Dewan Standar Akuntansi Keuangan (bahasa Inggris:Financial Accounting Standards Boardcode: en is deprecated , disingkat FASB) adalah organisasi nirlaba independen sektor swasta di Amerika Serikat yang menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan keuangan bagi perusahaan publik, perusahaan swasta, dan organisasi nirlaba nonpemerintah yang menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum Amerika Serikat (U.S. generally accepted accounting principles atau U.S. GAAP). FASB didirikan pada 1973 dan berkedudukan di Norwalk, Connecticut.[1]
FASB beroperasi di bawah pengawasan Financial Accounting Foundation (FAF), organisasi nirlaba independen yang juga mengawasi Governmental Accounting Standards Board (GASB). FAF memilih anggota FASB, mengawasi proses penyusunan standar, menyediakan administrasi dan pendanaan, serta bertugas melindungi independensi dewan.[2]
Dalam sistem regulasi pasar modal Amerika Serikat, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) secara hukum memiliki kewenangan menetapkan standar akuntansi untuk perusahaan publik. Namun, sejak 1973 SEC mengandalkan badan penyusun standar sektor swasta. Pada 2003, berdasarkan Pasal 108 Sarbanes–Oxley Act 2002, SEC menegaskan kembali FASB sebagai badan penyusun standar sektor swasta yang ditunjuk dan menyatakan standar yang ditetapkannya diakui sebagai “generally accepted” untuk tujuan hukum sekuritas federal.[3]
Sejak 2009, sumber tunggal standar U.S. GAAP nonpemerintah yang bersifat otoritatif adalah FASB Accounting Standards Codification (ASC), selain aturan dan regulasi akuntansi yang dikeluarkan SEC untuk registran SEC. FASB mengubah Codification melalui dokumen Accounting Standards Update (ASU). ASU menjelaskan amandemen yang dilakukan, alasan perubahan, tanggal efektif, dan ketentuan transisi, tetapi dokumen ASU itu sendiri bukan sumber otoritatif yang terpisah dari Codification.[4][5]
Sejarah
Pendahulu FASB
Upaya penyusunan prinsip akuntansi secara formal di Amerika Serikat berkembang terutama setelah krisis pasar modal 1929 dan pembentukan SEC pada 1934. Profesi akuntansi kemudian membentuk Committee on Accounting Procedure (CAP) pada 1939. CAP menerbitkan Accounting Research Bulletins, tetapi pendekatannya dikritik karena cenderung menyelesaikan masalah satu per satu dan tidak berhasil membangun kerangka prinsip yang terpadu.[6]
Pada September 1959, Accounting Principles Board (APB) menggantikan CAP sebagai badan teknis utama American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) untuk masalah prinsip akuntansi. APB beranggotakan praktisi dan akademisi yang tetap mempertahankan hubungan pekerjaan mereka dengan perusahaan, firma audit, atau universitas masing-masing. APB menerbitkan sejumlah Opinions, tetapi juga menghadapi kritik mengenai lambannya proses, banyaknya alternatif akuntansi, potensi konflik kepentingan, dan kurangnya kerangka konseptual yang memadai.[6]
Pada awal 1970-an, AICPA membentuk dua kelompok studi. Kelompok yang dipimpin mantan komisaris SEC Francis M. Wheat menelaah struktur penyusunan prinsip akuntansi, sedangkan kelompok yang dipimpin Robert M. Trueblood menelaah tujuan laporan keuangan. Wheat Report tahun 1972 merekomendasikan pembentukan badan penyusun standar yang independen dan bekerja penuh waktu. Rekomendasi tersebut menjadi dasar kelembagaan pembentukan FASB, sedangkan Trueblood Report kemudian memengaruhi proyek kerangka konseptual FASB.[7]
