Charles James Kirk (14 Oktober 1993–10 September 2025) adalah seorang aktivis politik, penulis, dan tokoh media konservatifsayap kanan Amerika. Ia adalah salah satu pendiri dari organisasi mahasiswa konservatif Turning Point USA (TPUSA) pada tahun 2012 dan menjabat sebagai direktur eksekutifnya. Pada tahun-tahun terakhirnya, ia menjadi salah satu suara utama dalam gerakan MAGA yang populis dan melambangkan perkembangan nasionalisme Kristen di dalam Partai Republik.
Sepanjang hidupnya, Charlie Kirk aktif dalam organisasi, dialog kampus, podcast dan menulis buku-buku tentang konservatisme.
Kehidupan Awal
Charlie James Kirk lahir pada 14 Oktober 1993 dalam wilayah pinggiran kota Arlington Heights, Illinois,[1][2] Kirk lahir dari ayah yang merupakan seorang arsitek dan ibu yang merupakan investor saham.[3] Ayah Kirk, Robert W. Kirk, merupakan arsitek yang turut terlibat dalam konstruksi proyek Menara Trump.[2] Charlie Kirk mendeskripsikan kedua orang tuanya sebagai pendukung partai republik yang moderat dan kedua orang tuanya aktif dalam politik konservatisme.[2][4]
Kirk pada tahun 2014
Charlie Kirk menghabiskan masa SMA di Wheeling High School.[5][6] Charlie Kirk pernah menjadi pramuka dan kapten tim basket selama masa SMA.[7] John Clancy, mantan pelatih basket Kirk selama masa SMA turut memuji kemampuan Kirk. Clancy mengatakan pada koran lokal bahwa pada saat tim basket Wheeling Wildcats hampir kalah, Kirk mencetak 20 poin dan berhasil mengembalikan asa Wheeling Wildcats untuk menang.[8][9]
Ia pernah mengadakan protes saat harga biskuit kantin naik dari 25 sen menjadi 50 sen, kala itu ia membuat halaman facebook dan mengajak teman-temannya untuk turut serta bergabung dalam boikot kenaikan harga biskuit. Boikotnya berhasil membuat kantin menurunkan harga kembali menjadi 25 sen.[8] Walaupun lahir dari lingkungan konservatif, pandangan politik Charlie Kirk tidak semata-mata mengikuti figur konservatif seperti Mitt Romney (yang kala itu didukung ayahnya).[2] Kirk mengaku kebangkitan politiknya saat ia membaca tokoh konservatif seperti Milton Friedman, yang membuatnya terpincut dengan konservatisme.[4]
Pada tahun 2010, Charlie Kirk yang kala itu duduk di bangku kelas 11 memutuskan untuk menjadi relawan untuk kampanye pemilihan senat Mark Kelly (tidak ada hubungan darah).[10]
Pandangan politik
Kirk merupakan seorang konservatif Amerika yang berpandangan nasionalisme kristen, pasar bebas dan pemerintahan yang berskala kecil. Dia juga percaya paham individualisme di mana setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan pemerintah tidak boleh mencampuri urusan pribadi individu tersebut.
Ia juga percaya dengan hak kebebasan berbicara melawan 'sensor sayap kiri'. Pada tahun 2010-an, Charlie Kirk kerap mengadvokasikan pengesahan Undang-Undang Kebebasan Berbicara Kampus dalam skala negara bagian untuk memberikan perlindungan dari penindasan sesuai amandemen pertamakonstitusi AS. Dalam debat terbuka di kampus, seringkali Kirk mengatakan "Jika kita berhenti berbicara, disitulah kekerasan terjadi" dengan merujuk diskriminasi yang seringkali dialami oleh mahasiswa konservatif di kampus Amerika Serikat.
Kirk adalah pendukung kuat keluarga. Ia menyoroti pentingnya seorang lelaki untuk menikah dan memiliki anak sebagai nilai fundamental dalam suatu lingkup masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi kepercayaan Kristen yang ia miliki untuk beranak cucu.
