisi oleh seorang anggota the Dapper Dans.[81] Kelompok The Dapper Dans merekam bagian bernyanyi untuk keempat anggota grup tersebut, lalu mencampurkan vokal mereka dengan para pengisi suara reguler. Sering kali, pengisi suara utama menyanyikan bagian melodi sementara The Dapper Dans menyediakan harmoni latar.[82]
Castellaneta pada awalnya dibayar sebesar US$30.000 per episode untuk pekerjaannya di The Simpsons hingga tahun 1998.[83][84] Pada tahun tersebut, perselisihan gaji muncul, di mana pihak Fox mengancam akan mengganti enam pengisi suara utama dan bahkan mulai bersiap untuk melakukan proses pemilihan pemeran (casting) baru.[85][86] Konflik tersebut akhirnya berhasil diselesaikan, dan gaji Castellaneta meningkat menjadi $125.000 per episode.[87][88] Pada tahun 2004, para pemeran suara mendesak kenaikan upah dengan meminta $360.000 per episode.[89][84] Setelah perdebatan singkat, perselisihan tersebut diselesaikan, dan bayaran Castellaneta dinaikkan menjadi $250.000 per episode.[90][91] Pada tahun 2008, negosiasi lebih lanjut meningkatkan gaji para pemeran menjadi sekitar $400.000 per episode.[92][93] Namun, pada tahun 2011, Fox menuntut pengurangan biaya produksi, serta mengancam akan membatalkan serial tersebut jika biaya tidak dipotong. Sebagai tanggapan, Castellaneta dan anggota pemeran utama lainnya menyetujui pemotongan gaji sebesar 30 persen, yang menurunkan pendapatan per episode mereka menjadi sedikit di atas $300.000.[94] Menurut majalah Backstage, ia merupakan pengisi suara dengan bayaran tertinggi keenam pada akhir tahun 2024.[95]
Pengembangan karakter
Produser pelaksana Al Jean mengamati bahwa di ruang penulis The Simpsons, "semua orang suka menulis untuk Homer", dengan banyak tindakan konyolnya terinspirasi dari pengalaman para penulis itu sendiri.[96] Pada musim-musim awal acara tersebut, Bart merupakan karakter utama, tetapi pada musim keempat, Homer mengambil alih peran yang lebih menonjol. Groening menjelaskan pergeseran ini: "Dengan Homer, ada rentang lelucon yang lebih luas yang bisa Anda lakukan. Dan ada konsekuensi yang jauh lebih drastis dari kebodohan Homer. Hanya ada batas tertentu sejauh mana Anda bisa melangkah dengan seorang kenakalan remaja. Kami ingin Bart melakukan apa saja hingga batas ia diadili di pengadilan sebagai orang dewasa. Namun, Homer adalah orang dewasa, dan kebodohannya jauh lebih lucu. [...] Homer meluncurkan dirinya langsung ke dalam setiap pikiran impulsif yang muncul di benaknya".[97]

Karakter Homer telah berevolusi secara signifikan selama penayangan The Simpsons. Pada awalnya, ia digambarkan sebagai sosok yang "sangat pemarah" dan mendominasi Bart, tetapi sifat-sifat ini melunak seiring dengan kepribadiannya yang dikembangkan lebih lanjut.[98] Pada musim-musim awal, Homer sering khawatir bahwa keluarganya mungkin akan mempermalukannya, tetapi pada episode-episode berikutnya, ia menjadi kurang peduli dengan pendapat orang lain.[99] Selama tahun-tahun pertama acara tersebut, Homer digambarkan sebagai orang yang bodoh namun berniat baik. Seperti yang dicatat oleh Jon Bonné dari Today, di sekitar musim ketujuh, perilakunya bergeser menjadi seorang "orang bodoh yang kasar dan memegahkan diri sendiri".[100] Chris Suellentrop dari Slate mengamati, "Di bawah masa jabatan Mike Scully (sebagai sebagai produser pelaksana), The Simpsons menjadi, ya, sebuah kartun. [...] Episode yang dulunya akan berakhir dengan Homer dan Marge bersepeda menuju matahari terbenam kini berakhir dengan Homer meniupkan anak panah penenang ke leher Marge".[101] Para penggemar menjuluki versi karakter ini sebagai "Jerkass Homer" (Homer si Berengsek).[102][103] Pada sesi rekaman, Castellaneta terkadang menolak kalimat dari naskah yang ia rasa membuat Homer terlalu kejam. Ia percaya bahwa Homer itu "kasar dan tidak berpikir panjang, tetapi ia tidak akan pernah berniat jahat dengan sengaja".[104] Ketika The Simpsons Movie (2007) sedang disunting, beberapa adegan disesuaikan untuk membuat karakter Homer menjadi lebih simpatik.[105]
Selama bertahun-tahun, para penulis menggambarkan Homer dengan kecerdasan yang semakin menurun.[106][107] Mereka menjelaskan bahwa hal ini tidak dilakukan dengan sengaja, tetapi menjadi perlu untuk melampaui lelucon-lelucon sebelumnya. Sebagai contoh, dalam episode "When You Dish Upon a Star" (musim ke-10, 1998), Homer mengaku bahwa ia tidak bisa membaca. Meskipun hal ini bertolak belakang dengan adegan-adegan sebelumnya di mana Homer diperlihatkan sedang membaca, para penulis memutuskan untuk mempertahankan lelucon tersebut karena mereka menganggapnya lucu. Tim penulis sering berdebat tentang seberapa jauh mereka bisa membawa kebodohan Homer, dengan salah satu pedoman yang disarankan adalah bahwa "ia tidak boleh melupakan namanya sendiri".[108]
Kepribadian
Daya tarik komedi dari karakter Homer berasal dari seringnya ia menampilkan kebodohan yang ceroboh, kemalasan, dan kemarahan yang meledak-ledak. Dengan tingkat kecerdasan yang rendah, sutradara David Silverman menggambarkannya sebagai sosok yang "sangat brilian dalam kebodohannya". Homer dicirikan oleh sikap apatisnya yang besar terhadap pekerjaan, tubuh yang kelebihan berat badan, kecintaan pada makanan, dan rentang perhatian yang pendek.[109] Ia sering menghabiskan malamnya dengan meminum Bir Duff di Moe's Tavern dan, seperti yang digambarkan dalam episode "Duffless" (musim keempat, 1993), telah menunjukkan tanda-tanda alkoholisme akut.[110][111][112] Lelucon berulang sepanjang serial ini melibatkan Homer yang secara impulsif mencekik Bart kapan pun anaknya itu membuatnya kesal, yang sering kali disertai dengan kalimat khasnya, "Why you little—!" (Kurang ajar kau—!).[113][114] Menurut kreator serial Matt Groening, tindakan Homer mencekik Bart tidak pernah dimaksudkan sebagai sesuatu yang direncanakan, karena hal itu akan membuatnya tampak sadis. Sebaliknya, hal itu dibuat agar Homer bertindak murni berdasarkan dorongan hati, yang dengan mudah beralih dari kemarahan menjadi ketidakpedulian.[97][115] Groening awalnya mempertimbangkan untuk membuat Homer selalu menerima hukuman atau membuat Bart membalas dendam, tetapi ide ini dikesampingkan. Dalam episode "McMansion & Wife" (musim ke-35, 2023), Homer menyatakan bahwa ia tidak lagi mencekik Bart, dengan alasan zaman yang telah berubah. Namun, produser pelaksana acara tersebut kemudian mengklarifikasi bahwa Homer masih mencekik Bart, dengan nada bercanda mencatat, "Homer Simpson tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar karena ia sedang sibuk mencekik Bart".[116][117]

Homer memiliki hubungan yang bernuansa dengan keluarganya. Hubungannya dengan Bart adalah yang paling penuh perselisihan;[118][119] Bart sering memanggil Homer dengan nama depannya daripada "Ayah",[120] dan Homer sering menyebutnya dengan nada meremehkan sebagai "anak itu" (the boy).[121][122] Homer sering mengabaikan bakat Lisa, tetapi ketika dihadapkan pada kelalaiannya, ia berusaha keras untuk mendukungnya.[123][124] Episode "And Maggie Makes Three" (musim keenam, 1995) mengungkapkan bahwa Maggie adalah alasan utama Homer mengambil dan terus bekerja di pekerjaan tetapnya. Meskipun tindakan ceroboh Homer sering kali membuat frustrasi keluarganya, ia terbukti sebagai suami yang penuh kasih sayang;[125] Meskipun tingkah laku Homer yang ceroboh sering membuat keluarganya frustrasi, ia telah membuktikan dirinya sebagai suami yang penyayang;[126][127] sebagai contoh, dalam episode "A Milhouse Divided" (musim kedelapan, 1996), Homer mengatur sebuah pernikahan kedua kejutan dengan Marge untuk menebus upacara pertama mereka yang tidak memuaskan.[128] Ia memiliki hubungan yang renggang dengan ayahnya, Abraham "Grampa" Simpson, dan Homer dengan cepat menempatkannya di sebuah panti jompo.[129][130][131]
