Sejarah
GKPM didirikan pada 9 Juli 1916 di Nemnemleleu – Sikakap, Mentawai, untuk mewujudkan tri tugas panggilan gereja, yaitu: persekutuan, kesaksian, dan pelayanan, sebagai tubuh Kristus dalam menghadirkan Kerajaan Allah yang berisikan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia, khususnya di Kepulauan Mentawai.[1]
Pada tahun 1901, seorang Misionaris asal Jerman yakni August Lett, sebenarnya sudah hadir di Kepulauan Mentawai, namun dalam tugas penginjilan, dia terbunuh oleh warga Mentawai di Talo'pulei tahun 1909. Selanjutnya, pelayanan August Lett dilanjutkan oleh F. Borger. Borger melakukan penginjilan hampir 16 tahun lamanya, baru ada yang bersedia untuk dibaptis.
Pada hari Sabtu, tanggal 9 Juli 1916, sebanyak 11 orang dari 2 keluarga, yakni Jagomandi Samaloisa dan Pomanyang Sakerebau menerima baptisan kudus. Momen tersebut kemudian disepakati sebagai hari lahirnya Gereja Kristen Protestan Mentawai.[1] Dan kini, Kepulauan Mentawai adalah satu-satunya kabupaten di Sumatera Barat yang penduduknya mayoritas beragama Kristen.[2]