Beberapa ketidakkonsistenan dengan sejarah asli terjadi di film ini, yang diakui oleh Mel Gibson.
Sosok William Wallace
Di dunia nyata, William Wallace bukanlah rakyat biasa. Ia berasal dari keluarga terpandang. Namun memang benar ia memulai pemberontakan krn membalas dendam atas istrinya yang terbunuh. Ia juga memang menjadi Guardian setelah Pertempuran Jembatan Stirling dan namanya jatuh setelah kekalahan di Pertempuran Falkirk.
Sosok Isabella of France
Dalam film digambarkan Isabella selingkuh dan dihamili William Wallace. Padahal saat cerita terjadi, seharusnya ia baru berumur 3 tahun. Ia tidak menikah dengan Edward II sebelum ia menjadi raja, dan Edward III lahir jauh setelah kematian William Wallace.
Raja Inggris
Edward I digambarkan terlalu bengis. Dalam kenyataannya, ia cukup sopan dan beradab. Edward I gugur dalam pertempuran dua tahun setelah kematian Wallace. Edward II juga digambarkan kemayu, yang kemudian memunculkan tuduhan homophobia kepada Mel Gibson. Dan kenyataannya, dalam sejarah Edward II memiliki dua istri dan lima anak.
Jus primae noctis
Memang benar, bahwa pada masa itu ada catatan bahwa raja mengizinkan tuan tanah untuk menuntut hak bersetubuh dengan wanita sebelum menikah. Namun klaim adanya praktik ini diragukan apakah benar terjadi.
Kekuasaan Inggris
Dalam film digambarkan seolah penguasaan Inggris atas Skotlandia telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Padahal menurut sejarah, ia memberontak hanya setahun setelah berkuasanya Inggris.
Pertempuran
Pertempuran Jembatan Stirling sama sekali tidak menampilkan jembatan yang justru menjadi bagian penting kemenangan Wallace dalam sejarah. Sementara dalam Pertempuran Falkirk, tidak ada pasukan Irlandia di dalam pasukan Inggris.