Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 663 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Sunda Pandeglang adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang digunakan sebagai bahasa tuturan masyarakat di wilayah Banten selatan, terutama Kabupaten Pandeglang. Sebagai varian bahasa Sunda yang wilayah penuturan dan persebarannya cukup jauh dengan bentuk bahasa Sunda di wilayah Parahyangan (bahasa Sunda Priangan) yang dianggap sebagai bentuk standar bahasa Sunda, bahasa Sunda Pandeglang memiliki banyak perbedaan yang cukup jelas dengan bahasa Sunda baku, terutama dalam hal kosakata atau leksikon, termasuk beberapa partikel yang tergolong divergen dan tak lazim ditemui di tempat lain, dan perbedaan struktur atau tata bahasa yang memiliki karakteristiknya tersendiri. Bersama dengan bahasa Sunda Serang dan bahasa Sunda Tangerang, dialek ini membentuk rumpun dialek Sunda Banten.[3]
Leksikon
Sebuah contoh teks yang menggunakan bahasa Sunda Pandeglang (sub-dialek Jiput, Menes, dan Labuan) dalam aksara Sunda dan Latin.
Abab
Abab adalah kosakata yang bermakna 'udara yang keluar dari mulut'. Contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.[4]
Damar kejo adalah ungkapan yang merujuk pada organ mata. Biasanya digunakan ketika seseorang sedang mengumpat, seperti pada contoh kalimat di bawah ini.[14]
Ini adalah frasa yang digunakan untuk menyebut suatu keadaan hujan dengan matahari yang terlihat bersinar (hujan panas).[21] Dalam bahasa Sunda baku, istilah ini dikenal sebagai hujan poyan.
Kumaha nya ja hujan ngajuru maung kieu. 'Bagaimana ya, karena hujan panas begini.'
Iheung
Iheung adalah ungkapan ketidaktahuan, sepadan dengan 'entahlah' atau 'tidak tahu'.[22]
Nu ditanya ngan ngajawab iheung, ja henteu nyahoeun meureun. 'Yang ditanya hanya menjawab "entah", mungkin karena ia memang tidak tahu.'
Nu diskusi meuni nyohyoh, doang enya bakal malilatkeun nagara. 'Yang sedang berdiskusi begitu menyerocos, seakan-akan bakal memajukan negara.'
Orok
Orok bisa diartikan sebagai penyebutan terhadap orang lain, hampir serupa dengan 'tokoh', 'masyarakat', 'orang', 'putra', dll. yang kemudian diikuti nama daerah tertentu.[42]
Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Pandeglang". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. doi:10.5281/zenodo.5772642.{{cite web}}: |ref=harv tidak validPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Sofyan, O. (1984). Struktur Bahasa Sunda Dialek Pandeglang. Jakarta: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)