Pembentukan pada 1973
Financial Accounting Foundation dibentuk pada 1972 sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas struktur tata kelola dan pendanaan penyusunan standar. FASB mulai beroperasi pada 1973 sebagai penerus APB.[2]
Pada 7 Mei 1973, AICPA menetapkan FASB sebagai penerus APB untuk tujuan aturan profesional mengenai prinsip akuntansi. Pada Desember 1973, SEC melalui Accounting Series Release No. 150 menegaskan kebijakan bahwa prinsip, standar, dan praktik yang dikeluarkan FASB dan pendahulunya dianggap mempunyai dukungan otoritatif yang substansial bagi laporan keuangan yang diajukan kepada SEC, kecuali SEC menentukan sebaliknya.[8]
Pembentukan FASB mengubah model penyusunan standar Amerika Serikat. Anggota dewan bekerja penuh waktu dan harus memutuskan hubungan kerja sebelumnya guna mengurangi konflik kepentingan. Selain itu, FASB menggunakan staf teknis profesional serta prosedur konsultasi publik yang lebih formal dibandingkan pendahulunya.[1]
Perkembangan kerangka konseptual
Salah satu proyek awal FASB adalah pembangunan Conceptual Framework for Financial Reporting. Proyek ini berangkat dari kebutuhan untuk memiliki tujuan dan konsep yang konsisten sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyusunan standar. FASB mulai menerbitkan Statements of Financial Accounting Concepts pada akhir 1970-an.[9]
Kerangka konseptual FASB saat ini dipusatkan pada Concepts Statement No. 8, Conceptual Framework for Financial Reporting. Kerangka tersebut mencakup tujuan pelaporan keuangan, karakteristik kualitatif informasi, elemen laporan keuangan, penyajian, catatan atas laporan keuangan, pengukuran, serta isu konseptual lain yang diperbarui secara bertahap.[10]
Kerangka konseptual tidak merupakan GAAP yang otoritatif dan tidak secara langsung mengubah praktik akuntansi. Fungsinya terutama sebagai dasar bagi FASB untuk mengembangkan atau mengevaluasi standar. Apabila terdapat konflik antara suatu konsep dan ketentuan yang berlaku dalam Codification, entitas harus mengikuti GAAP yang berlaku.[10]
Accounting Standards Codification
Sebelum 2009, literatur U.S. GAAP terdiri atas sejumlah besar Statements, Interpretations, Technical Bulletins, APB Opinions, Accounting Research Bulletins, konsensus Emerging Issues Task Force, dan berbagai sumber lain. Kompleksitas hierarki tersebut mendorong proyek kodifikasi.
Pada 1 Juli 2009 FASB meluncurkan Accounting Standards Codification. Codification berlaku sebagai sumber tunggal U.S. GAAP otoritatif nonpemerintah untuk periode interim dan tahunan yang berakhir setelah 15 September 2009. Pernyataan standar tingkat (a) hingga (d) sebelumnya dinyatakan tidak lagi berdiri sebagai sumber otoritatif terpisah.[11]
Codification disusun menurut Topic, Subtopic, Section, dan Paragraph. Sebagai contoh, Topic 606 membahas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, Topic 842 membahas sewa, dan Topic 326 membahas kerugian kredit. Struktur tersebut memungkinkan seluruh panduan mengenai suatu topik ditempatkan dalam kerangka yang relatif seragam.