Homer digambarkan oleh surat kabar The Times sebagai "budak (yang bahagia) bagi berbagai seleranya".[132] Ia dikenal karena ketidaktahuannya yang konsisten, kelupaan, dan kebodohan umumnya.[133] [134] Tingkat kecerdasan intelektual (IQ) Homer yang rendah, yaitu 55,[135] dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk faktor keturunan "gen Simpson" (yang menyebabkan anggota keluarga laki-laki menjadi semakin tidak cerdas seiring berjalannya waktu)[136] dan sebuah krayon yang bersarang di lobus frontal otaknya.[137] Dalam episode "HOMR" (musim ke-12, 2001), krayon tersebut dikeluarkan dari kepala Homer, sehingga meningkatkan IQ-nya untuk sementara menjadi 105.[138][135] Peningkatan ini memungkinkannya untuk menjalin ikatan dengan Lisa, tetapi kecerdasan barunya itu pada akhirnya membuatnya tidak bahagia, yang membimbingnya untuk memasukkan kembali krayon tersebut.[139] Pada tahun 2015, terungkap bahwa Homer mengidap narkolepsi, sebuah gangguan tidur.[140]
Produser Mike Reiss mengatakan bahwa Homer adalah karakter Simpsons favoritnya untuk ditulis: "Homer adalah impian bagi seorang penulis komedi. Ia memiliki segala hal yang salah pada dirinya, setiap kiasan komedi. Ia gendut, botak, bodoh, malas, pemarah, dan seorang pecandu alkohol. Saya cukup yakin ia mewujudkan seluruh tujuh dosa mematikan". John Swartzwelder, yang menulis 60 episode, mengatakan bahwa ia menulis karakter Homer seolah-olah ia adalah "seekor anjing besar yang bisa berbicara ... Satu momen ia menjadi pria paling sedih di dunia karena ia baru saja kehilangan pekerjaan, menjatuhkan roti lapisnya, atau tidak sengaja membunuh keluarganya. Kemudian, momen berikutnya, ia menjadi pria paling bahagia di dunia karena ia baru saja menemukan sekeping koin—mungkin di bawah salah satu anggota keluarganya yang tewas ... Jika Anda menulis karakternya seperti seekor anjing, Anda tidak akan pernah salah".[141] Reiss merasa hal ini sangat mendalam, dengan menyatakan: "Homer adalah emosi murni, tidak memiliki ingatan jangka panjang, semuanya adalah kepuasan instan. Dan, Anda tahu, ia juga memiliki kualitas anjing yang baik. Menurut saya, kesetiaan, keramahan, dan semacam optimisme yang terus-menerus".[142]
Penerimaan
Pengaruh budaya dan penghargaan
Homer secara luas dianggap sebagai salah satu karakter paling populer dan ikonik dalam sejarah televisi. Pada tahun 2007, USA Today mengakui Homer Simpson sebagai salah satu dari "25 orang paling berpengaruh dalam 25 tahun terakhir", serta menyatakan bahwa ia "mewakili ironi dan ketidakpatuhan yang menjadi inti dari humor Amerika".[143] Pada tahun 2003, Robert Thompson, direktur Center for the Study of Popular Television di Syracuse University, memprediksi bahwa "tiga abad dari sekarang, para profesor bahasa Inggris akan menganggap Homer Simpson sebagai salah satu kreasi terbesar dalam penceritaan manusia".[144] Sejarawan animasi Jerry Beck menggambarkan Homer sebagai salah satu karakter animasi terbaik, dengan mengatakan, "Anda mengenal seseorang yang seperti dia, atau Anda mengidentifikasi diri Anda dengannya", yang ia yakini sebagai kunci dari sebuah karakter klasik.[145] The Sunday Times telah memuji Homer sebagai "kreasi komik terbesar di zaman [modern]," dengan menekankan daya tarik universalnya. Artikel tersebut mencatat, "Setiap zaman membutuhkan kegagalannya yang besar dan menghibur, kevasia-siaannya yang menyenangkan dan bebas dari kepura-puraan. Dan kita memilikinya dalam diri Homer Simpson".[104]
Dampak Homer terhadap komedi dan budaya sangatlah signifikan. Pada tahun 2010, Entertainment Weekly menobatkannya sebagai "karakter terbesar dalam 20 tahun terakhir".[146] Dalam daftar "50 Karakter Kartun Terbesar" versi TV Guide tahun 2002, ia berada di peringkat kedua, di belakang Bugs Bunny. Ia juga menempati posisi kelima dalam daftar "100 Karakter TV Terbesar" versi Bravo, menjadi salah satu dari hanya empat karakter animasi yang masuk dalam daftar tersebut.[147] Homer menduduki posisi puncak dalam jajak pendapat Channel 4 yang merangking karakter televisi terbesar sepanjang masa.[148] Pada tahun 2007, Entertainment Weekly menempatkan Homer di peringkat kesembilan dalam daftar "50 Ikon TV Terbesar" dan kemudian menempatkannya di posisi pertama dalam daftar "100 Karakter Teratas dalam Dua Puluh Tahun Terakhir" pada tahun 2010.[149][97][150] Jajak pendapat di Britania Raya yang dilakukan oleh BBC juga menobatkan Homer sebagai "orang Amerika terbesar" serta karakter fiksi yang paling ingin dilihat oleh para pemilih sebagai Presiden Amerika Serikat.[151][152] Hubungannya dengan Marge mendapatkan pengakuan lebih lanjut dalam daftar "Pasangan TV Terbaik Sepanjang Masa" versi TV Guide.[153] Pada tahun 2022, para penulis majalah Paste menempatkan Homer sebagai karakter kartun terbesar kedua sepanjang masa.[154]
Meskipun Homer sering dianggap sebagai refleksi dari budaya Amerika, pengaruhnya meluas ke seluruh dunia. Pada tahun 2003, Groening mengungkapkan bahwa ayahnya, Homer Groening—yang menjadi asal nama karakter tersebut—adalah orang Kanada, yang mengindikasikan bahwa Homer juga dapat dianggap sebagai orang Kanada.[155] Sebagai hasilnya, karakter tersebut dianugerahi warga negara kehormatan di Winnipeg, Manitoba, berdasarkan keyakinan bahwa Homer Groening berasal dari sana, meskipun catatan menunjukkan bahwa ia sebenarnya lahir di Saskatchewan.[156] Pada tahun 2007, sebagai bagian dari promosi untuk The Simpsons Movie, sebuah gambar Homer dilukis di samping Raksasa Cerne Abbas di Dorset, Inggris. Hal ini memicu kontroversi di kalangan kelompok neopagan setempat, yang melakukan ritual "sihir pemanggil hujan" dalam upaya untuk membasuh lukisan tersebut agar hilang.[157]

Castellaneta telah menerima banyak penghargaan atas perannya sebagai Homer, termasuk empat Primetime Emmy Award untuk kategori "Penampilan Pengisi Suara Terbaik". Ia menang pada tahun 1992 untuk episode "Lisa's Pony",[158] tahun 1993 untuk "Mr. Plow",[159] tahun 2004 untuk "Today I Am a Clown",[160] dan tahun 2009 untuk "Father Knows Worst".[161] Namun, kemenangan Emmy-nya pada tahun 2004 diberikan karena ia menyuarakan berbagai karakter, tidak hanya untuk Homer saja. Pada tahun 2010, Castellaneta menerima nominasi Emmy kelimanya untuk penampilannya sebagai Homer sekaligus Grampa Simpson dalam episode "Thursdays with Abie".[162] Castellaneta juga dianugerahi sebuah Annie Award pada tahun 1993 untuk kategori "Pencapaian Individu Luar Biasa dalam Bidang Animasi" atas karyanya di The Simpsons.[163] Pada tahun 2004, ia bersama Julie Kavner (pengisi suara Marge) memenangkan Young Artist Award untuk kategori "Ibu & Ayah Paling Populer dalam Serial TV".[164] Pada tahun 2000, Homer beserta seluruh anggota keluarga Simpson dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame yang terletak di 7021 Hollywood Boulevard.[165][166] Homer juga telah dirujuk dalam literatur ilmiah, khususnya dalam diskusi mengenai fungsi kognitif. Sebuah studi tahun 2010 yang dilakukan di Emory University menemukan bahwa gen RGS14 tampaknya menghambat perkembangan kognitif pada tikus—sementara menonaktifkan gen tersebut menyebabkan peningkatan kemampuan kognitif. Hal ini mendorong para peneliti untuk menjulukinya sebagai "gen Homer Simpson".[167]
Analisis
Homer adalah seorang kalang "everyman" (manusia biasa pada umumnya) dan mewujudkan beberapa stereotip Amerika tentang pria kelas pekerja Kerah biru: ia kasar, kelebihan berat badan, tidak kompeten, berpikiran sempit, kekanak-kanakan, canggung, dan hampir menjadi seorang pecandu alkohol.[17] Groening menggambarkannya sebagai sosok yang "sepenuhnya dikendalikan oleh impuls-impulsnya".[168] Castellaneta menyebutnya "seekor anjing yang terjebak dalam tubuh manusia", seraya menambahkan, "Ia sangat setia—tidak sepenuhnya bersih—tetapi Anda pasti akan menyukainya."
