Galaktosamina adalah agen hepatotoksik atau perusak hati, yang terkadang digunakan dalam model hewan gagal hati.
Hepatotoksisitas
Galaktosamina digunakan untuk menginduksi hepatitis pada hati hewan pengerat untuk tujuan penelitian. Hasil penggunaan galaktosamina untuk menginduksi hepatitis adalah model penyakit di mana terjadi nekrosis dan peradangan hati. Jenis kerusakan jaringan yang dipicu oleh galaktosamina ini menyerupai penyakit hati akibat obat pada manusia.[3]
Mekanisme Hepatotoksisitas
Mekanisme yang diusulkan di balik hepatitis yang diinduksi oleh galaktosamina adalah penipisan sumber energi hepatosit. Dalam jalur Leloir, galaktosamina dimetabolisme menjadi galaktosamina-1-fosfat (oleh galaktokinase) dan UDP-galaktosamina (oleh UDP-galaktosa uridiltransferase). Dihipotesiskan bahwa hal ini menyebabkan akumulasi UDP-galaktosamina di dalam sel, dan uridina trifosfat (UTP), uridina difosfat (UDP), dan uridina monofosfat (UMP) menurun.[2] Penipisan molekul berenergi tinggi seperti UTP menyebabkan gangguan metabolisme hepatosit. Selain itu, turunan uridina lainnya seperti UDP-glukosa juga berkurang dan ini mengganggu sintesis glikogen di dalam sel.
Hipotesis lain yang baru-baru ini dikemukakan menyatakan bahwa ekspresi berlebihan sitokin pro-inflamasi (seperti faktor nekrosis tumor (TNFα) dan sintase oksida nitrat yang dapat diinduksi (iNOS) yang bergantung pada NF-κB) berperan dalam kerusakan sel hati yang disebabkan oleh galaktosamina.[3]