Episode ini mendapat tanggapan positif. Banyak kritikus yang menyukai visual brilian pada segmen terakhir yang ditutup dengan "penampakkan New York City, dilihat melalui berbagai panjang gelombang cahaya: cahaya tampak, inframerah, ultraviolet, sinar-X, gelombang mikro, dan bahkan gelombang radio" diiringi musik Rhapsody in Blue.[3][4] Episode tersebut mempertahankan penilaian/pangsa sebelumnya sebesar 1,5/4 pada kategori usia 18-49 dengan jumlah penonton langsung di Amerika Serikat sebanyak 3,98 juta orang.[5]
Ringkasan
Penemuan celah pada spektrum cahaya kasatmata (visible light) dari matahari oleh Joseph von Fraunhofer, yaitu garis-garis unik yang mengacu pada elemen atom tertentu, kelak memungkinkan diketahuinya komposisi objek bintang jauh menggunakan spektroskopi astronomi.
Episode ini membahas teori gelombang cahaya yang dipelajari manusia saat ini. Tyson mengatakan bahwa cahaya telah memainkan peran penting dalam kemajuan ilmiah, dimulai dari eksperimen terawal sekitar 2000 tahun yang lalu berupa camera obscura oleh filsuf Cina, Mozi. Tyson menyebut karya ilmuwan Arab abad ke-11, Ibn al-Haytham, sebagai salah satu karya pertama yang membahas sifat cahaya dan optik sehingga teleskop dapat diciptakan. Al-Haytham (Alhazen) juga merupakan salah satu peneliti pertama yang menggunakan metode ilmiah.
Tyson lalu membahas sifat cahaya yang ditemukan manusia. Penelitian Isaac Newton menggunakan dispersi melalui prisma menunjukkan bahwa cahaya terdiri dari spektrum kasatmata, sedangkan temuan William Herschel pada abad ke-19 menunjukkan bahwa cahaya juga terdiri dari sinar inframerah. Joseph von Fraunhofer kemudian menemukan bahwa dengan memperbesar spektrum cahaya kasatmata, celah-celah dalam spektrumnya bisa terlihat. Garis Fraunhofer ini disebabkan oleh penyerapan cahaya oleh elektron yang bergerak di antara orbit atom (dalam acara ini diilustrasikan dengan model Bohr) saat melintasi atom; setiap atom memiliki sifat khas akibat sifat kuantum orbitnya. Temuan ini menjadi perintis spektroskopi astronomi sehingga para astronom dapat menentukan komposisi bintang, planet, dan benda kebintangan lainnya menggunakan garis spektrum, serta mengamati gerakan dan perluasan alam semesta, dan keberadaan materi gelap.
Tanggapan
Penayangan episode ini di Fox mendapat penilaian/pangsa sebesar 1,5/4 di kategori usia 18-49. Sekitar 3,98 juta penonton Amerika Serikat menontonnya secara langsung. Episode ini menempati peringkat ketiga dan terakhir di slot waktu yang sama setelah Resurrection dan Believe; dan ke-12 dari 15 acara yang mengudara pada malam itu.[5]