Dalam bukunya yang berjudul Planet Simpson, penulis Chris Turner menggambarkan Homer sebagai "anggota keluarga Simpsons yang paling mencerminkan Amerika" dan percaya bahwa meskipun anggota keluarga Simpson lainnya dapat diubah ke kebangsaan lain, Homer adalah sosok yang "murni Amerika".[169] Dalam buku God in the Details: American Religion in Popular Culture, para penulis berkomentar bahwa "perkembangan Homer (atau ketiadaannya) menunjukkan sebuah karakter yang dapat melakukan hal yang benar, meskipun secara tidak sengaja atau dengan setengah hati."[170] Buku The Simpsons and Philosophy: The D'oh! of Homer menyertakan sebuah bab yang menganalisis karakter Homer dari sudut pandang etika kebajikan Aristoteles. Raja Halwani menulis bahwa "kecintaan pada hidup" yang dimiliki Homer adalah ciri karakter yang mengagumkan, "karena banyak orang tergoda untuk melihat Homer tidak lebih dari sekadar kekonyolan dan ketidakbermoralan. ... Ia tidak menerapkan kesopanan politik, ia dengan sangat senang hati menghakimi orang lain, dan ia tentu saja tampaknya tidak terobsesi dengan kesehatannya. Sifat-sifat ini mungkin tidak membuat Homer menjadi orang yang mengagumkan, tetapi sifat-sifat itu membuatnya dikagumi dalam beberapa hal, dan yang lebih penting, membuat kita mendambakan dirinya serta orang-orang seperti Homer Simpson di dunia ini."[171] Pada tahun 2008, Entertainment Weekly membenarkan penunjukan The Simpsons sebagai tayangan klasik televisi dengan menyatakan, "kita semua menghormati sang kepala keluarga Simpson, Homer, karena kegembiraannya terasa nyata, sama nyatanya dengan kebodohannya yang memukau".[172]
Dalam episode musim kedelapan "Homer's Enemy", para penulis memutuskan untuk menguji "bagaimana rasanya jika benar-benar bekerja bersama Homer Simpson".[173] Episode ini mengeksplorasi kemungkinan penempatan karakter yang realistis dengan etos kerja kuat bernama Frank Grimes di samping Homer dalam lingkungan kerja. Di episode tersebut, Homer digambarkan sebagai seorang warga biasa sekaligus perwujudan dari semangat Amerika; namun, di beberapa adegan, karakteristik negatif dan kekonyolannya disorot secara mencolok.[174][175] Pada akhir episode, Grimes, seorang pekerja keras dan gigih yang merupakan "pahlawan Amerika sejati", berubah menjadi karakter antagonis; penonton dimaksudkan untuk merasa senang bahwa Homer tampil sebagai pemenang.[174]
Dalam buku Gilligan Unbound, penulis Paul Arthur Cantor menyatakan bahwa ia percaya pengabdian Homer kepada keluarganya telah menambah popularitas karakter tersebut. Ia menulis, "Homer adalah sari pati dari kebapakan murni. ... Inilah sebabnya, terlepas dari segala kebodohan, kefanatikan, dan sifat mementingkan diri sendiri yang dimilikinya, kita tidak bisa membenci Homer. Ia terus-menerus gagal menjadi ayah yang baik, tetapi ia tidak pernah menyerah untuk mencoba, dan dalam beberapa pengertian mendasar serta penting, hal itu membuatnya menjadi ayah yang baik."[176] The Sunday Times mengulas, "Homer itu baik karena, di atas segalanya, ia mampu memberikan kasih sayang yang besar. Ketika situasi sedang sulit, ia selalu melakukan hal yang benar demi anak-anaknya—ia tidak pernah tidak setia meskipun ada beberapa kesempatan untuk itu."[177]
D'oh!
