Sebuah kapal dibangun di Belanda oleh pemilik kapal Fermanel, tetapi kapal tersebut kandas segera setelah diluncurkan.[3] Satu-satunya penyelesaian yang tersisa bagi para penginjil adalah melakukan perjalanan darat, karena Portugal kemudian menolak menerima penginjil non-Padroado dengan kapal, dan Belanda serta Inggris menolak menerima penginjil Katolik.[4]