Tingkat prevalensi gerontofilia hingga kini tidak diketahui.[1] Sebuah penelitian mengenai pencarian istilah pornografi melalui internet berdasarkan jejaring di dalam kelompok menemukan bahwa sebanyak 0.15% bertema gerontofilia.[4] Pemerkosa atau penyerang seksual dengan korban manula tidak selalu memiliki kecenderungan sebagai seorang gerontofil. Mungkin terdapat dugaan motivasi lain seperti amuk kemarahan atau sadisme yang tidak melibatkan minat seksual spesifik terhadap manula. Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa pelanggar seksual seperti ini adalah gerontofil. Dalam sebuah studi kecil, ditemukan dua dari enam pelanggar seksual dengan korban manula memiliki kecenderungan gerontofilia.[5] Perilaku gerontofilia dapat juga diwujudkan dalam bentuk seseorang secara sadar memilih pasangan hidup (suami atau istri) yang berusia lanjut dalam konteks legal (misalnya pernikahan).[1][6]
↑Kaul, A.; Duffy, S. (1991). "Gerontophilia: A case report". Medicine, Science and the Law. 31: 110–114.
↑Hammond, S.; Quayle, E.; Kirakowski, J.; O'Halloran, E.; Wynne, F. (2009). An examination of problematic paraphilic use of peer to peer facilities. Conference proceedings: Advances in the analysis of online paedophile activity. Paris, France. hlm. 65. CiteSeerX: 10.1.1.167.8208.
12Ball, H. N. (2005). "Sexual offending on elderly women: A review". Journal of Forensic Psychiatry and Psychology. 16 (1): 127–138. doi:10.1080/14789940412331290076.
↑Milner, Joel S.; Dopke, Cynthia A.; Crouch, Julie L. (2008). "Paraphilia Not Otherwise Specified: Psychopathology and Theory". Dalam Laws, D. Richard (ed.). Sexual Deviance: Theory, Assessment, and Treatment, 2nd edition. The Guilford Press. hlm. 388.