Kedudukan dan kewenangan
Hubungan dengan SEC
Kewenangan hukum tertinggi untuk menetapkan prinsip akuntansi perusahaan yang berada di bawah hukum sekuritas federal tetap berada pada SEC. Namun, SEC telah lama menggunakan badan sektor swasta untuk menjalankan sebagian besar pekerjaan penyusunan standar akuntansi.[3]
Sarbanes–Oxley Act 2002 menetapkan kriteria bagi badan penyusun standar sektor swasta yang dapat diakui SEC. Pada 2003, SEC menyatakan FASB dan FAF memenuhi kriteria tersebut. SEC menekankan bahwa pengakuan terhadap FASB tidak mengurangi kewenangan SEC untuk menetapkan atau mengubah persyaratan akuntansi apabila diperlukan untuk melindungi investor.[3]
Dengan demikian, hubungan FASB–SEC dapat diringkas sebagai berikut:
FASB menetapkan U.S. GAAP bagi entitas nonpemerintah;
SEC mengakui FASB sebagai penyusun standar sektor swasta untuk perusahaan publik;
SEC tetap dapat mengeluarkan aturan akuntansi dan pelaporan sendiri bagi registran SEC;
aturan SEC yang berlaku bagi registran publik berada di luar U.S. GAAP nonpemerintah yang disusun FASB, tetapi ditampilkan dalam bagian tertentu Codification untuk kemudahan pengguna; dan
SEC mengawasi pengakuan FASB serta meninjau accounting support fee tahunan.[3][5]
Lingkup standar
FASB menetapkan standar bagi:
perusahaan publik Amerika Serikat;
perusahaan swasta yang menyusun laporan berdasarkan U.S. GAAP;
organisasi nirlaba nonpemerintah; dan
entitas nonpemerintah lain yang menggunakan U.S. GAAP.[1]
FASB tidak menetapkan standar utama bagi pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal; fungsi tersebut dijalankan GASB. Pemerintah federal Amerika Serikat menggunakan sistem standar tersendiri yang ditetapkan melalui Federal Accounting Standards Advisory Board (FASAB).
Organisasi dan tata kelola
Financial Accounting Foundation
FAF merupakan badan induk FASB dan GASB. Dewan Pengawas FAF mempunyai tanggung jawab atas pengawasan, administrasi, keuangan, dan pengangkatan anggota kedua dewan. Pengawas tidak menentukan hasil teknis suatu standar tertentu, tetapi mengawasi apakah proses dan struktur kelembagaan berjalan sesuai mandat.[2]
Hubungan ini dirancang untuk memisahkan pengawasan kelembagaan dari keputusan teknis penyusunan standar. FASB sendiri yang melakukan deliberasi dan pemungutan suara atas standar, sedangkan FAF menjaga struktur, pendanaan, pengangkatan anggota, dan prosedur.
Anggota dewan
FASB penuh terdiri atas tujuh anggota yang bekerja penuh waktu. Para anggota harus memutus hubungan pekerjaan dengan organisasi sebelumnya selama menjadi anggota agar independensinya lebih terjaga. Secara kolektif, dewan diharapkan memiliki pengalaman di bidang investasi, penyusunan laporan keuangan, audit, bisnis, pendidikan akuntansi, dan penelitian.[1]
Per Agustus 2026, susunan FASB adalah:
Nama
Jabatan
Richard R. Jones
Ketua
Hillary H. Salo
Wakil ketua
Frederick L. Cannon
Anggota
Susan M. Cosper
Anggota
Marsha L. Hunt
Anggota
Joyce Joseph
Anggota
Catherine Shakespeare
Anggota
Richard R. Jones diangkat sebagai ketua efektif 1 Juli 2020.[12] Catherine Shakespeare mulai menjabat pada 1 Juli 2026 menggantikan Christine Botosan yang menyelesaikan masa jabatan keduanya pada 30 Juni 2026.[2] Materi rapat FASB Mei 2026 mencatat Jones sebagai ketua, Hillary Salo sebagai wakil ketua, serta Cannon, Cosper, Hunt, Joseph, Botosan, dan Shakespeare sebagai anggota keluar/masuk dalam proses transisi tersebut.[13]
FASB dibantu lebih dari 60 profesional teknis dengan latar belakang akuntansi, investasi, keuangan, bisnis, pendidikan, dan penelitian.[1]
Proses penyusunan standar
FASB menggunakan proses terbuka yang disebut due process. Aturan prosedur FASB menyatakan bahwa proses tersebut harus memungkinkan penelitian yang menyeluruh, pembahasan publik, dan partisipasi pemangku kepentingan.[14]
Tidak semua proyek mengikuti urutan yang sama, tetapi secara umum prosesnya meliputi:
Identifikasi masalah. Isu dapat berasal dari investor, penyusun laporan, auditor, badan penasihat, regulator, akademisi, atau penelitian staf.
