Hari Bodhi Rohatsu (di Jepang) Festival lain yang terkait: Waisak (di Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos)
FestivalLaba (Hanzi: 臘八節) merupakan perayaan tradisional Tiongkok yang jatuh pada hari kedelapan bulan La (atau Layue 臘月), yaitu bulan kedua belas dalam kalender Tiongkok. Perayaan ini menandai dimulainya masa menuju Tahun Baru Imlek, dan salah satu tradisi khasnya adalah menikmati bubur laba.
Awalnya, Festival Laba belum memiliki tanggal tetap hingga masa Dinasti Selatan dan Utara, ketika pengaruh ajaran Buddha mulai masuk. Sejak saat itu, festival ini ditetapkan pada hari kedelapan bulan kedua belas, yang bertepatan dengan hari pencerahan Buddha. Karena itu, banyak tradisi dalam Festival Laba berkaitan erat dengan ajaran Buddha dan memiliki hubungan langsung dengan perayaan Rohatsu di Jepang serta Hari Bodhi di Asia Selatan.
Festival Laba dipandang sebagai permulaan dari perayaan Tahun Baru Imlek, yang biasanya berlangsung sekitar tiga minggu setelahnya.[1] Pada masa lalu, terdapat tradisi menabuh genderang untuk mengusir penyakit dan roh jahat. Kebiasaan ini berakar dari praktik sihir kuno dan hingga kini masih dipertahankan di beberapa daerah, seperti di Xinhua, Provinsi Hunan.[2]
Sejarah
Nama Festival Laba berasal dari tanggal perayaannya dalam kalender Tiongkok. Kata la merujuk pada bulan kedua belas atau bulan terakhir dalam setahun, sedangkan ba berarti "delapan". Di Tiongkok kuno, angka delapan dikaitkan dengan upacara persembahan kepada delapan dewa pada akhir tahun.[3] Dalam bentuk awalnya, festival ini dirayakan dengan melakukan persembahan kepada para dewa dan leluhur sebagai ungkapan doa untuk keberuntungan, kesehatan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah di tahun yang baru. Istilah la sendiri awalnya digunakan untuk menyebut tradisi persembahan tersebut.[1]
Seiring dengan masuknya ajaran Buddha ke Tiongkok pada abad pertama Masehi, Festival Laba mulai diasosiasikan dengan peringatan pencerahan Siddhartha Gautama, atau Buddha. Pada masa Dinasti Utara dan Selatan, tanggal perayaan ini kemudian ditetapkan secara pasti, yakni pada hari kedelapan bulan kedua belas.[1] Selama Dinasti Qing, perayaan dan upacara untuk memperingati Festival Laba secara resmi diadakan di Kuil Yonghe yang terletak di Beijing.[4]
Festival ini relevan dengan plot novel Jin Yong yang berjudul Ode to Gallantry.[5] Pada tahun 2011, Google menerbitkan Google Doodle untuk memperingati festival tersebut.[6]
Referensi
123"The Laba Festival". www.magzter.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 November 2022.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.