Pintu KeluarBrebes Timur juga dikenal sebagai Brexit (Brebes Exit) adalah salah satu persimpangan tol di Indonesia. Kata "Brexit" sendiri merujuk pada tren kata serupa di dunia bagian barat saat Kerajaan Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa.[1]
Persimpangan tol ini terkenal karena angka kematian dan volume kemacetan hingga ribuan kendaraan yang terjadi setelah pembukaan persimpangan ini pada arus mudik dan arus balik tahun 2016; yakni pada akhir bulan Ramadan dan pada awal bulan Syawal esoknya.[2]
Sebenarnya ada dua pintu keluar Brebes, pintu tol Brebes Timur (Brebes Timur) di kilometer 268 (dari Jakarta), dan pintu tol Brebes Barat (Brebes Barat) di kilometer 263. Namun, karena pada saat itu Brebes Timur menjadi ujung dari jalan tol Trans-Jawa, sehingga kendaraan para pemudik keluar dari Brexit untuk melanjutkan perjalanan mereka.[4]
Lebaran 2016
Selama Lebaran 2016, panjang antrean kendaraan di Brexit mencapai 16Â km.[5] Lima belas orang meninggal dalam satu hari.[6]
Kematian dan kemacetan di Brexit terutama disebabkan oleh lambatnya pembayaran tol. Total pembayarannya sendiri untuk tahun 2015 berjumlah Rp146.500 untuk perjalanan dari Jakarta ke Brexit.[7] Banyaknya kendaraan yang kehabisan bahan bakar di Brexit menambah parah kemacetan disana. Penjaja bahan bakar pun berseliweran, mereka mematok harga mulai Rp50.000 per liter, enam kali lipat dari harga resmi. Selain itu, adanya pasar tumpah dan lampu lalu lintas yang berdekatan dengan pintu keluar tol menambah parah kemacetan di Brexit.[8]
Buntut kejadian
Akibatnya, Pertamina pada musim mudik 2017 mengumumkan bahwa mereka akan mendirikan kios keliling[9] dan sepeda motor dengan tabung bahan bakar[10] untuk menyediakan suplai bahan bakar bagi pengendara yang terjebak kemacetan.
Pada akhir 2017, pemerintah Indonesia berencana untuk mengganti pembayaran tol secara tunai dengan pembayaran kartu elektronik. Ini diharapkan akan mengurangi waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk melewati pintu tol.[11]
Seiring dengan rampungnya pembangunan tol Trans Jawa mulai dari Banten hingga Surabaya, persimpangan tol ini sudah tidak lagi menjadi pusat kemacetan pada waktu mudik.[12][13]