Ephedra sinica (juga dikenal sebagai ephedra Tiongkok atau ma huang) adalah spesies Ephedra dalam keluarga tumbuhan Ephedraceae. Berasal dari Mongolia, Tiongkok utara, dan Rusia, tumbuhan ini merupakan semak yang ditemukan di lereng dataran tinggi yang gersang, dasar sungai yang kering, stepa, padang rumput, atau lereng pegunungan.[1][2]
E. sinica mengandung alkaloid, termasuk efedrina, yang telah menjadi dasar penggunaan tumbuhan ini dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun.[3][4] Karena kekhawatiran mengenai toksisitas alkaloid, efedrina telah dilarang dari peredaran di Uni Eropa, Amerika Serikat, dan banyak negara lainnya.[4][5]
Deskripsi
E. sinica adalah semak hijau sepanjang tahun yang bersifat dioseus, sebuah tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) yang berkerabat dekat dengan tumbuhan runjung, dengan daun-daun kecil pada batang yang berwarna hijau.[4][6] Tumbuhan ini tumbuh di lahan semak, hutan, dan lereng pegunungan pada ketinggian 400–1.600m (1.300–5.200ft).[1]
Batang dan daunnya dikumpulkan dan dikeringkan untuk digunakan, sementara akarnya, yang dikenal sebagai "ma huang gen", digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.[4][6]E. sinica memiliki bau pinus yang kuat dan rasanya sepat, yang menjelaskan penamaannya dalam bahasa Tionghoa, ma huang, yang berarti "sepat kuning" atau "rami kuning".[5]
E. sinica adalah tumbuhan umum dengan populasi stabil yang terdaftar sebagai risiko rendah (least concern) pada Daftar Merah IUCN untuk spesies terancam punah.[1] Tumbuhan ini dibudidayakan secara luas, meskipun status pemanenan liar tidak diketahui dan menjadi ancaman yang signifikan.[1]
Ekstrak alkaloid dari tumbuhan E. sinica mengandung efedrina, yang merupakan bahan aktif untuk efek terapeutik yang dituju dalam pengobatan tradisional, serta untuk efek sampingnya.[3][4][5][7]
E. sinica adalah sumber utama efhedra yang digunakan dalam ma huang, sebuah praktik yang telah diterapkan selama ribuan tahun di Tiongkok sejak tahun 2800 SM.[3][4][7] Dalam pengobatan tradisional, efhedra dimaksudkan untuk mengobati pilek dan penyakit pernapasan ringan lainnya, demam, dan sakit kepala.[3][4][5] Sebagai suplemen makanan, tumbuhan ini telah digunakan untuk membantu performa atletik dan menurunkan berat badan.[3][4][5][7]
Efek samping
Bahkan ketika digunakan untuk periode singkat dalam dosis rendah, efhedra telah dikaitkan dengan efek berbahaya, termasuk hipertensi mendadak, serangan jantung, kejang, dan stroke; hal ini dapat mengancam jiwa atau menyebabkan cacat.[3][4][5][7]
12"Ephedra sinica". Kew, Royal Botanic Gardens, Plants of the World Online. 2026. Diakses tanggal 10 February 2026.
123456"Ephedra". National Center for Complementary and Integrative Health, US National Institutes of Health. November 2024. Diakses tanggal 10 February 2026.
123456"Ephedra". LiverTox, US National Library of Medicine. 10 February 2018. Diakses tanggal 10 February 2026.
12"Ephedra sinica". eFlora, Flora of China, volume 4. 2026. hlm.99. Diakses tanggal 10 February 2026.
12345Anderson, Rebecca J. (2026). "The Good, the Bad, & the Banned". The Pharmacologist, American Society for Pharmacology and Experimental Therapeutics. Diakses tanggal 10 February 2026.