Hari Santo Piran dikabarkan sebagai hari raya favorit di kalangan penambang timah yang percaya bahwa beberapa rahasia proses pengolahan timah diturunkan Santo Piran kepada leluhur mereka. Penambang mengosongkan tambang pada hari itu agar mesin-mesin bisa "beroperasi sendiri", dan menjadikan hari itu sebagai hari libur.[3] Tidak ada penjelasan terinci mengenai tradisi khusus pada hari ini selain konsumsi alkohol dan makanan dalam jumlah besar selama 'Perrantide'. Sehari sesudah Hari Santo Piran disebut Hari Mazey, istilah yang sekarang dipakai untuk festival Golowan yang dihidupkan kembali di Penzance. Frasa mabuk seperti seorang perraner sudah dipakai pada abad ke-19 di Cornwall untuk menggambarkan seseorang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.[4]