Perjalanan Karier Militer
Karier keprajuritannya dimulai dengan menduduki jabatan sebagai Danton Yonzikon-11 Ditziad (kini Yonzipur 11 Kodam Jaya). Ia dipercaya menduduki beberapa jabatan di Yonzikon 11, hingga kemudian menjadi Gumil (Guru Militer) di Pusdikzi Kodiklatad di Bogor. Untuk menambah ilmu, wawasan, dan guna mengembangkan diri, ia mengikuti beberapa pendidikan seperti Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut dan Strata-1 Sospol, yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2000.
Pada tahun 2002, ia berkompetisi dengan para perwira lainnya untuk dapat mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat atau Seskoad. Berkat kemampuan intelektual yang tinggi, dan motivasi yang kuat untk menyelesaikan tugas, serta ditunjang pula oleh kestabilan emosi dan kemampuan menjalin relasi, iapun akhirnya berhasil lulus seleksi. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menimba ilmu di sekolah yang diperuntukkan bagi perwira yang akan menduduki jabatan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ini.
Untuk penyelesaian tugasnya, beberapa macam Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) seperti Kursus Operasi Gabungan (Susopsgab) TNI, dan Kursus Komandan Kodim (Susdandim) pun diikuti oleh beliau. Berdasarkan kinerja dan kompetensi yang dimilikinya, beliau selanjutnya diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan Komandan Kodim 1607 di Sumbawa, pada tahun 2003. Beliau mendapatkan kepercayaan untuk menjabat Kazidam Kodam IX/Udayana pada tahun 2005, yang mengantarkannya untuk menduduki jabatan Kolonel.
Keberadaannya dalam institusi TNI AD semakin diperhitungkan, ketika beliau mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia. Dengan taraf kecerdasan yang cukup baik, kemampuan personal dan interpersonal yang cukup menonjol, serta pengalaman penugasan yang cukup variatif, membuatnya berhasil melaksanakan tugas-tugas yang diembannya. Jiwa kepemimpinannya menonjol, membuat beliau mampu tampil sebagai pemimpin yang handal. Beliau memiliki komitmen yang tinggi dalam penyelesaian tugas. Selain itu, beliau memiliki kemampuan analisis yang tajam dan mendalam, yang mendukung beliau untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Kemampuannya untuk mengendalikan kehidupan perasaan juga mendukung beliau dalam mengemban setiap jabatan yang dipercayakan. Untuk itu, beliau dianugerahi pangkat Brigadir Jenderal TNI, dengan menduduki jabatan Komandan Detasemen Markas Besar Tentara Nasional Indonesia pada tahun 2018.
Berbekal kemampuannya serta pertimbangan pimpinan TNI AD, pada tahun 2021 beliau diberi kepercayaan serta mencapai puncak baktinya dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI sebagai Pa Sahli Tk. III Bid Jahpers Panglima Tentara Nasional Indonesia. Perjalanan karier yang dilalui bukanlah jalan yang mudah untuk diraihnya, semua ini memerlukan perjuangan, pengorbanan, loyalitas, kegigihan, dan profesionalitas yang dipegangnya menghantarkan dirinya untuk meraih puncak kariernya, sekaligus membuktikan bahwa Mayor Jenderal TNI Andi Gunawan Pakki, S.IP., S.T., M.T. merupakan salah satu prajurit yang dibanggakan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.