Eucalyptus dura adalah pohon berukuran kecil hingga sedang yang hanya ditemukan di tenggara Queensland. Pohon ini memiliki kulit yang kasar dan keras seperti besi yang berwarna abu-abu tua hingga hitam. Daun spesies dewasanya berbentuk seperti tombak, memiliki kuncup bunga yang tersusun dalam kelompok tujuh, bunga berwarna putih, dan buah berbentuk kerucut.
Deskripsi
Eucalyptus dura adalah pohon yang biasanya tumbuh hingga sekitar 25 m (82 kaki) dan membentuk lignotuber, yakni bonggol akar yang bisa menyimpan cadangan untuk tumbuh kembali. Batang dan cabang besar ditutupi kulit besi abu-abu gelap hingga hitam, sedangkan cabang lebih tipis dengan diameter kurang dari 30mm (1,2 inci) memiliki kulit kayu halus abu-abu hingga krem. Tanaman muda dan tunas baru memiliki daun berbentuk tombak hingga telur dengan panjang 95–140mm (3,7–5,5 inci) dan lebar 20–40mm (0,79–1,57 inci), sementara daun dewasa berbentuk tombak, kadang sedikit melengkung, panjang 90–180mm (3,5–7,1 inci) dan lebar 15–33mm (0,59–1,30 inci) dengan tangkai sepanjang 10–35mm (0,39–1,38 inci), dan berwarna hijau mengkilap yang sama di kedua sisi. Kuncup bunga tersusun dalam kelompok tujuh di ujung cabang pada tangkai bercabang sepanjang 7–25mm (0,28–0,98 inci), dengan tunas individu pada tangkai 4–8mm (0,16–0,31 inci). Tunas dewasa berbentuk oval hingga pir, panjang 7–9mm (0,28–0,35 inci), lebar 4–5mm (0,16–0,20 inci), dengan operkulum berbentuk kerucut yang lebih sempit dan pendek dari cangkir bunganya. Eucalyptus dura biasanya berbunga dari April hingga Juni dengan bunga berwarna putih, dan menghasilkan buah berkayu berbentuk kerucut sepanjang 6–10mm (0,24–0,39 inci), lebar 5–7mm (0,20–0,28 inci) pada tangkai 2–10mm (0,079–0,394 inci) dengan katup yang berada di bawah rata-rata spesies di genusnya.[2][3][4]
Taksonomi
Eucalyptus dura pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 1991 oleh Lawrie Johnson dan Ken Hill, berdasarkan spesimen yang dikumpulkan di Gunung Turki, Hutan Negara Bagian Barakula pada tahun 1984.[3][5] Nama spesifik “dura” berasal dari bahasa Latin yang berarti “keras” atau “tangguh”,[6] merujuk pada sifat kulit pohon ini.[2]
Persebaran
Eucalyptus dura biasanya tumbuh di hutan berumput kering di tanah berpasir, terutama di daerah yang agak tinggi. Pohon ini ditemukan di wilayah antara Biggenden, Chinchilla, dan Boonah di tenggara Queensland.[2][3]
Kegunaan
Daun dari spesies ini mengandung minyak yang kaya, terutama β-phellandrene dan 1,8-cineole, yang berpotensi digunakan untuk pengembangan senyawa antibakteri.[7][8]
Referensi
↑"Eucalyptus dura". Australian Plant Census. Diakses tanggal 26 June 2019.
123"Eucalyptus dura". Euclid: Centre for Australian National Biodiversity Research. Diakses tanggal 4 June 2020.
↑Leiper, Glenn; Cox, Denis; Glazebrook, Jan; Rathie, Kerry (2012). Mangroves to Mountains: A Field Guide to the Native Plants of south-east Queensland (Edisi 2nd). Logan Village: Society for Growing Australian Plants (SGAP). hlm.501. ISBN9780648047308.
↑Brown, Roland Wilbur (1956). The Composition of Scientific Words. Washington, D.C.: Smithsonian Institution Press. hlm.395.
↑Doimo, Luigino; Fletcher, Robert J.; D'Arcy, Bruce R.; Bird, Lloyd (March 1999). "A New Essential Oil from Eucalyptus dura L.A.S. Johnson & K.D. Hill". Journal of Essential Oil Research. 11 (2): 149–150. doi:10.1080/10412905.1999.9701095.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.