Berisi catatan keadaan orang Israel setelah menempati tanah Kanaan,[3] di mana Allah membangkitkan hakim-hakim untuk memimpin orang Israel, antara lain yang disebutkan di pasal ini yaitu: Simson.
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi setelah Simson menjadi hakim selama 20 tahun.[4] (~ 1055 SM)
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia. (TB)[5]
Persoalan Simson dengan nafsunya yang tak terpuaskan akhirnya mengakibatkan kehancurannya (bandingkan Hakim–hakim 16:4,19–21). Dia lebih mementingkan pemuasan nafsu seksualnya daripada menyenangkan Allahnya yang kudus (Hakim–hakim 16:1–3).[6]
Ayat 4
Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. (TB)[5]
"Sorek": Dalam Midras (Numbers Rabbah 9) dinyatakan bahwa sorek adalah "pohon tak berbuah; pohon sia-sia" (kata ריק req berarti "kosong" dalam bahasa Ibrani), yang menyiratkan sebuah pelajaran moral dan metafora yang menunjukkan bahwa keterlibatan Simson dalam urusannya dengan Delila akhirnya "sia-sia". Namun, etimologi lain menunjukkan bahwa "sorek" berarti "anggur pilihan" (Kejadian 49:11; Yesaya 5:2; Yeremia 2:21) dan mengacu pada perkebunan anggur dan pembuatan minuman anggur yang berkembang di daerah tersebut.[7]
Ayat 5
Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."[8]
Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya (Delila), lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.[10]
Simson berkompromi dengan Delila melalui pengabaian perintah Allah untuk tetap terpisah dari bangsa-bangsa jahat di Kanaan (Ulangan 7:1–4). Ia gagal menyadari bahwa kompromi dengan para penyembah berhala dan orang dursila berarti membuka kehidupannya terhadap kuasa Iblis, angan-angan kosong, dan kekalahan menyeluruh (ayat Hakim–hakim 16:19–21).[6]
Ayat 20
Lalu berserulah perempuan itu (Delila): "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.[11]
Simson menjadi contoh orang percaya yang mengira bahwa Allah akan tetap menyertai mereka sekalipun mereka terus hidup di dalam dosa dan ketunasusilaan. Allah meninggalkan hakim ini karena dia terus-menerus tidak taat (bandingkan 1 Korintus 9:27; Ibrani 3:6–19). Ayat ini dengan tegas mengingatkan kita bahwa adalah mungkin untuk Tuhan meninggalkan seseorang yang bersikeras berbuat dosa tanpa disadari orang itu sendiri.[6]
Ayat 28
Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."[12]
Bahasa Ibrani: ויקרא שמשון אל־יהוה ויאמר אדני יהוה זכרני נא וחזקני נא אך הפעם הזה האלהים ואנקמה נקם־אחת משתי עיני מפלשתים׃
Simson, kini dengan sikap bertobat dan iman yang dibaharui kepada Allah, berseru kepada Tuhan, dan doanya dikabulkan. Pertunjukan iman Simson ini mengakibatkan namanya tercantum dalam daftar pahlawan iman (lihat Ibrani 11:32).[6]
Tradisi Kristen
Sejumlah komentator Kristen memandang Simson sebagai "tipe"Yesus Kristus, berdasarkan sejumlah kemiripan antara kisah Simson dan kehidupan Yesus dalam Perjanjian Baru.[13][14] Pengkhiatan terhadap Simson oleh Delila dibandingkan dengan pengkhianatan terhadap Yesus oleh Yudas Iskariot;[14] di mana baik Delila maupun Yudas dibayar dengan uang perak untuk perbuatan mereka masing-masing.[15]Ebenezer Cobham Brewer mencatat dalam bukunya A Guide to Scripture History: The Old Testament bahwa Simson "dibutakan, dihina [dan] diperbudak" sebelum kematiannya, sedangkan Yesus "ditutupi matanya, dihina, dan diperlakukan seperti seorang budak" sebelum penyaliban-Nya.[16] Brewer juga membandingkan kematian Simson di antara "orang-orang jahat" dengan Kristus yang disalibkan di antara dua orang penjahat.[16]
Arkeologi
Dua kuil Filistin telah ditemukan oleh para ahli arkeologi. Satu di Tel Qasile yang terletak di utara Tel Aviv, dan satu di Tel Miqne, yaitu kota Ekron kuno, 21 mil di selatan Tel Aviv. Kedua kuil mempunyai desain yang unik: atapnya disangga oleh dua tiang penyangga tengah. Tiang penyangganya terbuat dari kayu dan berdiri di atas alas batu. Penemuan arkeologi ini sangat cocok dengan cerita Kitab Suci, karena dengan tiang-tiang yang berjarak enam kaki, seorang yang kuat dapat melepaskan tiang tersebut dari alas batunya dan menyebabkan seluruh atap runtuh.[17][18][19] Pada tahun 2010, kuil orang Filistin di Tell-es-Safi (Gaza kuno) yang diduga dihancurkan oleh Simson ditemukan dalam suatu penggalian yang dipimpin oleh Prof. Aren Maeir, di mana kuil itu juga memiliki dua tiang penyangga di tengah-tengahnya.[20][21]
Galeri
Samson and Delilah ("Simson dan Delila"; 1887) karya Jose Etxenagusia
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857