Kata seru khas Homer yang paling utama dan paling terkenal, yaitu keluhan kesal "D'oh!", biasanya diucapkan ketika ia melukai dirinya sendiri, menyadari bahwa ia telah melakukan sesuatu yang bodoh, atau ketika sesuatu yang buruk telah terjadi atau akan menimpanya. Selama sesi perekaman suara untuk acara pendek The Tracey Ullman Show, Homer diharuskan mengucapkan apa yang tertulis di dalam naskah sebagai "keluhan kesal".[178] Dan Castellaneta membawakannya dengan tarikan panjang menjadi "d'ooooooh". Hal ini terinspirasi oleh Jimmy Finlayson, aktor berkebangsaan Skotlandia berkumis yang muncul dalam 33 film Laurel and Hardy.[178] Finlayson telah menggunakan istilah tersebut sebagai eufemisme untuk menggantikan kata "Damn!" (Sialan!). Matt Groening merasa bahwa kata tersebut akan lebih cocok dengan penataan waktu animasi jika diucapkan lebih cepat. Castellaneta kemudian memotongnya menjadi ucapan cepat "D'oh!".[179] Penggunaan "D'oh!" pertama yang disengaja terjadi dalam tayangan pendek Ullman berjudul "The Krusty the Clown Show" (1989), dan penggunaan pertamanya dalam serial utama adalah pada episode perdana, "Simpsons Roasting on an Open Fire".[180]
Kata "D'oh!" pertama kali dimasukkan ke dalam The New Oxford Dictionary of English pada tahun 1998.[178] Kata ini didefinisikan sebagai kata seru yang "digunakan untuk mengomentari suatu tindakan yang dianggap konyol atau bodoh".[181] Pada tahun 2001, "D'oh!" ditambahkan ke dalam Oxford English Dictionary, tanpa menggunakan tanda penyingkat (apostrof) menjadi ("Doh!").[182] Definisi dari kata tersebut adalah "mengekspresikan rasa frustrasi saat menyadari bahwa segala sesuatunya berjalan buruk atau tidak sesuai rencana, atau bahwa seseorang baru saja mengatakan atau melakukan sesuatu yang bodoh".[183] Pada tahun 2006, "D'oh!" ditempatkan di posisi keenam dalam daftar 100 jargon televisi terbesar versi TV Land.[184][185] "D'oh!" juga disertakan dalam The Oxford Dictionary of Quotations.[186] Buku tersebut memuat beberapa kutipan lain dari Homer, termasuk "Anak-anak, kalian telah mencoba yang terbaik dan kalian gagal total. Pelajarannya adalah jangan pernah mencoba", dari episode "Burns' Heir" (musim kelima, 1994) serta "Anak-anak adalah yang terbaik, Apu. Kamu bisa mengajari mereka untuk membenci hal-hal yang kamu benci. Dan mereka praktis membesarkan diri mereka sendiri, apalagi dengan adanya Internet dan semuanya", dari episode "Eight Misbehavin'" (musim ke-11, 1999). Kedua kutipan tersebut masuk ke dalam kamus pada bulan Agustus 2007.[187]
Perdagangan barang
Homer dan anggota keluarganya yang lain telah ditampilkan dalam berbagai barang dagangan (merchandise) yang terkait dengan The Simpsons, yang meliputi boneka, serbet, penyegar udara, cangkir, permen karet, handuk pantai, kantong tidur, sepatu bot salju, bola spons karet, bingkai pelat nomor, kertas corat-coret, magnet laminasi, dan permainan pinball genggam.[188] Sebuah buku berjudul The Homer Book (2004), telah diterbitkan khusus mengenai karakter ini, yang membahas kepribadian dan atribut-atributnya.[189] Simon Hunter dari News Letter menggambarkannya sebagai "buku kecil yang menghibur untuk dibaca sesekali"[190] dan terdaftar sebagai salah satu "buku paling menarik tahun 2004" oleh The Chattanoogan.[191]
Homer telah muncul dalam iklan untuk beberapa merek, termasuk Pepsi, Coca-Cola, dan Kodak.[192][193] Homer bersama karakter Simpsons lainnya juga tampil dalam iklan televisi untuk produk cokelat Butterfinger produksi Nestlé dari tahun 1988 hingga 2001.[194] Groening kemudian menyatakan bahwa kesuksesan dari iklan Butterfinger memainkan peran penting dalam keputusan Fox untuk memberikan lampu hijau bagi pengerjaan serial berdurasi setengah jam tersebut.[195] Pada tahun 2001, Kelloggs meluncurkan merek sereal bernama "Homer's Cinnamon Donut Cereal", yang tersedia dalam waktu terbatas.[189][196] Pada bulan Juni 2009, produsen sistem navigasi otomotif asal Belanda, TomTom, mengumumkan bahwa suara Homer akan ditambahkan ke dalam jajaran suara GPS yang dapat diunduh. Suara Homer, yang direkam oleh Dan Castellaneta, menampilkan beberapa komentar khas karakternya seperti "Ambil jalan kanan ketiga. Kita mungkin bisa menemukan truk es krim! Mmm... es krim."[197]
Homer telah muncul di media lain yang berkaitan dengan The Simpsons. Ia muncul di setiap judul permainan video The Simpsons, termasuk The Simpsons (1991) dan The Simpsons Game (2007).[198][199] Bersamaan dengan serial televisinya, Homer secara berkala muncul dalam edisi komik Simpsons Comics, yang diterbitkan dari tanggal 29 November 1993 hingga 17 Oktober 2018.[200][201] Homer juga memegang peran dalam wahana The Simpsons Ride, yang diluncurkan pada tahun 2008 di Universal Studios Florida dan Hollywood.[202] Pada tanggal 9 Desember 2024, acara Monday Night Football menayangkan sebuah siaran alternatif animasi versi Simpsons untuk pertandingan antara Cincinnati Bengals melawan Dallas Cowboys, yang berjalan sejajar dengan peristiwa nyata di lapangan.[203] Pada bulan November 2025, Homer muncul dalam mini-musim kolaborasi Fortnite x Simpsons, sebagai sebuah tampilan karakter (skin) yang dapat dibeli oleh para pemain.[204]
Referensi
- ↑ Lawson & Persons 2009, hlm. 118.
- ↑ Duffy & Thorson 2015, hlm. 68.
- ↑ Glushko 2013, hlm. 220.
- ↑ Fink 2019, hlm. 96.
- ↑ Waltonen & Du Vernay 2014, hlm. 223.
- ↑ Carroll, Larry (Juli 26, 2007). "Simpsons Trivia, From Swearing Lisa To 'Burns-Sexual' Smithers". MTV News. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 20, 2007. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ Terrace 2020, hlm. 110.
- ↑ Fink 2019, hlm. 81.
- ↑ Croteau & Hoynes 2003, hlm. 220.
- ↑ Brown & Logan 2009, hlm. 24.
- ↑ Buchan 2007, hlm. 98.
- ↑ Gray 2012, hlm. 50.
- ↑ Groening, Matt (writer) (2001). "Commentary for "Simpsons Roasting on an Open Fire"". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). Los Angeles, California: Fox.
- ↑ Jean, Al (2008). The Simpsons: The Complete Eleventh Season (DVD). Los Angeles, California: Fox.
- ↑ Friedrich & Colmenares 2017, hlm. 73.
- ↑ Davis, Gilboy & Zborowski 2015, hlm. 175–188.
- 1 2 Turner 2004, hlm. 78–79.
- ↑ Appel, Rich; Silverman, David (November 19, 1995). "Mother Simpson". The Simpsons. Musim 7. Episode 8. Fox.
- ↑ Jean, Al; Reiss, Mike; Simon, Sam; Silverman, David (Januari 31, 1991). "The Way We Was". The Simpsons. Musim 2. Episode 12. Fox.
- ↑ Martin, Jeff; Lynch, Jeffrey (Desember 26, 1991). "I Married Marge". The Simpsons. Musim 03. Episode 12. Fox.
- ↑ Selman, Matt (writer); Kirkland, Mark (director) (Januari 27, 2008). "That '90s Show". The Simpsons. Musim 19. Episode 11. Fox.
- ↑ Price, Michael (writer); Moeller, Jennifer (director) (Maret 14, 2021). "Do Pizza Bots Dream of Electric Guitars". The Simpsons. Musim 32. Episode 15. Fox.
- ↑ Bailey, Kat (Juli 28, 2021). "The Simpsons: Matt Selman On Continuity And His Support For a Simpsons Hit & Run Remake". IGN. Diakses tanggal Januari 3, 2025.
- ↑ Tyler, Adrienne (Oktober 14, 2020). "The Simpsons: How Old Homer Is (& How His Age Has Changed)". Screen Rant. Diakses tanggal Januari 3, 2025.
- ↑ Reiss, Mike; Jean, Al (writers); Reardon, Jim (director) (2004). "Commentary for "Duffless"". The Simpsons: The Complete Fourth Season (DVD). Fox.
- 1 2 Richmond & Coffman 1997, hlm. 10.
- 1 2 Groening 2010, hlm. 14.
- ↑ Thielman, Sam (April 19, 2017). "Happy Birthd'oh!: The Simpsons Celebrates 30 Years of Cultural Milestones". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 3, 2024. Diakses tanggal November 24, 2024.
- ↑ Bianculli, David (Februari 14, 2003). "Simpson's Creator Matt Groening". NPR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 1, 2024. Diakses tanggal November 24, 2024.
- ↑ Cohen, Ivan (November 29, 2016). "The 12 Most Unexpected Spinoffs in TV History". Vulture. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 7, 2024. Diakses tanggal November 24, 2024.
- ↑ Sito 2006, hlm. 305.
- ↑ "It's a Family Affair?". Spin. Vol. 6, no. 4. Juli 1990. hlm. 67.
- ↑ Fink 2019, hlm. 21.
- ↑ Day, Patrick Kevin (Mei 7, 2013). "Matt Groening's mom dies; maiden name Wiggum, she inspired Marge Simpson". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 20, 2024. Diakses tanggal Desember 21, 2024.
- ↑ "Simpsons creator reveals the real Springfield". Reuters. April 11, 2012. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ Arras 2018, hlm. 214.
- ↑ Janak & Blum 2013, hlm. 82.
- ↑ Rose, Joseph (Agustus 3, 2007). "The real people behind Homer Simpson and family". The Oregonian. Portland, Oregon: Oregonian Media Group. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 3, 2008. Diakses tanggal April 15, 2013.
