Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.[3]
Tongkat penghalau lembu
Senjata yang digunakan oleh Samgar ketika menewaskan 600 orang Filistin adalah "tongkat penghalau lembu". Ini diterjemahkan dari bahasa Ibrani:מלמד הבקרcode: he is deprecated (mal·maḏ ha·bā·qār; bahasa Inggris:oxgoadcode: en is deprecated ). Sebenarnya merupakan sebuah alat terbuat dari kayu berbentuk tongkat yang panjangnya kira-kira 8 kaki (2,4m), diperlengkapi dengan paku-paku besi yang runcing di satu ujungnya, untuk menggiring lembu pada waktu membajak tanah, dan ujung yang satu adalah pengeruk besi untuk menyingkirkan lumpur yang menutupi mata bajak ketika dipakai. Kenyataan bahwa sang penyelamat bangsa Israel tidak mempunyai senjata yang lebih baik menunjukkan kekuatan imannya dan kebesaran Sang Penolong Ilahi (yaitu Allah Israel).[1]