Sumatra
Perusakan Wihara Dharma Bhakti 2013
Wihara Dharma Bhakti di Peunayong, Banda Aceh, diobrak-abrik oleh seseorang pada 2 Juli 2013. Beberapa patung dalam wihara dirusak. Selain itu, wadah kaca dan tempat perdupaan dikacaukan.[1]
Penurunan patung Buddha Amithaba 2016
Patung Buddha Amithaba di Wihara Tri Ratna di Tanjungbalai diturunkan dari atas bangunan. Hal ini dilakukan setelah desakan dari warga sekitar yang mayoritas fankui, pemerintah kota Tanjungbalai, MUI, dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB).[2]
Pembakaran patung Bunda Maria di Gereja Katolik Santo Zakaria 2018
Enam orang merusak Gereja Katolik Santo Zakaria, Kabupaten Ogan Ilir, pada 8 Maret 2018. Pelaku masuk ke gereja dengan merusak pintu dan jendela. Setelah masuk ke dalam bangunan gereja, para pelaku menumpuk kursi plastik dan membakar patung Bunda Maria. Begitu melakukan aksi terornya, para pelaku kabur menggunakan sepeda motor.[3]
Jawa
Perusakan Arca Candi Singasari 1960-an
Segerombolan orang mengamuk dan merusak Candi Singasari beserta arca-arca di sekitarnya. Hal ini terkait dengan situasi politik saat itu yang tidak stabil. Bekas perusakan hingga kini bisa dilihat dengan rusaknya sebagian besar arca, khususnya pada bagian kepala dan wajah, sejumlah arca juga dilaporkan terpenggal dan beberapa sisi bangunan candi.[4][5][6]
Pengeboman Candi Borobudur 1985
Candi Borobudur dibom pada 21 Januari 1985. Sembilan bom meledak dan berdampak pada rusaknya sembilan stupa dan dua patung Buddha.[7] Kejadian ini disebut sebagai tragedi kepurbakalaan terburuk di Indonesia. Pelaku pengeboman, Husein Ali al-Habsyi dan saudaranya Abdulkadir Ali al-Habsyi, mendapatkan hukuman penjara, tetapi Muhammad Jawad yang disaksikan sebagai otak dari pengeboman sampai sekarang belum tertangkap.[8]
Perusakan dan pembongkaran Patung Inul 2007
Pada 2007, patung Inul Daratista dengan pose goyang ngebor menimbulkan kontroversi. Patung dianggap tidak sopan. Sebelum akhirnya dibongkar, patung sempat ditutup kain terlebih dahulu dan terkena perusakan dengan alat linggis.[9][10]
Pembongkaran Patung Tiga Mojang 2010
Patung Tiga Mojang karya Nyoman Nuarta yang berlokasi di Kota Harapan Indah, Bekasi, dibongkar pada 19 Juni 2010 atas desakan warga muslim dan ormas Islam. FPI berdemonstrasi untuk penyingkiran patung ini karena dianggap tidak sesuai dengan norma kesopanan Islam.[11][12][13]
Pemenggalan Patung Bunda Maria 2011
Patung Bunda Maria di Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya, Tawangmangu, Karanganyar, ditemukan dipenggal pada 15 Desember 2011. Selain kerusakan pada patung Bunda Maria, patung-patung malaikat dan bejana suci juga dihancurkan, serta salib berukuran 1,5 meter hilang dan dibuang entah ke mana.[14][15]
Perobohan Patung Dewi Sri 2013
Pada 22 Mei 2013, patung Dewi Sri setinggi 12 meter di Probolinggo dirobohkan atas desakan masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah Kabupaten Probolinggo. Di lokasi yang sama, pada 2018 dibangunlah patung nisan raksasa yang kemudian juga dibongkar atas desakan masyarakat dan pemerintah. Pembuatan kedua patung tersebut dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.[16][16][17]
Pembakaran Patung Arjuna 2016
Patung Arjuna Memanah berbahan dasar plastik di Situ Wanayasa, Purwakarta, dibakar oleh seseorang. Ormas Islam setempat mengapresiasi tindakan ini karena sudah sesuai dengan syariat Islam.[18][19]
Pembuangan Patung Bunda Maria ke sungai 2016
Pada 9 Agustus 2016, patung Bunda Maria dari Gereja Santo Yusuf Pekerja Paroki Gondang, Klaten, ditemukan dibuang ke sungai Wedi di sebelah timur kawasan gereja.[15] Hal ini membuat patung Bunda Maria mengalami kerusakan di bagian kaki dan alasnya. Selain itu patung Yesus Kristus juga ditemukan jatuh dan patah pada bagian tangan di dalam ruang gereja.[20]
Perusakan Cagar Budaya Calon Arang 2017
Pada Juli 2017, Situs Calon Arang di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, dirusak dan dicoret-coret. Coretan vandalisme di permukaan lantai berbunyi, "Ini bukan tempat di puja, Ingat Allah murka seperti Aceh, Sunami." Sejumlah bebatuan dan arca juga dilaporkan dipindah dan dihancurkan. Setelah bermusyawarah dengan pemerintah dan warga, kegiataan keagamaan tidak lagi boleh dilakukan di situs bersejarah tersebut dan hiasan serta bangunan tambahan di sekitar situs dibongkar.[21][22]
Penyensoran Patung Putri Duyung Ancol 2019
Patung Putri Duyung Ancol ditutup kain berwarna emas pada bagian dada karena dianggap kurang sopan dan kurang sesuai dengan tema permainan keluarga yang Ancol angkat.[24] Banyak pengunjung kemudian mencopot kain tersebut sehingga manajemen melakukan pemindahan terhadap patung tersebut.[25] Seniman Dolorosa Sinaga beranggapan hal ini merupakan kemunduran dari kebebasan berekspresi di Indonesia.[24]