Gereja Toraja Mamasa (disingkat GTM) atau dalam Bahasa Inggris disebut The Toraja Mamasa Church adalah kelompok gerejaKristen Protestan di Indonesia yang beraliran Calvinis/Reformed dahulunya bernama Gereja Kristen Toraja Mamasa (GKTM) dan merupakan jenis lembaga gereja terbesar di Provinsi Sulawesi Barat yang berpusat di Jl. Demmatande No.17, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (sebelumnya Kabupaten ini pernah menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan, pada waktu itu masih tergabung dengan Polewali sebagai Kabupaten Polewali Mamasa, baru pada tahun 2002 Mamasa menjadi kabupaten tersendiri) Gereja Toraja Mamasa terdaftar sebagai anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia pada tanggal 25 Mei 1950 pada nomor urut 11. Gereja Toraja Mamasa memiliki beberapa organisasi intra gerejawi yang disebut Kategorial atau Penatalayanan, di antaranya PPrGTM (Persekutuan Perempuan Gereja Toraja Mamasa), PPGTM (Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa), PAR-GTM (Persekutuan Anak dan Remaja Gereja Toraja Mamasa), dan PKB-GTM (Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja Mamasa)
Sejarah
Penginjilan dirintis tahun 1931, dan pendiri awal adalah Zending Christelijke Gereformeedre Kerken in Nederland yang berpusat di Veenendaal, Belanda, meskipun sebelumnya kekristenan dimulai oleh Indische Kerk (GPI).
Tahun 1913/14-1928 Indische Kerk melakukan pembaptisan massal pada tanggal 12 Oktober 1913 yang dilakukan oleh Ds. RWF. Kyftenbelt dan kawan-kawan. Namun sebelum Baptisan awal itu terjadi Ds.Kyftenbelt telah terlebih dahulu mengirim Guru Injil Daud Raranta pada sekitar tahun 1912 yang kemudian melaporkan bahwa bahwa orang-orang yang telah Diinjili siap untuk dibaptis. Mereka yang kemudian menerima baptisan itulah sebagai awal kekristenan di Mamasa.
Tahun 1928-1947 ZendingChristelijke Gereformeerde Kerk (ZCGK) dari Negeri Belanda. Datanglah dua zendeling ZCGK yang sangat terkenal di kalangan warga Gereja Toraja Mamasa, yakni Ds.Arie Bikker dan Ds.Maarten Geleijnse. Kedua zendeling itulah kemudian yang mengambil-alih pelayanan Indische Kerk di Mamasa sampai awal terbentuknya GTM pada tahun 1947.
Tahun 1947-Sekarang, Gereja Toraja Mamasa ditetapkan menjadi sebuah gereja lokal yang berdiri sendiri pada tanggal 7 Juni 1947 dalam sidang Sinode yang pertama di Minake, Tanduk Kalua, Mamasa, Malabo. Sejak Sidang Sinode Pertama tersebut sudah 20 kali GTM melasanakan Sidang Sinode Am. Sidang Sinode Am ke-14 pada tahun 1991 dilaksanakan di Nosu sedangkan Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XX Dilaksanakan Di Klasis Lakahang Pada Tahun 2021 yang lalu.
Data Klasis, Jemaat dan anggota
Gereja Toraja Mamasa tersebar dalam 74 Klasis dan 580 Jemaat Dewasa dan Cabang Kebaktian. Jumlah anggota jemaat secara keseluruhan diperkirakan 140,000 orang.
Gereja Toraja Mamasa Dilayani Sebanyak 400an lebih pendeta yang masih aktif dan yang telah emiritus baik di Badan Pekerja Majelis Sinode, Klasis, Jemaat-Jemaat dan Jemaat, serta Penatua sebanyak 5000 orang dan Diaken sebanyak 3000 orang.