Penetapan agenda. Dewan menentukan apakah isu memenuhi kriteria untuk dimasukkan ke agenda teknis atau agenda penelitian.
Penelitian dan konsultasi awal. Staf menganalisis praktik, literatur, kebutuhan pengguna, serta biaya dan manfaat alternatif.
Deliberasi dewan. FASB membahas isu dalam rapat terbuka dan membuat keputusan sementara.
Dokumen konsultasi. Untuk proyek standar, FASB umumnya menerbitkan Exposure Draft atau dokumen konsultasi lain.
Komentar publik dan penjangkauan. Pemangku kepentingan dapat mengirim surat komentar; FASB juga dapat menyelenggarakan pertemuan meja bundar, wawancara, survei, dan kegiatan lapangan.
Redeliberasi. Dewan mempertimbangkan komentar dan dapat mengubah proposal.
Pemungutan suara dan penerbitan. Keputusan menjadi final setelah proses ballot tertulis sesuai Rules of Procedure.
Implementasi dan peninjauan. FASB menyediakan materi pendidikan, menjawab pertanyaan teknis tertentu, dan untuk standar besar dapat melakukan post-implementation review (PIR).[14]
Keputusan sementara dalam rapat proyek tidak mengubah GAAP. Suatu perubahan baru berlaku setelah diterbitkan sebagai amandemen Codification melalui Accounting Standards Update.[5]
Pertimbangan biaya dan manfaat
FASB menyatakan bahwa tujuannya adalah menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan pengguna laporan keuangan dengan mempertimbangkan biaya penyediaan informasi. Dalam prosesnya, dewan mempertimbangkan relevansi, representasi tepat, keterbandingan, keterpahaman, operabilitas, biaya implementasi, dan konsekuensi sistem pelaporan.
Standar baru juga dapat memiliki tanggal efektif berbeda untuk perusahaan publik dan entitas lain, serta ketentuan transisi tertentu. Hal ini digunakan untuk menyeimbangkan kebutuhan peningkatan kualitas informasi dengan kemampuan entitas menerapkan perubahan.
Accounting Standards Codification
FASB Accounting Standards Codification adalah sumber resmi tunggal U.S. GAAP nonpemerintah yang diakui FASB. Semua literatur standar FASB dan pendahulunya yang masih berlaku dimasukkan ke dalam struktur Codification ketika sistem tersebut menjadi efektif pada 2009.[11]
Codification secara umum dibagi menjadi kelompok topik:
Kelompok
Contoh
Penyajian
Topic 205 Presentation of Financial Statements, Topic 220 Income Statement—Reporting Comprehensive Income
Aset
Topic 310 Receivables, Topic 330 Inventory, Topic 350 Intangibles—Goodwill and Other
Liabilitas
Topic 405 Liabilities, Topic 410 Asset Retirement and Environmental Obligations
Topic 805 Business Combinations, Topic 815 Derivatives and Hedging, Topic 842 Leases
Industri
Topic seri 900 untuk panduan industri tertentu
Codification juga memuat beberapa materi SEC sebagai konten yang ditandai khusus. Materi SEC tersebut tidak menjadi standar FASB dan berlaku sesuai kewenangan SEC.[5]
Accounting Standards Update
FASB menggunakan Accounting Standards Update (ASU) untuk mengumumkan perubahan terhadap Codification. Setiap ASU menjelaskan:
ASU bukan “tingkat standar” yang berdiri sendiri setelah perubahan dimasukkan ke Codification. Dalam penggunaan sehari-hari, profesional akuntansi sering merujuk suatu perubahan berdasarkan nomor ASU, tetapi kepatuhan GAAP dinilai berdasarkan Codification yang telah diperbarui.