Sebagai loyalis muda Trump dan agenda MAGA, ia juga menyoroti aksi genosida gaza oleh pihak Israel sebagai konsekuensi seperti dialami Jepang yang dibom atom Amerika Serikat saat Perang Dunia II berlangsung.[11] Ia menggangap genosida yang terjadi adalah akibat kelalaian dari HAMAS yang menjadikan warga biasa sebagai 'tameng hidup'. [12]
Islam
Pada tahun 2025, Kirk menulis bahwa "Islam adalah pedang yang digunakan kaum kiri untuk menggorok leher Amerika."[8] Menyusul kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan pendahuluan walikota New York dari Partai Demokrat tahun 2025, Kirk menulis bahwa "24 tahun yang lalu sekelompok Muslim membunuh 2.753 orang pada peristiwa 9/11. Sekarang seorang Muslim Sosialis berpeluang memimpin Kota New York." Komentator liberal Fox News, Jessica Tarlov, meminta Kirk untuk menghapus postingan tersebut yang "menjijikkan dan Islamofobia."[13] Dalam postingan terpisah, Kirk berpendapat bahwa "Bukan Islamofobia untuk menyadari bahwa Muslim ingin mengimpor nilai-nilai ke Barat yang berupaya menggoyahkan peradaban kita."[14] Sebelumnya pada tahun 2018, Kirk berbicara di konferensi tahunan kelompok anti-Muslim ACT for America, sebuah organisasi yang memiliki banyak hubungan dengan Turning Point USA.[15]
Kebijakan Luar Negeri
Perang Gaza
Kirk kerap memberikan narasi pro-Israel tentang Perang Gaza yang berlanjut.[16] Ia menyalahkan Hamas, bukan Pasukan Pertahanan Israel, yang membunuh rakyat sipil Palestina.[17] Ia juga menyangkal bahwa Israel secara sengaja membuat Palestina menderita kelaparan.[18] Kirk pernah berkata bahwa Palestina adalah negara fiktif.[19]
Namun, tidak lama setelah mulainya Serangan 7 Oktober, Kirk menyebarkan sebuah teori konspirasi bahwa Israel sebenarnya sadar bahwa serangan tersebut akan terjadi namun memutuskan untuk tidak bertindak supaya Benjamin Netanyahu tetap berkuasa.[20] Pada Mei 2025, Kirk mengkritik sebuah undang-undang yang disahkan oleh sekelompok legislator bipartisan Amerika yang menambahkan hukum anti-BDS yang bertujuan untuk memberikan hukuman terhadap kritikan anti-Israel[21] karena ia takut bahwa undang-undang tersebut akan memicu antisemitisme yang semakin meningkat dan membuat naratif yang menyebar bahwa Amerika Serikat merupakan negara boneka Israel semakin terwujud.[22]
Tiongkok dan Taiwan
Kirk berkata kepada para pendengar podcastnya pada 2025 bahwa "Saya berkata, sayangnya jika kita merebut Taiwan, maka perang nuklir akan pecah. Pemimpin kita menanggani Tiongkok dengan salah. Harusnya kita mungkin merebut [Taiwan] pada 1950 tepat setelah Perang Dunia II".[23]
Korea Selatan dan Jepang
Seminggu sebelum ia terbunuh, Kirk singgah ke Seoul dan Tokyo untuk menyebarkan ideologi konservatismenya di Asia. Di Seoul, ia menjadi narasumber di acara Build Up Korea! yang diselenggarakan oleh Mina Kim dimana ia menyatakan perlawanan terhadap imigrasi dan komunisme dan memuji penyebaran Agama Kristen di Korea Selatan yang semakin memesat. Di Tokyo, ia muncul di acara yang diselenggarakan oleh Sanseitō, sebuah partai populis sayap kanan di Jepang yang dipimpin oleh Sohei Kamiya yang menyebut bahwa partai tersebut adalah penjelmaan Trumpisme. Kirk di acara tersebut menyatakan bahwa ia mengecam pekerja imigran di Jepang, meminta mereka pulang jika tidak bisa menghormati adat Jepang. Ia juga menyatakan bahwa ia sangat senang bahwa gerakan anti globalisme sudah semakin meningkat.[24]
Perubahan iklim
Kirk menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan Persetujuan Paris tentang perubahan iklim.[25] Kirk menyebarkan teori penyangkalan perubahan iklim, menyatakan bahwa pemanasan global adalah hoaks yang diulang terus menerus.[26] Pada 2017, Kirk mengaku bahwa Turning Point USA menerima bayaran dari industri perminyakan untuk menyebarkan narasi anti perubahan iklim. Dia menentang penargetan bahan bakar fosil dan menentang kampanye mahasiswa yang menekan universitas untuk melakukan divestasi bahan bakar fosil.[25][27] Pada tahun 2021, video Turning Point USA yang menampilkan Kirk dan Candace Owens mengklaim "tidak ada data faktual yang mendukung pemanasan global" dan para ilmuwan tidak mengetahui penyebabnya; Science Feedback menilai klaim tersebut tidak akurat. Kirk kemudian mengeluarkan koreksi, dan video tersebut dihapus.[28] Pada 2022, Kirk menghubungkan perubahan iklim dengan Marxisme, berkata bahwa perubahan iklim berbenturan dengan kedaulatan Amerika dan hak properti pribadi dan menyatakan bahwa perubahan iklim adalah narasi Kuda Troya oleh Marxisme serta menyamakannya dengan "pseudo-paganisme". Dia menyebut pernyataan bahwa perubahan iklim adalah ancaman eksistensial sebagai "omong kosong belaka", menyatakan bahwa jika kekhawatiran terbesar Anda dalam hidup adalah eksistensial, Anda memiliki kehidupan yang menyenangkan, dan menambahkan bahwa dia tidak percaya aktivitas manusia adalah pendorong perubahan iklim.[29]
