Baresi dijuluki "Piscinin", yang berarti "Si kecil". Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai Pemain terbaik Milan Abad Ini. AC Milan mempensiunkan nomor punggung 6 yang selama ini dipakai Baresi. Ia diangkat oleh Pelé sebagai salah satu dari 125 Pesepak bola Terbesar Sepanjang Masa pada Upacara Penghargaan FIFA pada tahun 2004.[2] Ia juga adik dari legenda Inter Milan, Giuseppe Baresi.
Karier klub
Baresi menghabiskan seluruh karier bermainnya selama dua puluh tahun bersama AC Milan, melakukan debutnya pada 1977. Menjadi kapten untuk sebagian besar waktunya di klub, ia berada di jantung pertahanan yang tangguh bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ketika penyerang trio Belanda, Marco van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard tiba di klub pada akhir 1980-an, Milan memulai periode dominasi domestik dan internasional. Milan memenangkan Serie A pada 1987–88, diikuti dengan gelar Piala Champions Eropa pada tahun 1988–89 dan 1989–90. Baresi menjadi runner-up di bawah Van Basten untuk penghargaan Ballon d'Or tahun 1989, dan menjadi Pemain Terbaik Serie A 1989–90. Baresi memenangkan empat gelar Serie A lainnya bersama Milan, yakni pada 1991–92, 1992–93, 1993–94 dan 1995–96, dan Liga Champions UEFA ketiga pada 1993–94 di mana mereka mengalahkan Barcelona 4–0 di final yang ketika itu dilatih Johan Cruijff.
Karier internasional
Pada usia 22, Baresi masuk dalam skuat Italia untuk Piala Dunia FIFA 1982.[3] Tim Azzurri memenangkan Piala Dunia ketiga mereka, mengalahkan Jerman Barat di final, tetapi Baresi tidak dipilih untuk memainkan pertandingan sepanjang turnamen.[4] Ia membuat penampilan internasional pertamanya pada pertandingan kualifikasi Kejuaraan Eropa UEFA 1984 melawan Rumania di Firenze.[3]
Baresi tidak termasuk dalam skuat Italia untuk Piala Dunia 1986 oleh pelatih Enzo Bearzot[3] namun kembali ke tim untuk bermain di Kejuaraan Eropa 1988, di mana Italia mencapai semifinal di bawah pelatih Azeglio Vicini. Dia membuat penampilan pertamanya di putaran final Piala Dunia di turnamen tahun 1990 yang diselenggarakan di kandang sendiri, bermain di setiap pertandingan membawa Italia finis di tempat ketiga.[4]
Setelah menggantikan Giuseppe Bergomi sebagai kapten untuk Piala Dunia 1994 di bawah mantan manajernya di Milan Arrigo Sacchi, Baresi mengalami cedera dalam pertandingan grup kedua Italia dan melewatkan sebagian besar turnamen.[4] Dia kembali untuk pertandingan final tetapi gagal mengeksekusi tendangan penalti pada babak adu penalti. Italia kalah dari Brasil dalam adu penalti setelah sebelumnya pertandingan berakhir 0–0.[3]
Karier kepelatihan
Pada 1 Juni 2002 Baresi secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Sepak Bola di Fulham, tetapi ketegangan antara Baresi dan manajer Fulham selanjutnya Jean Tigana menyebabkan pengunduran dirinya dari klub pada bulan Agustus.[5]
Dia ditunjuk sebagai pelatih kepala skuat Primavera U-20 Milan. Pada tahun 2006, ia dipindahkan oleh klub untuk melatih skuat Berretti U-19, dengan mantan rekannya Filippo Galli menggantikan dia di kemudi dari skuat Primavera. Dia pensiun dari pelatih dan digantikan oleh Roberto Bertuzzo.
Kehidupan pribadi
Franco Baresi adalah adik dari bek legendaris Inter Milan Giuseppe Baresi. Semasa muda, kedua pemain tersebut pernah mengikuti uji coba untuk Inter, tetapi Franco ditolak dan dibeli oleh rival sekota, Milan. Karena ia pemain yang lebih muda, Franco awalnya dikenal sebagai "Baresi 2".[6] Namun, berkat kesuksesan dan popularitas Franco yang luar biasa sepanjang kariernya, yang bahkan melampaui kakaknya, Giuseppe kemudian dikenal sebagai "Baresi yang lain", meskipun juga meraih kesuksesan yang luar biasa.[7]
Pada tahun 1981, Baresi menderita infeksi darah yang memaksanya absen bermain selama hampir empat bulan dan memperburuk kesehatannya hingga membutuhkan kursi roda. Selama perawatan, ia berpartisipasi dalam penelitian medis untuk penyakit tersebut.[8]