Salah satu penyebab banjir di Kabupaten Demak adalah jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Sungai Jratun yang berada di perbatasan antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus.[1] Jebolnya tanggul Sungai Wulan ini terjadi akibat struktur tanggul tidak mampu menahan kuatnya arus Sungai Wulan yang meluap akibat hujan lebat yang terjadi sejak 5 Februari 2024 dan naiknya debit air yang berasal dari wilayah Kabupaten Grobogan.
Dampak
Pada tanggal 6 Februari 2024 akibat banjir yang menggenangi rel kereta dilintasan antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati di KM 32+5/7 di lintas raya antara Semarang - Surabaya menyebabkan perjalanan kereta terganggu dengan beberapa perjalanan rangkaian kereta dipindah jalur dan beberapa rangkaian perjalanan kereta terpaksa dibatalkan.[2]
Selama tiga hari sejak tanggal 8 Februari 2024 hingga 10 Februari 2024 jalur utama Pantura Jawa yang menghubungkan Kabupaten Demak dengan Kabupaten Kudus terputus total akibat terendam banjir setinggi antara 1,5 hingga 2 meter.[3] Lalu lintas dialihkan dengan memutar melalui wilayah Kabupaten Jepara.[4]
Evakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Karanganyar, Demak oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 9 Februari 2024 terhambat oleh derasnya aliran banjir.[5]
Akibat dari banjir, beberapa Tempat pemungutan suara untuk Pemilihan umum pada tanggal 14 Februari 2024 akan dipindahkan ke sekitar lokasi pengungsian. Pemerintah provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten terdampak, KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU Kabupaten terdampak akan berkoordinasi dan bekerjasama untuk pemindahan lokasi TPS ini.[7]
Respon
Pejabat (Pj.) Gubernur Jawa TengahNana Sudjana meninjau ke lokasi banjir di Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus pada tanggal 10 Februari 2024. Nana menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengecek lokasi banjir dan memasukkan alat berat untuk menanggulangi banjir.
Panglima Kodam IV/DiponegoroMayor JenderalTandyo Budi Revita menugaskan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPBA) dari Komando Distrik Militer (KODIM) 0716/Demak melakukan evakuasi dan SAR dan juga mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian di lapangan milik TNI.[8]