Beberapa standar FASB yang berdampak luas dalam dekade terakhir mencakup Topic 606 mengenai pengakuan pendapatan, Topic 842 mengenai sewa, dan Topic 326 mengenai kerugian kredit ekspektasian (CECL). FASB melakukan post-implementation review atas standar besar untuk menilai apakah manfaat informasi yang diperoleh sepadan dengan biaya penerapan.[15]
Kerangka konseptual
Kerangka konseptual adalah kumpulan tujuan dan konsep dasar yang digunakan FASB dalam penyusunan standar. Menurut FASB, tujuan menjelaskan sasaran pelaporan keuangan, sedangkan konsep dasar membantu menentukan transaksi atau peristiwa yang perlu diakui, bagaimana pengukuran dilakukan, dan bagaimana informasi diringkas serta disajikan.[10]
Kerangka ini terutama mencakup:
tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum;
karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna;
definisi elemen laporan keuangan;
pengakuan dan penghentian pengakuan;
pengukuran;
penyajian;
catatan atas laporan keuangan; dan
konsep lain yang digunakan dalam analisis standar.
FASB sendiri merupakan penerima manfaat langsung utama kerangka tersebut karena kerangka membantu mengurangi kebutuhan untuk memperdebatkan ulang pertanyaan fundamental pada setiap proyek. Namun, kerangka juga membantu penyusun, auditor, pengguna, mahasiswa, dan pengajar memahami alasan di balik standar.[10]
Sejarawan akuntansi Stephen A. Zeff menelusuri perkembangan kerangka konseptual Amerika Serikat dari penelitian akademik dan institusional sebelum FASB hingga penerbitan serangkaian Concepts Statements pada 1978–1985. Ia juga mencatat bahwa pengaruh kerangka terhadap standar tertentu menjadi objek perdebatan akademik.[9]
Badan penasihat dan kelompok pendukung
FASB menggunakan sejumlah dewan dan komite penasihat untuk memperoleh masukan dari berbagai kelompok pemangku kepentingan.
Financial Accounting Standards Advisory Council
Financial Accounting Standards Advisory Council (FASAC) memberi saran kepada FASB mengenai isu strategis, prioritas proyek, serta masalah yang memengaruhi penyusunan standar. Anggotanya berasal dari pengguna laporan keuangan, penyusun, auditor, akademisi, organisasi profesi, dan kelompok lain.[16]
Private Company Council
Private Company Council (PCC) dibentuk FAF pada Mei 2012 untuk memperbaiki proses penyusunan standar bagi perusahaan swasta. PCC adalah badan penasihat utama FASB untuk masalah akuntansi perusahaan swasta dan dapat mengusulkan alternatif dalam U.S. GAAP bagi perusahaan swasta berdasarkan Private Company Decision-Making Framework.[17]
Usulan PCC yang mengubah GAAP memerlukan dukungan FASB dan melalui proses publik sebelum dimasukkan ke Codification.[18]
Emerging Issues Task Force
Emerging Issues Task Force (EITF) membantu FASB mengidentifikasi dan mengembangkan solusi atas persoalan akuntansi yang lingkupnya relatif sempit dan membutuhkan penyelesaian lebih cepat. EITF berada di bawah arah FASB dan bekerja dalam kerangka Codification.[19]
FASB juga menggunakan Investor Advisory Committee, Not-for-Profit Advisory Committee, Public Markets Advisory Committee, Academic Resource Group, dan kelompok sumber daya proyek tertentu.[1]
Pendanaan
Independensi pendanaan FASB berubah secara penting setelah Sarbanes–Oxley Act 2002. Pasal 109 undang-undang tersebut menetapkan bahwa pengeluaran yang dapat dipulihkan dari badan penyusun standar yang memenuhi kriteria SEC dapat dibiayai melalui annual accounting support fee yang dikenakan kepada penerbit sekuritas.[20]
FAF menjelaskan bahwa biaya dukungan FASB dialokasikan kepada penerbit sekuritas yang diperdagangkan secara publik berdasarkan kapitalisasi pasar rata-rata. SEC meninjau biaya tersebut setiap tahun untuk memastikan kesesuaiannya dengan undang-undang.[21]
Sebagai contoh, FAF melaporkan bahwa pada 2024 sebanyak 8.706 perusahaan publik membayar total sekitar US$42,9 juta dalam accounting support fees untuk FASB.[21] SEC kembali meninjau biaya dukungan FASB untuk 2026 melalui perintah tertanggal 6 Maret 2026.[22]
Model ini dirancang untuk memberikan sumber pendanaan yang relatif stabil dan tidak bergantung langsung pada kontribusi sukarela perusahaan atau firma audit yang dapat terpengaruh oleh standar FASB.