- ↑ Kolbert, Elizabeth (Februari 25, 1993). "Matt Groening; The Fun of Being Bart's Real Dad". The New York Times. Diakses tanggal September 3, 2008.
- ↑ Snierson, Dan (Juni 9, 2010). "The Simpsons: Matt Groening and Dan Castellaneta on EW's Greatest Character, Homer Simpson". Entertainment Weekly. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ Moore, Sam (Desember 6, 2019). "The Simpsons: 10 real-life inspirations behind the show's best-loved characters". NME. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ "Matt Groening (Episode 1684)". WTF with Marc Maron. Oktober 6, 2025. Diakses tanggal Oktober 10, 2025.
- ↑ Rense, Rip (April 13, 1990). "Laughing With The Simpsons – The animated TV series shows us what's so funny about trying to be normal". St. Louis Post-Dispatch. Entertainment News Service.
- ↑ Andrews, Paul (Oktober 16, 1990). "Groening's Bart Simpson an animated alter ego". South Florida Sun-Sentinel. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 12, 2018. Diakses tanggal Januari 11, 2018.
- ↑ De La Roca, Claudia (April 30, 2012). "Matt Groening Reveals the Location of the Real Springfield". Smithsonian Magazine. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ Groening 2010, hlm. 480, 1096.
- ↑ Cary, Donick; Kirkland, Mark; Nastuk, Matthew (writers) (November 15, 1998). "D'oh-in' in the Wind". The Simpsons. Musim 10. Episode 06. Fox.
- ↑ Heerden 2015, hlm. 214.
- ↑ Bibby, Daniel (Februari 11, 2024). "Bart & Homer Simpson's Names Subtly Honor Another Classic Cartoon". Screen Rant. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ Richmond & Coffman 1997, hlm. 14.
- ↑ Ott 2008, hlm. 83.
- ↑ Groening 2010, hlm. 25.
- ↑ Fink 2019, hlm. 181.
- ↑ Gunning, Cathal (Oktober 9, 2023). "The Simpsons Season 35 Finally Addressed One Of The Show's Biggest Mysteries". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 15, 2024. Diakses tanggal November 26, 2024.
- ↑ Hogan, Michael (Desember 15, 2014). "25 Things You Never Knew About The Simpsons". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 20, 2016. Diakses tanggal November 28, 2024.
- ↑ Hogan, Michael (Desember 27, 2014). "21 Things You Never Knew About The Simpsons". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal November 28, 2024.
- ↑ Bachor, Kenneth; Lin, Joseph C. (Agustus 21, 2014). "The 30 Best Celebrity Cameos on The Simpsons". Time. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 6, 2024. Diakses tanggal November 28, 2024.
- ↑ Fink 2019, hlm. 4.
- ↑ Groening 2001, hlm. 90.
- ↑ Archer, Wes; Groening, Matt; Kirkland, Mark (animators) (2005). "A Bit From the Animators: illustrated commentary for "Summer of 4 Ft. 2"". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). Los Angeles, California: Fox.
- ↑ Silverman, David; Archer, Wes (directors) (2004). "Illustrated commentary for "Treehouse of Horror IV"". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Groening, Matt; Isaacs, David; Levine, Ken; Reiss, Mike; Kirkland, Mark (writers) (2002). "Commentary for "Dancin' Homer". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Oakley, Bill; Weinstein, Josh; Johnson, Tim; Silverman, David; Mirkin, David; Cohen, David X. ""Homer in the Third Dimension" (2005), In The Simpsons: The Complete Seventh Season". 20th Century Home Entertainment.
- ↑ Mirkin, David (director) (2005). "Commentary for "Lisa's Wedding". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Browning & Picart 2014, hlm. 166.
- ↑ Terrace 2014, hlm. 300.
- ↑ Pike 2014, hlm. 73.
- ↑ Farrokh Baroughi & Craver 2015, hlm. 155.
- ↑ Boardman, Madeline (April 29, 2016). "'The Simpsons': See the voice actors behind your favorite characters". Entertainment Weekly. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- ↑ Lawson & Persons 2009, hlm. 111.
- ↑ Martone 2016, hlm. 328.
- ↑ Tyler, Adrienne (April 4, 2021). "The Simpsons: Hans Moleman Is A Clone Theory Explained". Screen Rant. Diakses tanggal Januari 5, 2025.
- 1 2 Elber, Lynn (Agustus 18, 2007). "D'oh!: The Voice of Homer Is Deceivingly Deadpan". Fox News Channel. News Corporation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 3, 2013. Diakses tanggal September 21, 2008.
- 1 2 Lee, Luaine (Februari 27, 2003). "D'oh, you're the voice". The Age. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 2, 2012. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ Brownfield, Paul (Juli 6, 1999). "He's Homer, but This Odyssey Is His Own". Los Angeles Times. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 12, 2008. Diakses tanggal September 8, 2008.
- ↑ Harden, Mark (Februari 9, 2000). "'Simpsons' voice Dan Castellaneta has some surprises for Aspen fest". The Denver Post. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 10, 2009. Diakses tanggal September 8, 2008.
- ↑ Mirkin, David (2004). Commentary for "Bart's Inner Child", in The Simpsons: The Complete Fifth Season [DVD]. 20th Century Fox.
- ↑ Castellaneta, Dan (actor) (2004). "Commentary for "Bart's Inner Child"". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). 20th Century Fox.
- ↑ Morrow, Terry (Juni 23, 2007). "Voice of Homer Simpson leads his own, simple life". The Albuquerque Tribune. Scripps Howard News Service. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 12, 2013. Diakses tanggal September 5, 2008.
- ↑ Castellaneta, Dan (actor) (2005). "Commentary for "Homer the Great". The Simpsons: The Complete Sixth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Richmond & Coffman 1997, hlm. 120.
- ↑ Martin, Jeff (writer) (2004). "Commentary for "Homer's Barbershop Quartet"". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Barrett, Patrick (April 1, 2004). "D'oh! Simpsons go on strike". The Guardian. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- 1 2 Block, Alex Ben (Oktober 11, 2011). "The Simpsons Pay Disputes". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 3, 2024. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- ↑ Glaister, Dan (April 3, 2004). "Simpsons Actors Demand Bigger Share". The Age. Melbourne. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 2, 2008. Diakses tanggal Oktober 26, 2008.
- ↑ Snierson, Dan (Mei 8, 2015). "Harry Shearer to Exit The Simpsons?". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 4, 2024. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ "Simpsons cast sign new pay deal". BBC. Juni 3, 2008. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- ↑ Stowe, Dusty (Oktober 2, 2017). "How Much Does The Cast Of The Simpsons Get Paid?". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 25, 2023. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Weinraub, Bernard (April 14, 2004). "D'oh! Am I Underpaid?; Negotiations Are Stalled for Voice Actors in The Simpsons". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 4, 2024. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Collins, Scott (Mei 1, 2004). "Simpsons Cast, Fox Reach Deal". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 3, 2024. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Schneider, Michael (Mei 2, 2004). "Voices Carry at Fox". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 18, 2021. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Byrne, Ciar (Juni 3, 2008). "Homer's No Loser with a Voice Worth $400,000 Per Show". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 3, 2024. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Wortham, Jenna (Juni 3, 2008). "Simpsons Ink Deal for 20th Season, Score More D'Oh". WIRED. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 7, 2024. Diakses tanggal Desember 1, 2024.
- ↑ Block, Alex Ben (Oktober 7, 2011). "The Simpsons Renewed for Two More Seasons". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 25, 2016. Diakses tanggal Oktober 15, 2011.
- ↑ Reynolds, Robin (November 18, 2024). "The 15 Highest-Paid Voice Actors". Backstage. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- ↑ Leopold, Todd (Februari 13, 2003). "The Simpsons Rakes in the D'oh!". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 10, 2008. Diakses tanggal September 10, 2008.
- 1 2 3 Snierson, Dan (Juni 9, 2010). "The Simpsons: Matt Groening and Dan Castellaneta on EW's Greatest Character, Homer Simpson". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 19, 2012. Diakses tanggal September 7, 2010.
