Bungah adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik. Bungah diapit oleh Manyar di selatan serta Sidayu di utara, dan keduanya dihubungkan oleh Jalan Pantura. Selain itu, ke arah barat juga terdapat jalur menuju Dukun. Perbatasan dengan Manyar dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo dan terhubung oleh Jembatan Sembayat.[1] Muara sungai tersebut awalnya berada di Selat Madura sebelum dibelokkan oleh Belanda ke utara. Di muara asli sungai ini terdapat sebuah pulau kecil bernama Mengare yang dikenal dengan wisata pantai serta mangrove-nya.[2] Sedimentasi sungai membuat pulau tersebut menyatu, sehingga dapat dilalui jalur darat melintasi areal tambak yang luas.[3] Di dekat pulau ini juga terdapat peninggalan sejarah yaitu Benteng Lodewijk yang dibangun Belanda untuk mengawasi pelayaran di Selat Madura.[4]
Salah satu sektor ekonomi penting di Bungah adalah perikanan. Wilayah Bungah bagian timur seperti Mengare memiliki banyak areal tambak. Hal tersebut membuat Mengare dikenal sebagai salah satu sentra budidaya bandeng di Gresik.[5] Sedangkan Desa Bungah di pusat kecamatan dikenal sentra pengrajin alat musik rebana dan songkok (peci).[6] Bungah memang memiliki tradisi Islami yang sudah lama. Bahkan Bungah memiliki pondok pesantren tertua di Gresik sekaligus di pesisir utara Jawa Timur, yaitu Ponpes Qomaruddin yang berdiri pada tahun 1747 M.[7] Ponpes tersebut juga mengelola perguruan tinggi yaitu Universitas Qomaruddin (UQ).
Geografi
Peta administrasi Bungah
Bungah adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik bagian utara. Geografi Bungah berupa dataran rendah yang didominasi areal tambak bandeng dan persawahan. Tambak tersebut sebagian besar berada di wilayah timur yang diapit oleh Sungai Bengawan Solo di sebelah barat dan Selat Madura di sebelah timur. Bengawan Solo melintasi Bungah dari arah barat menuju ke timur, kemudian berbelok ke utara menuju Ujungpangkah. Sebelumnya muara sungai ini berada di Bungah bagian timur, tetapi kemudian dibelokkan oleh Belanda untuk menghindari pendangkalan Selat Madura. Di dekat muara sungai asli tersebut terdapat Pulau Mengare. Pulau Mengare terdiri dari tiga desa yaitu Tajungwidoro, Kramat, dan Watuagung. Pulau tersebut sekarang menyatu dengan Pulau Jawa akibat sedimentasi yang membentuk delta sungai sehingga dapat diakses dengan jalur darat. Daratan yang terbentuk karena sedimentasi tersebut sekarang telah diubah menjadi kawasan tambak.
Batas wilayah Kecamatan Bungah adalah sebagai berikut:[8]