Hubungan dengan IASB dan konvergensi internasional
FASB dan IASB meningkatkan kerja sama setelah pembentukan IASB pada 2001. Pada 2002, kedua dewan menandatangani Norwalk Agreement, yang menyatakan komitmen untuk meningkatkan kompatibilitas U.S. GAAP dan IFRS serta mengoordinasikan program kerja untuk mengurangi perbedaan.
Pada Februari 2006, FASB dan IASB menerbitkan memorandum of understanding (MoU) yang menetapkan proyek bersama dan tonggak konvergensi. MoU diperbarui pada 2008, dan pada 2009 kedua dewan kembali menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek besar bersama.[23]
Kerja sama menghasilkan beberapa standar dengan prinsip yang sangat selaras, terutama pengakuan pendapatan dan kombinasi bisnis, meskipun perbedaan penting tetap ada. Amerika Serikat tidak mengganti U.S. GAAP dengan IFRS bagi penerbit domestik. SEC mengizinkan penerbit swasta asing tertentu menggunakan IFRS sebagaimana diterbitkan IASB tanpa rekonsiliasi ke U.S. GAAP, tetapi perusahaan publik domestik Amerika Serikat secara umum tetap mengikuti U.S. GAAP.
Setelah periode proyek konvergensi intensif, FASB tetap berkomunikasi dengan IASB dan penyusun standar nasional lain melalui dialog bilateral dan multilateral. FASB, misalnya, terus melakukan pertemuan rutin dengan Accounting Standards Board of Japan untuk membahas isu pelaporan keuangan yang menjadi kepentingan bersama.[24]
FASB, GASB, IASB, dan PCAOB
Beberapa organisasi yang namanya mirip mempunyai fungsi berbeda.
Organisasi
Lingkup utama
Produk utama
FASB
Perusahaan publik dan swasta serta organisasi nirlaba nonpemerintah yang menggunakan U.S. GAAP
U.S. GAAP melalui Accounting Standards Codification
GASB
Pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal Amerika Serikat
Standar GAAP pemerintah negara bagian dan lokal
IASB
Entitas yang menggunakan IFRS di yurisdiksi yang mengadopsi atau mengizinkannya
IFRS Accounting Standards
PCAOB
Auditor perusahaan publik dan broker-dealer yang berada dalam lingkupnya
Standar audit, inspeksi, dan penegakan bagi auditor
FASB tidak menetapkan standar audit. Untuk auditor perusahaan publik Amerika Serikat, fungsi standard-setting dan pengawasan audit berada pada Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), sedangkan standar audit untuk banyak entitas nonpublik berada dalam struktur profesi yang berbeda.
Perdebatan dan kritik
Independensi dan tekanan politik
Penyusunan standar akuntansi mempunyai konsekuensi ekonomi karena dapat memengaruhi waktu pengakuan pendapatan dan beban, ukuran aset dan liabilitas, rasio keuangan, kontrak, bonus, persyaratan pinjaman, serta persepsi investor. Karena itu, proyek FASB sering menerima lobi dari perusahaan, industri, investor, auditor, anggota Kongres, dan kelompok lain.