- ↑ Groening, Matt (writer) (2004). "Commentary for "Marge on the Lam". The Simpsons: The Complete Fifth Season (DVD). 20th Century Fox.
- ↑ Reiss, Mike (writer). "Commentary for "There's No Disgrace Like Home". The Simpsons: The Complete First Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Bonné, Jon (Oktober 2, 2000). "The Simpsons has lost its cool". Today. Diakses tanggal September 5, 2008.
- ↑ Suellentrop, Chris (Februari 12, 2003). "The Simpsons: Who turned America's Best TV Show into a Cartoon?". Slate. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 17, 2012. Diakses tanggal September 27, 2008.
- ↑ Tyler, Adrienne (Februari 12, 2020). "The Simpsons Jerkass Homer Explained". Screen Rant. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- ↑ Ritchey, Alicia (Maret 28, 2006). "Matt Groening, did you brain your damage?". The Lantern. Diarsipkan dari asli tanggal April 19, 2008. Diakses tanggal Maret 13, 2008.
- 1 2 McIntosh, Lindsay (Juli 8, 2007). "There's nobody like him... except you, me, everyone". The Times. Diakses tanggal Januari 27, 2025.
- ↑ Brooks, James L. (director); Groening, Matt; Jean, Al; Scully, Mike; Silverman, David (writers); Castellaneta, Dan; Smith, Yeardley (actors) (2007). Commentary for The Simpsons Movie (DVD). 20th Century Fox.
- ↑ Gunning, Cathal (Mei 22, 2024). "The Simpsons Season 35's Ending Finally Solved A 30-Year Old Homer Mystery". Screen Rant. Diakses tanggal April 13, 2025.
- ↑ Oakley, Bill; Weinstein, Josh; Vitti, Jon; Meyer, George (Writers) (2006). "Commentary for "The Simpsons 138th Episode Spectacular"". The Simpsons: The Complete Seventh Season (DVD). 20th Century Fox.
- ↑ Scully, Mike; Hauge, Ron; Selman, Matt; Appel, Rich; Michels, Pete (Writers) (2007). "Commentary for "When You Dish Upon a Star"". The Simpsons: The Complete Tenth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Groening, Matt; Scully, Mike; Jean, Al; Brooks, James L.; Silverman, David (writers) (2007). The Simpsons Movie: A Look Behind the Scenes (DVD). 20th Century Fox.
- ↑ Brown & Logan 2009, hlm. 84.
- ↑ Fink 2019, hlm. 84.
- ↑ Stern, David M.; Reardon, Jim (Februari 18, 1993). "Duffless". The Simpsons. Musim 4. Episode 16. Fox.
- ↑ Roache 2023, hlm. 199.
- ↑ Buncombe, Andrew (November 3, 2023). "'Times have changed': The Simpsons drop Homer strangling Bart gag". The Daily Telegraph. Diakses tanggal Februari 12, 2025.
- ↑ Groening, Matt (writer) (2002). "Commentary for "Simpson and Delilah"". The Simpsons: The Complete Second Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Schneider, Michael (November 9, 2023). "Did The Simpsons Really Ban Homer From Strangling Bart? Producers Call Out 'Clickbaiting' Reports in New Drawing (Exclusive)". Variety. Diakses tanggal Februari 12, 2025.
- ↑ Bailey, Kat (November 10, 2023). "Simpsons Creator Calls Reports that Homer Is Done Strangling Bart 'Clickbaiting'". IGN. Diakses tanggal Februari 12, 2025.
- ↑ Heritage, Stuart (November 7, 2023). "Homer Has Stopped Strangling Bart in The Simpsons and it's About Time". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 20, 2024. Diakses tanggal Desember 18, 2024.
- ↑ Sherlock, Ben (Agustus 22, 2019). "The Simpsons: 10 Bart And Marge Moments That Broke Our Hearts". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 29, 2021. Diakses tanggal Desember 18, 2024.
- ↑ Jackson & Moshin 2013, hlm. 184.
- ↑ Deb, Sopan (November 7, 2023). "Is Homer Simpson a Good Dad Now?". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2023. Diakses tanggal Desember 18, 2024.
- ↑ "Ever Wonder What an Interview with Homer Simpson Will Be Like? Read on". Hindustan Times. September 26, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 15, 2020. Diakses tanggal Desember 18, 2024.
- ↑ Sherlock, Ben (Mei 9, 2021). "The Simpsons: 10 Best Homer & Lisa Episodes". Screen Rant. Diakses tanggal Februari 12, 2025.
- ↑ Tyler, Adrienne (April 19, 2021). "The Simpsons' Original Lisa Plan Would've Been Much Worse". Screen Rant. Diakses tanggal Februari 12, 2025.
- ↑ Crittenden, Jennifer (writer); Scott, Swinton (director) (Januari 22, 1995). "And Maggie Makes Three". The Simpsons. Musim 6. Episode 13. Fox.
- ↑ Heritage, Stuart (Juli 12, 2021). "'A woman trapped in an impossibly unhappy marriage': should Marge divorce Homer?". The Guardian. Diakses tanggal Maret 10, 2025.
- ↑ Alfar, Ramon Paolo Zabala (September 14, 2020). "The Simpsons: Why Homer Got Worse And Worse". Screen Rant. Diakses tanggal Maret 10, 2025.
- ↑ Moore, Steven Dean; Tompkins, Steve (Desember 1, 1996). "A Milhouse Divided". The Simpsons. Musim 08. Episode 06. Fox.
- ↑ Littlechild, Chris (Juli 21, 2020). "The Simpsons: 10 Worst Things Grandpa Simpson Ever Did To Homer". Screen Rant. Diakses tanggal Maret 22, 2025.
- ↑ Martin, Jeff (writer); Kirkland, Mark (director) (Desember 3, 1992). "Lisa's First Word". The Simpsons. Musim 4. Episode 10. Fox.
- ↑ Kogen, Jay (writer); Wolodarsky, Wallace (writer); Silverman, David (director) (Maret 28, 1991). "Old Money". The Simpsons. Musim 2. Episode 17. Fox.
- ↑ "Who's the Daddy?". The Times. Agustus 28, 2004. Diakses tanggal Februari 16, 2025.
- ↑ Costandi, Mo (April 24, 2015). "The Homer Simpson effect: forgetting to remember". The Guardian. Diakses tanggal Februari 16, 2025.
- ↑ Nodelman 2008, hlm. 50.
- 1 2 Fink 2019, hlm. 55.
- ↑ Irwin, Conard & Skoble 2010.
- ↑ Brown & Logan 2009, hlm. 51–53.
- ↑ MacPherson et al. 2015, hlm. 5.
- ↑ Jean, Al (writer); Anderson, Mike B. (director) (Januari 7, 2001). "HOMR". The Simpsons. Musim 12. Episode 9. Fox.
- ↑ Storrs, Carina (September 25, 2015). "It's not just the Duff making Homer Simpson sleepy – he has narcolepsy". CNN. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ Sacks, Mike (Mei 2, 2021). "John Swartzwelder, sage of The Simpsons". The New Yorker (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Mei 2, 2021.
- ↑ Gordon, Doug (Agustus 8, 2018). "Longtime Showrunner, Writer Goes Behind the Scenes of The Simpsons". Wisconsin Public Radio. Diakses tanggal Januari 7, 2020.
- ↑ Page, Susan (September 3, 2007). "Most influential people". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 8, 2011. Diakses tanggal September 23, 2008.
- ↑ Baker, Bob (Februari 16, 2003). "The real first family". Los Angeles Times. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 5, 2008. Diakses tanggal September 4, 2008.
- ↑ "Bugs Bunny tops greatest cartoon characters list". CNN. Juli 30, 2002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 5, 2016. Diakses tanggal Agustus 25, 2007.
- ↑ Vary, Adam B. (Juni 1, 2010). "The 100 Greatest Characters of the Last 20 Years: Here's our full list!". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 26, 2013. Diakses tanggal September 7, 2010.
- ↑ "The 100 Greatest TV Characters". Bravo. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 15, 2007. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ "100 Greatest TV Characters". Channel 4. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 31, 2009. Diakses tanggal Desember 31, 2007.
