Catalpaovata atau yang juga dikenal sebagai yellow catalpadan chinese catalpa merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Bignoniaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim sedang di wilayah China. Nama ilmiahnya pertama kali dipublikasikan oleh botanis George Don pada tahun 1837.[1] Tumbuhan ini berasal dari Tiongkok.[2]
Etimologi
Nama genusnya berasal dari nama Indian Amerika Utara. Sedangkan julukan khususnya berarti lonjong atau berbentuk telur.[2]
Pemerian
C. ovata adalah pohon gugur kecil yang biasanya tumbuh setinggi 9 meter dan selebar 9 meter dengan tajuk yang menyebar. Pohon ini berasal dari kawasan hutan di Tiongkok bagian barat. Daunnya lebar, berbentuk bulat telur, dan hijau muda (hingga 10 inci panjang dan lebar), biasanya utuh tetapi terkadang 3-5 lobus. Daun tiba-tiba meruncing ke ujung dan sebagian besar berbentuk hati di pangkalnya. Daunnya gundul, kecuali untuk urat daun berbulu halus di bawahnya. Dedaunan berubah menjadi kuning yang tidak mencolok di musim gugur. Bunganya menarik, tetapi tidak mencolok seperti Catalpa bignoniodes (catalpa selatan) dan C. speciosa (catalpa utara). Bunga berbentuk lonceng, seperti anggrek, berwarna putih kekuningan (masing-masing hingga 3/4 inci panjang) dengan bercak bagian dalam ungu dan oranye muncul di malai (hingga 10 inci panjang) di akhir musim semi (akhir Mei hingga awal Juni di St. Louis). Bunga memberi jalan ke polong biji hijau yang panjang dan ramping (hingga 16 inci panjang dan 1/3 inci lebar). Polong biji matang di musim gugur menjadi coklat tua dan kemudian terbelah memanjang untuk melepaskan biji di dalamnya. Kulit pohon dewasa retak, beralur menonjol dan coklat abu-abu pucat. Catalpa cina telah tumbuh di luar kebun dan dinaturalisasi di beberapa negara bagian di Amerika Serikat bagian timur.[2]
Meskipun berasal dari provinsi-provinsi beriklim sedang di Tiongkok (Anhui, Gansu, Hebei, Heilongjiang, Henan, Hubei, Jiangsu, Jilin, Liaoning, Nei Monggol, Ningxia, Qinghai, Shaanxi, Shandong, Shanxi, Sichuan, Xinjiang), C. ovata juga dibudidayakan di Amerika Utara dan Eropa, dan telah menjadi induk Catalpa × erubescens dengan spesies Amerika Catalpa bignonioides. Umumnya digunakan untuk membuat bagian bawah guqin, sebuah instrumen musik tradisional Tiongkok.[3]
Budidaya
Tanaman ini mudah tumbuh di tanah dengan tingkat kesuburan sedang hingga basah, drainase baik, di bawah sinar matahari penuh hingga teduh sebagian. Ia toleran terhadap berbagai kondisi tanah, baik basah maupun kering. C. ovata juga toleran terhadap banjir musiman. Ia lebih menyukai tanah lempung yang lembap dan subur.[2]
Hama dan penyakit
Tidak ada gangguan serangga atau penyakit yang sifatnya serius. Namun, tumbuhan ini rentan terhadap penyakit layu verticillium, bercak daun, embun tepung, dan hawar ranting. Larva (ulat) ngengat catalpa sphinx dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar saat memakan daun.[2]
Kegunaan
Pohon catalpa dewasa yang berbentuk bulat simetris dapat menjadi pohon penghias ruang terbuka hijau, terutama di musim semi ketika dedaunannya masih muda dan bunga-bunganya bermekaran. Namun, pohon ini agak kasar sehingga banyak yang menganggap kurang pantas untuk mendapatkan tempat yang menonjol di lanskap. Cabang-cabangnya rapuh dan pohon dewasa jarang menunjukkan bentuk klasik. Dedaunan juga cenderung menyusut seiring berjalannya musim tanam, daun-daunnya yang besar rentan terhadap kerusakan akibat hujan es, angin, serangga, dan terkadang penyakit. Pohon ini dapat digunakan secara efektif di lanskap untuk area yang sulit seperti dataran rendah yang lembap atau area kering dengan tanah yang buruk.[2]
Sebagai bahan obat
Kulit batang Catalpa ovata telah dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional untuk pengobatan berbagai penyakit inflamasi, seperti gatal dan kudis.[4] Bersama Catalpa bignonioides, spesies tumbuhan ini digunakan untuk mengobati masalah asma, batuk rejan, kondisi jantung, denyut nadi lemah, dan menurunkan demam malaria tinggi selain mengobati masalah kulit.[5]