Literatur akademik telah lama meneliti pengaruh politik dalam standard-setting Amerika Serikat. Studi sejarah menunjukkan bahwa isu seperti akuntansi minyak dan gas, opsi saham, nilai wajar, sewa, serta kerugian kredit pernah menghasilkan tekanan politik terhadap FASB. Prosedur terbuka FASB dirancang untuk memungkinkan masukan luas, tetapi tetap mempertahankan keputusan teknis dewan berdasarkan tujuan pelaporan keuangan.[25]
SEC sendiri, ketika menegaskan status FASB pada 2003, menyatakan bahwa independensi FASB penting agar standar tidak bias dan tetap memiliki kredibilitas tinggi di kalangan bisnis dan investor.[3]
Kompleksitas U.S. GAAP
U.S. GAAP sering dikritik karena kompleksitas dan banyaknya panduan rinci. Sebagian kompleksitas berasal dari variasi transaksi dan industri, kebutuhan mengatasi praktik manipulatif, serta akumulasi standar selama beberapa dekade. Pembentukan Codification pada 2009 merupakan salah satu upaya besar untuk menyederhanakan navigasi literatur tanpa mengubah substansi GAAP secara menyeluruh.
FASB juga melakukan proyek penyederhanaan dan perbaikan bertarget serta menggunakan PCC untuk mempertimbangkan apakah perusahaan swasta memerlukan alternatif tertentu dalam pengakuan, pengukuran, pengungkapan, tanggal efektif, atau transisi.[17]
Kerangka konseptual
Kerangka konseptual FASB dipandang penting untuk konsistensi standard-setting, tetapi juga telah menjadi objek kritik akademik. Zeff mencatat perdebatan mengenai seberapa besar kerangka benar-benar memengaruhi keputusan standar.[9] Analisis lain mempertanyakan apakah kerangka cukup memberikan batasan operasional yang jelas bagi dewan dalam memilih antara metode akuntansi alternatif.[26]
FASB sendiri menegaskan bahwa kerangka tidak memberikan jawaban otomatis bagi setiap masalah; fungsinya adalah mempersempit alternatif dan memberi landasan yang lebih konsisten untuk deliberasi.[10]
Perkembangan terbaru
Pada 2025 dan 2026 FASB terus menerbitkan standar dan memperbarui agenda teknis. Pada Desember 2025, dewan menerbitkan panduan baru mengenai akuntansi hibah pemerintah yang diterima entitas bisnis, suatu bidang yang sebelumnya tidak memiliki panduan U.S. GAAP yang komprehensif untuk perusahaan bisnis.[27]
Pada Mei 2026, FASB menerbitkan standar mengenai akuntansi dan pengungkapan environmental credits dan kewajiban terkait kredit lingkungan, memberikan panduan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan yang sebelumnya tidak tersedia secara menyeluruh dalam U.S. GAAP.[28]
Pada April 2026, Ketua FASB menambahkan proyek penelitian mengenai tren dan isu baru, termasuk investasi infrastruktur data dan pinjaman nontradisional seperti private credit, untuk menilai apakah perkembangan tersebut memerlukan proyek standard-setting baru.[29]
↑Purba, Alan Smith; Utami, Elza Rahmania Dwi (2018). "Dampak proses politik terhadap pembentukan standar akuntansi: studi literatur fokus kepada FASB". AKUNTABEL: Jurnal Ekonomi dan Keuangan. 15 (2). doi:10.30872/jakt.v15i2.4645.
↑Benston, George J.; Carmichael, Douglas R.; Demski, Joel S.; Dharan, Bala G.; Jamal, Karim; Laux, Robert; Rajgopal, Shivaram; Vrana, George (2007). "The FASB's Conceptual Framework for Financial Reporting: A Critical Analysis". Accounting Horizons. 21 (2): 229–238. doi:10.2308/acch.2007.21.2.229.
Zeff, Stephen A. (1972). Forging Accounting Principles in Five Countries: A History and an Analysis of Trends. Champaign, Illinois: Stipes Publishing.
Zeff, Stephen A. (1999). "Evolution of the conceptual framework for business enterprises in the United States". Accounting Historians Journal. 26 (2): 89–131.
Baker, C. Richard (2017). "The Influence of Accounting Theory on the FASB Conceptual Framework". Accounting Historians Journal. 44 (2): 109–124. doi:10.2308/aahj-10555.