Pada tanggal 10 September 2025, saat berada di panggung di Universitas Utah Valley di Orem, Utah, dalam acara TPUSA yang dikenal sebagai "The American Comeback Tour",[30][31] Kirk ditembak secara fatal di lehernya. Penembakan terjadi sekitar pukul 12:20 siang MDT (18:20 UTC), 20 menit setelah acara dimulai, di hadapan sekitar 3.000 orang.[32][33][34]
Sebelum ditembak, dia sedang berdebat tentang penembakan massal. Seorang siswa bertanya, "Apakah Anda tahu berapa banyak penembak massal yang ada di Amerika dalam 10 tahun terakhir?" dan kata-kata terakhir Kirk adalah jawabannya, "Termasuk atau tidak termasuk kekerasan geng?"[35][36]
Agen Khusus FBI yang bertanggung jawab, Robert Bohls, menggambarkan penyelidikan sebagai "masih dalam tahap awal" dan mendorong masyarakat untuk memberikan informasi.[39]
Reaksi
Setelah penembakan, sebelum Kirk dinyatakan meninggal, Presiden Trump meminta doa untuk Kirk di Truth Social.[40][41][42] Beberapa tokoh politik terkemuka dari kedua partai, termasuk mantan presiden (Bill Clinton, George W. Bush, Barack Obama, Joe Biden), turut mengutarakan rasa duka sambil mengecam tindakan pembunuhan politik,[43][34] serta sejumlah kepala negara internasional.[44][45][46][47] Ucapan belasungkawa untuk Kirk juga datang dari selebriti, influencer, dan atlet dari berbagai latar belakang politik.[48] Hening cipta juga dilakukan di depan Kedutaan Amerika Serikat di berbagai penjuru dunia untuk menghormati Kirk.[49] Setelah kematian Kirk, Presiden Trump mengeluarkan perintah agar semua bendera Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang di seluruh Amerika Serikat sebagai penghormatan kepadanya hingga 14 September pukul 18.00.[50]
Kematian Kirk menghidupkan kembali perdebatan terhadap kebijakan pemerintah mengenai kepemilikan senjata dan beberapa isu-isu utama. Partai Republik menyalahkan tokoh liberal karena "menghasut kekerasan dengan retorika" sementara Partai Demokrat menggunakan kematian Kirk untuk mengajukan undang-undang pengendalian senjata.[51] Aktivis kanan jauhLaura Loomer menyerukan balas dendam,[52] dan mulai doksing orang-orang yang ia tuduh merayakan atau menyetujui bahwa Charlie Kirk harus dibunuh.[53] Akibat aksi Loomer, ada berbagai berita bahwa pekerja yang merayakan kematian Charlie Kirk di PHK atau diberhentikan dari tugasnya. Seorang agen United States Secret Service dicutikan karena komentar yang dibuat di Facebook tentang Kirk pada hari kematiannya.[54] Beberapa guru sekolah juga diberhentikan karena komentar negatif untuk Charlie Kirk,[55][56][57] dan DC Comics membatalkan seri komik Red Hood karena penciptanya, Gretchen Felker-Martin, memposting komentar serupa tentang Kirk.[58]Wakil Presiden Amerika SerikatJD Vance menyatakan bahwa siapapun yang melihat orang yang menyambut kematian Kirk secara sukacita untuk dilaporkan agar dipecat[59] sementara Sekretaris Luar Negeri Amerika SerikatMarco Rubio mengumumkan bahwa siapapun yang merayakan kematian Charlie Kirk akan berakibatkan visanya dicabut dan orangnya dideportasi karena Rubio merasa bahwa perayaan kematian Kirk adalah hal yang menjijikan dan tidak sesuai dengan standar Amerika.[60][61] Donald Trump menyalahkan kader radikal Partai Demokrat atas kematian Kirk[62] dan pemerintahnya mulai bertindak dengan menuduh Antifa dan Open Society Foundations sebagai dalangnya.[63]
↑Lester, Kerry (29 April 2013). [dailyherald.com/article/20130429/news/704299942/ "Perfect storm launches 19-year-old Wheeling native into political punditry"]. The Daily Herald. Diakses tanggal 31 Januari 2018.
↑McCurry, Justin; Henley, Jon; Rashid, Raphael; Davidson, Helen; Ellis-Petersen, Hannah (September 11, 2025). "From 'hellhole' UK to anti-Muslim rhetoric in Japan, Charlie Kirk took his message abroad". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal September 11, 2025. Diakses tanggal September 12, 2025. 'I would say, sadly if we took Taiwan, it would probably start a nuclear war. Our leaders have largely mishandled China. We probably should have taken it in 1950 right after world war two[sic],' he said. There has never been any discussion of the US 'taking' Taiwan.
↑Romine, Elise Hammond, Maureen Chowdhury, Aditi Sangal, Dalia Faheid, Elizabeth Wolfe, Tori B. Powell, Cindy Von Quednow, Taylor (10 September 2025). "Utah Department of Public Safety and FBI are leading criminal investigation into Kirk's death, official says". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 September 2025. After Kirk was shot, he was taken 'by private vehicle' to Timpanogos Regional Hospital, where he died... Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)