Burung-madu pengantin (Leptocomasperata) adalah spesies burung berukuran kecil dari famili Nectariniidae, dari genusLeptocoma. Burung-madu pengatin memiliki nama berbeda di beberapa daerah seperti di Jawa Timur dikenal dengan sebutan kolibri ninja, di Jawa Tengah lebih dikenal dengan nama kolibri raja, sedangkan di Jawa Barat terkenal dengan kolibri tasik.
Deskripsi
Burung-madu pengantin memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 9 sampai 10cm dengan berat tubuh sekitar 5,2 sampai 7,5g.[2]
brasiliana (J. F. Gmelin, 1788) – Timur-laut India (Assam, Tripura, Manipur), Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia & Sumatra (termasuk pulau di sekitarnya, kecuali Simeulue), Jawa Barat dan Kalimantan.
emmae (Delacour & Jabouille, 1928) – Cambodia, S Laos and S Vietnam (probably also this race in Tonkin).
mecynorhyncha (Oberholser, 1912) – P. Simeulue (Sumatera Barat).
eumecis (Oberholser, 1917) – Kep. Anamba, sebelah timur Semenanjung Malaysia.
axantha (Oberholser, 1932) – Kep. Natuna Utara.
henkei (A. B. Meyer, 1884) – Calayan, Babuyon Claro, Fuga and Camiguin Norte, dan kawasan pegunungan utara & tengah Luzon, Filipina.
trochilus (Salomonsen, 1953) – Filipina Barat, Tengah & Selatan (Lubang, Mindoro, Busuanga, Culion, Tablas, Romblon, Sibuyan, Masbate, Ticao, Palawan, Dadagican, Ursula, Balabac, Panay, Guimaras, Biliran, Leyte, Samar, Basiao, Calicoan, Negros, Cebu, Bohol, Siquijor, Camiguin Sur, Dinagat, Nipa, Siargao, Bucas Grande, E Mindanao, Talicud, Pujada, Balut); juga di Kep. Maratua, Kalimantan Timur.
juliae (Tweeddale, 1877) – Kep. Mindanao & Sulu (Malanipa, Malamaui, Basilan, Tonquil, Jolo, Siasi, Tawi-Tawi, Sanga Sanga, Bongao, Simunul, Sibutu), di Filipina Selatan.
Mengikuti Rasmussen & Anderton (2005), Burung-madu pengantin dipisah lebih lanjut menjadi Leptocoma sperata (Purple-throated Sunbird) dan L. brasilliana (Van Hasselt’s Sunbird). Ras endemik Filipina (henkei, sperata & juliae) masuk dalam spesies L. sperata, sedangkan 6 ras sisanya masuk dalam L. brasilliana.
Habitat
Pada umumnya, burung-madu pengantin lebih menyukai pinggir hutan, tempat terbuka dan habitat pinggiran lain, termasuk perkebunan karet. Kadang-kadang terlihat di hutan dataran rendah, hutan pantai, dan hutan bakau sampai ketinggian 200m.
Makanan
Di alam liar burung-madu pengantin pada umumnya memakan biji-biji kecil, nektar, buah-buahan, serangga, laba-laba. Biasanya hidup sendirian atau berpasangan
Reproduksi
Ketika musim kawin tiba, burung-madu pengantin membuat sarang tergantung dari wilayah masing-masing yang sekitar Februari dan Mei di Bangladesh; Januari, Mei dan Juni di Jawa; Februari-Juli di Semenanjung Malaya dan April-Juni untuk Kalimantan dan Kalimantan Selatan. Untuk Filipina, tanggalnya bahkan lebih banyak: Januari untuk Négros, Desember untuk Palawan, April untuk Samar. Telur 2 butir berwarna coklat yang diletakkan pada sarang berbentuk kantung menggantung terbuat dari akar dan serat diikat pada sarang laba-laba, tidak jauh dari permukaan tanah sekitar 1 sampai 6 meter.[3]