- ↑ "The 50 Greatest TV Icons". Entertainment Weekly. November 13, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 16, 2018. Diakses tanggal Agustus 15, 2018.
- ↑ Vary, Adam B (Juni 1, 2010). "The 100 Greatest Characters of the Last 20 Years: Here's our full list!". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 11, 2010. Diakses tanggal Juni 11, 2010.
- ↑ "Homer eyes 'best American' prize". BBC News. Juni 13, 2003. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "Presidential poll win for Homer". BBC News. Oktober 25, 2004. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "Couples Pictures, The Simpsons Photos – Photo Gallery: The Best TV Couples of All Time". TV Guide. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 1, 2015. Diakses tanggal Juni 20, 2012.
- ↑ Stanichar, Joseph; Jackson, Josh (Mei 10, 2010). "The 50 Best Cartoon Characters of All Time". Paste. Diarsipkan dari asli tanggal April 4, 2022. Diakses tanggal April 4, 2022.
- ↑ Wyatt, Nelson (Juli 18, 2003). "Don't have a cow! Homer Simpson is Canadian, creator says". Yahoo! News. Diarsipkan dari asli (News article) tanggal Oktober 5, 2002. Diakses tanggal Maret 4, 2013.
- ↑ "Homer Simpson to become an honourary [sic] Winnipegger". CBC News. Mei 30, 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 10, 2008. Diakses tanggal Januari 19, 2008.
- ↑ "Wish for rain to wash away Homer". BBC News. Juli 16, 2007. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ King, Darryn (Februari 26, 2018). "Why Lisa Simpson Matters". Vanity Fair. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ Gitlin 2013, hlm. 104.
- ↑ Schneider, Michael (Agustus 11, 2004). "Emmy speaks for Homer". Variety. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "Tina Fey wins Emmy award for Sarah Palin spoof". Reuters. September 13, 2009. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "62nd Primetime Emmy Award Nominations". CBS News. Juli 8, 2010. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "Dan Castellaneta Biography, Celebrity Facts and Awards". TV Guide. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ March, Catherine Dawson (Mei 18, 2004). "Degrassi scores a coup at U.S. TV awards". The Globe and Mail. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ Waltonen & Du Vernay 2014, hlm. 11.
- ↑ "Matt Groening". Hollywood Walk of Fame. Oktober 25, 2019. Diakses tanggal Desember 19, 2024.
- ↑ Fisher, Max (September 21, 2010). "Scientists Discover 'The Homer Simpson Gene'". The Atlantic. Diakses tanggal Februari 23, 2025.
- ↑ "Person of the Week: Matt Groening". ABC News. Juli 27, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 23, 2011. Diakses tanggal September 3, 2008.
- ↑ Turner 2004, hlm. 80.
- ↑ Mazur & McCarthy 2001, hlm. 243.
- ↑ Halwani, pp. 22–23
- ↑ Armstrong, Jennifer; Pastorek, Whitney; Snierson, Dan; Stack, Tim; Wheat, Alynda (Juni 18, 2007). "100 New TV Classics". Entertainment Weekly. Los Angeles, California: Time, Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 10, 2015. Diakses tanggal September 14, 2008.
- ↑ Snierson, Dan (Januari 14, 2000). "Springfield of Dreams". Entertainment Weekly. New York City: Time, Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 5, 2012. Diakses tanggal September 21, 2008.
- 1 2 Turner 2004, hlm. 99–106.
- ↑ Josh Weinstein (writer) (2006). "Commentary for "Homer's Enemy"". The Simpsons: The Complete Eighth Season (DVD). Los Angeles, California: 20th Century Fox.
- ↑ Cantor 2001, hlm. 74–76.
- ↑ McIntosh, Lindsay (Juli 8, 2007). "There's nobody like him ... except you, me, everyone". The Sunday Times. London, England: Times Media Group. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 6, 2019. Diakses tanggal September 21, 2008.
- 1 2 3 Reiss & Klickstein 2018, hlm. 108.
- ↑ "What's the story with ... Homer's D'oh!". The Herald. Juli 21, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 15, 2010. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ Simon, Jeremy (Februari 11, 1994). "Wisdom from The Simpsons' 'D'ohh' boy". The Daily Northwestern. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 15, 2008. Diakses tanggal September 22, 2008.
- ↑ Shewchuk, Blair (Juli 17, 2001). "D'oh! A Dictionary update". CBC News. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 9, 2008. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ "It's in the dictionary, D'oh!". BBC News. Juni 14, 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 3, 2002. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ "'D'oh!' The Right Thing?". Newsweek. Juni 15, 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 29, 2012. Diakses tanggal September 21, 2008.
- ↑ "Dyn-O-Mite! TV Land lists catchphrases". USA Today. November 28, 2006. Diarsipkan dari asli tanggal April 15, 2012. Diakses tanggal September 7, 2008.
- ↑ "The 100 greatest TV quotes and catchphrases". TV Land. 2008. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 13, 2008. Diakses tanggal September 7, 2008.
- ↑ Shorto, Russell (Mei 21, 2000). "Homer's Odyssey". Us Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal September 4, 2008. Diakses tanggal September 23, 2008.
- ↑ Shorto, Russell (Agustus 24, 2007). "Simpsons quotes enter new Oxford dictionary". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 2, 2008. Diakses tanggal September 23, 2008.
- ↑ Kleinfield, N. R. (April 29, 1990). "Cashing in on a Hot New Brand Name". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 19, 2024. Diakses tanggal Desember 19, 2024.
- 1 2 "D'oh! Eat Homer for breakfast". CNN. September 10, 2001. Diarsipkan dari asli tanggal April 30, 2008. Diakses tanggal September 3, 2008.
- ↑ Hunter, Simon (November 15, 2004). "The perfect present for a 'Doh' nut". The News Letter.
- ↑ Evans, Bambi (Februari 9, 2005). "Bambi Evans: The Most Interesting Books Of 2004". The Chattanoogan. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 10, 2005. Diakses tanggal September 27, 2008.
- ↑ Jensen, Jeff (Juni 23, 1997). "Fox's biggest promo linked to 'Simpson': Pepsi beverages, Subway, Kodak ready separate efforts for show". Ad Age. Diakses tanggal Maret 3, 2025.
- ↑ Bivins, Kenn (Februari 11, 2025). "Fans Are Racing to Try Butterfinger's New Ice Cream Bars". Parade. Diakses tanggal Maret 3, 2025.
- ↑ Schultz., E.J. (Januari 7, 2013). "Rewind: Butterfinger at 90". Ad Age. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 19, 2023. Diakses tanggal Desember 20, 2024.
- ↑ "A Portrait of the Bartist – The Simpsons Matt Groening Has Fulfilled His Dream of Invading Mainstream U.S. Pop Culture". Star Tribune. Mei 13, 1995.
- ↑ Fonseca, Nicholas (November 15, 2001). "Cereal Numbers". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari asli tanggal April 21, 2009. Diakses tanggal Oktober 28, 2008.
- ↑ "Homer Simpson joins the TomTom GPS voice lineup". Daily News. Juni 17, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 21, 2009. Diakses tanggal September 20, 2009.
- ↑ Hopper, Steven (Februari 3, 2012). "The Simpsons Arcade Review". IGN. Diakses tanggal Maret 3, 2025.
- ↑ Walk, Gary Eng (November 5, 2007). "Work of Bart". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 17, 2008. Diakses tanggal September 7, 2008.
- ↑ Radford, Bill (November 19, 2000). "Groening launches Futurama comics". The Gazette.
- ↑ Shutt, Craig. "Sundays with the Simpsons". MSNBC. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 8, 2007. Diakses tanggal September 7, 2008.
- ↑ MacDonald, Brady (April 9, 2008). "Simpsons ride features 29 characters, original voices". Los Angeles Times. Diarsipkan dari asli tanggal September 14, 2008. Diakses tanggal September 7, 2008.
- ↑ Bieler, Des (Desember 9, 2024). "Cowboys, Bengals to enter Simpsons universe in alternate MNF telecast". Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 9, 2024. Diakses tanggal Desember 21, 2024.
- ↑ Hernandez, Patricia (November 2, 2025). "Fortnite's The Simpsons event is both bigger and smaller than you think". Polygon. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 5, 2025. Diakses tanggal November 5, 2025.
Bibliografi
- Arras, Paul (2018). The Lonely Nineties. Springer International Publishing. ISBNÂ 978-3-319-93094-7.
- Brown, Alan S.; Logan, Chris (2009). The Psychology of the Simpsons. BenBella Books. ISBNÂ 978-1-935251-39-2.
- Browning, John Edgar; Picart, Kay (2014). Dracula in Visual Media. McFarland & Company. ISBNÂ 978-0-7864-6201-8.
- Buchan, Suzanne (2007). Animated 'Worlds'. Indiana University Press. ISBNÂ 978-0-86196-927-2.
- Cantor, Paul Arthur (2001). Gilligan Unbound: Pop Culture in the Age of Globalization. Rowman & Littlefield. hlm. 74–76. ISBN 978-0-7425-0779-1.
- Croteau, David; Hoynes, William (2003). Media/Society. Sage Publishing. ISBNÂ 978-0-7619-8773-4.
- Davis, Amy M.; Gilboy, Jemma; Zborowski, James (2015). "How Time Works in The Simpsons". Animation. 10 (3). Sage Publications: 175–188. doi:10.1177/1746847715602403. ISSN 1746-8477.
- Duffy, Margaret; Thorson, Esther (2015). Persuasion Ethics Today. Taylor & Francis. ISBNÂ 978-1-317-30964-2.
- Farrokh Baroughi, Alireza; Craver, Scott (Maret 4, 2015). "The non-trusty clown attack on model-based speaker recognition systems". Dalam Alattar, Adnan M.; Memon, Nasir D.; Heitzenrater, Chad D. (ed.). Media Watermarking, Security, and Forensics 2015. Proceedings of SPIE. Vol. 9409. Bibcode:2015SPIE.9409E..04F. doi:10.1117/12.2083412.
- Fink, Moritz (2019). The Simpsons. Rowman & Littlefield. ISBNÂ 978-1-5381-1617-3.
- Friedrich, Daniel; Colmenares, Erica (2017). Resonances of El Chavo del Ocho in Latin American Childhood, Schooling, and Societies. Bloomsbury Publishing. ISBNÂ 978-1-4742-9888-9.
- Gitlin, Martin (2013). The Greatest Sitcoms of All Time. Scarecrow Press. ISBNÂ 978-0-8108-8725-1.
- Glushko, Robert J. (2013). The Discipline of Organizing. MIT Press. ISBNÂ 978-0-262-31398-8.
- Gray, Jonathan (2012). Watching with The Simpsons. Taylor & Francis. ISBNÂ 978-1-134-23320-5.
- Groening, Matt (2010). Richmond, Ray; Gimple, Scott M.; McCann, Jessie L.; Seghers, Christine; Bates, James W. (ed.). Simpsons World: The Ultimate Episode Guide: Seasons 1–20 (Edisi 1st). HarperCollins. ISBN 9780061711282.
- Groening, Matt (2001). Simpsons Comics Royale. HarperPerennial. ISBNÂ 978-0-00-711854-0.
- Groening, Matt (1997). Richmond, Ray; Coffman, Antonia (ed.). The Simpsons: A Complete Guide to Our Favorite Family (Edisi 1st). HarperPerennial. ISBNÂ 978-0-06-095252-5. LCCNÂ 98141857. OCLCÂ 37796735. OLÂ 433519M.
- Halwani, Raja (1999). "Homer and Aristotle". Dalam Irwin, William; Conrad, Mark T.; Skoble, Aeon (ed.). The Simpsons and Philosophy: The D'oh! of Homer. Open Court. ISBNÂ 978-0-8126-9433-8.
- Heerden, Bill van (September 2, 2015). Film and Television In-Jokes. McFarland & Company. ISBNÂ 978-1-4766-1206-5.
- Irwin, William; Conard, Mark T.; Skoble, Aeon J. (2010). The Simpsons and Philosophy. Open Court. ISBNÂ 978-1-4596-0115-4.
- Janak, Edward A.; Blum, Denise F. (2013). The Pedagogy of Pop. Rowman & Littlefield. ISBNÂ 978-0-7391-7600-9.
- Lawson, Tim; Persons, Alisa (2009). The Magic Behind the Voices. University Press of Mississippi. ISBNÂ 978-1-4968-0122-7.
- MacPherson, Sarah E.; Sala, Sergio Della; Cox, Simon; Girardi, Alessandra; Iveson, Matthew H. (2015). Handbook of Frontal Lobe Assessment. Oxford University Press. ISBNÂ 978-0-19-966952-3. OCLCÂ 910931351.
- Mazur, Eric Michael; McCarthy, Kate (2001). God in the Details: American Religion in Popular Culture. Routledge. ISBNÂ 978-0-415-92564-8.
- Martone, Eric (2016). Italian Americans. Bloomsbury Publishing. ISBNÂ 978-1-61069-995-2.
- Jackson, Ronald L.; Moshin, Jamie E. (2013). Communicating Marginalized Masculinities. Routledge. ISBNÂ 978-0-415-62307-0.
- Nodelman, Perry (2008). The Hidden Adult. Johns Hopkins University Press. ISBNÂ 978-0-8018-8980-6. OCLCÂ 183179540.
- Ott, Brian L. (2008). The Small Screen. John Wiley & Sons. ISBNÂ 978-0-470-76637-8.
- Pike, Deidre M. (2014). Enviro-Toons. McFarland & Company. ISBNÂ 978-0-7864-9002-8.
- Reiss, Mike; Klickstein, Mathew (2018). Springfield confidential: jokes, secrets, and outright lies from a lifetime writing for the Simpsons. Dey Street Books. ISBNÂ 978-0062748034.
- Roache, Rebecca (2023). For F*ck's Sake. Oxford University Press. ISBNÂ 978-0-19-066506-7.
- Sito, Tom (2006). Drawing the Line: The Untold Story of the Animation Unions from Bosko to Bart Simpson. University Press of Kentucky. ISBNÂ 978-0-8131-7148-7.
- Terrace, Vincent (2014). Encyclopedia of Television Shows, 1925 through 2010, 2d ed. McFarland & Company. ISBNÂ 978-0-7864-8641-0.
- Terrace, Vincent (2020). The Television Treasury. McFarland & Company. ISBNÂ 978-1-4766-8029-3.
- Turner, Chris (2004). Planet Simpson: How a Cartoon Masterpiece Documented an Era and Defined a Generation. Foreword by Douglas Coupland. (Edisi 1st). Random House Canada. ISBNÂ 978-0-679-31318-2. OCLCÂ 55682258.
- Waltonen, Karma; Du Vernay, Denise (2014). The Simpsons in the Classroom: Embiggening the Learning Experience with the Wisdom of Springfield. McFarland & Company. ISBNÂ 978-0-7864-5692-5.
Bacaan lebih lanjut
- Alberti, John, ed. (2003). Leaving Springfield: The Simpsons and the Possibility of Oppositional Culture. Wayne State University Press. ISBNÂ 978-0-8143-2849-1.
- Brown, Alan; Logan, Chris (2006). The Psychology of The Simpsons. BenBella Books. ISBNÂ 978-1-932100-70-9.
- Fink, Moritz (2019). The Simpsons: A Cultural History. Rowman & Littlefield. ISBN 978-1-5381-1616-6.
- Groening, Matt (2005). The Homer Book. HarperCollins. ISBNÂ 978-0-06-111661-2.
- Groening, Matt (1991). The Simpsons Uncensored Family Album. HarperCollins. ISBNÂ 978-0-06-096582-2.
- Pinsky, Mark I (2004). The Gospel According to The Simpsons: The Spiritual Life of the World's Most Animated Family. Louisville, Kentucky: Westminster John Knox Press. ISBNÂ 978-0-664-22419-6.
Tautan Eksternal
Media terkait Homer Simpson di Wikimedia Commons- Homer Simpson on IMDb
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Seniman | |
| Lain-lain | |
