Daftar prefiks
Prefiks asli dalam bahasa Indonesia berjumlah delapan morfem, yaitu meng-, di-, ber-, ter-, ke-, peng-, per-, dan se-.
Meng-
Prefiks meng- berfungsi sebagai pembentuk verba (kata kerja) aktif, baik transitif (memerlukan objek) maupun intransitif (tidak memerlukan objek). Prefiks ini mengandung makna:[4]
- menjadi.
Contoh: mencair, menguning, dan mengkristal.
- berfungsi sebagai atau menyerupai.
Contoh: menyupir dan menggunung.
- makan atau minum.
Contoh: menyatai, mengopi, dan mengeteh.
- menuju.
Contoh: mengutara, melaut, dan menepi.
- mencari atau mengumpulkan.
Contoh: mendamar dan merumput.
- mengeluarkan bunyi.
Contoh: mengeong, mengaum, mencicit.
- menimbulkan kesan seperti seseorang atau sesuatu yang.
Contoh: membisu, membatu, dan merendah hati.
- dasar verba.
Contoh: membaca, menulis, dan membajak.
- membuat atau menghasilkan.
Contoh: menyambal, menggulai, dan membatik.
- menyatakan.
Contoh: mengaku.
Prefiks meng- memiliki beberapa bentuk alomorf, yaitu me-, mem-, men-, meny-, dan menge-, yang pemakaiannya memiliki kaidah tertentu tergantung pada kata dasar yang mengikutinya. Kaidah terkait penggunaan alomorf tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Di-
Prefiks di- berfungsi sebagai pembentuk verba pasif transitif. Prefiks ini mengandung makna "dikenai suatu tindakan".[5] Contohnya adalah dimakan, dicari, ditukar, ditik, dan diambil.
Tidak seperti prefiks meng-, prefiks di- tidak memiliki alomorf lain dan tidak ada kaidah peluluhan fonem.[6]
Perlu dicatat bahwa penulisan prefiks di- tidak sama dengan kata depan di. Prefiks di- harus ditulis serangkai dengan kata dasar yang mengikutinya, sedangkan kata depan di harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikuti.
Ber-
Prefiks ber- berfungsi sebagai pembentuk verba aktif intransitif. Prefiks ini mengandung makna:[7]
- mempunyai.
Contoh: beratap, bercita-cita, dan beristri.
- menggunakan atau memakai.
Contoh: berlayar, bermobil, dan berbaju.
- menghasilkan.
Contoh: bertelur dan berkokok.
- dalam jumlah atau kelipatan.
Contoh: bertiga dan berjuta-juta.
- mengakui dan/atau memanggil sebagai.
Contoh: beradik, berbapak, dan bertuan.
- bertindak atau bekerja sebagai.
Contoh: bertani dan bertinju.
- berada dalam keadaan.
Contoh: bergembira dan bersedih.
- menyatakan perbuatan timbal balik.
Contoh: bergulat dan bertinju.
- menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri.
Contoh: berhias dan bercukur.
Prefiks ber- memiliki dua bentuk alomorf, yaitu be- dan bel-, yang pemakaiannya memiliki kaidah tertentu tergantung pada kata dasar yang mengikutinya. Kaidah terkait penggunaan alomorf tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Ter-
Prefiks ter- berfungsi sebagai pembentuk verba pasif intransitif atau pembentuk adjektiva (kata sifat) tergantung maknanya. Sebagai pembentuk adjektiva, prefiks ter- mengandung makna "paling". Contohnya adalah tercantik, terpandai, dan teramai.[8]
Kemudian sebagai pembentuk verba pasif, prefiks ini mengandung makna:[8]
- telah dilakukan atau dalam keadaan.
Contoh: terbuka, terduduk, dan termenung.
- telah mengalami; menderita keadaan atau kejadian (dengan tidak sengaja atau dengan tiba-tiba).
Contoh: terpesona dan terbangun.
- sanggup atau dapat dilakukan. Prefiks ini biasanya didahului kata tidak atau bersufiks -kan.
Contoh: tidak terkira, tidak terangkat, dan tersalurkan.
- sampai ke.
Contoh: tertulang.
Prefiks ter- memiliki satu bentuk alomorf, yaitu te-, yang pemakaiannya memiliki kaidah tertentu tergantung pada kata dasar yang mengikutinya. Kaidah terkait penggunaan alomorf tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Sebelumnya, terdapat alomorf lain dari prefiks ter-, yaitu tel-, yang digunakan khusus untuk kata dasar anjur, membentuk kata telanjur. Setelah kata telanjur berdiri sendiri menjadi kata dasar, varian tel- tidak lagi digunakan.
Ke-
Prefiks ke- berfungsi sebagai pembentuk nomina (kata benda), pembentuk verba, atau pembentuk numeralia (kata bilangan) tergantung maknanya. Sebagai pembentuk nomina, prefiks ke- mengandung makna:[9]
- yang mempunyai sifat atau ciri.
Contoh: ketua.
- yang dituju dengan.
Contoh: kekasih dan kehendak.
Sebagai pembentuk verba, prefiks ini mengandung makna:[9]
- telah mengalami atau menderita keadaan atau kejadian (dengan tidak sengaja atau dengan tiba-tiba).
Contoh: ketabrak, kepergok, dan ketemu.
- dapat atau sanggup.
Contoh: kebaca dan keangkat.
Kemudian sebagai pembentuk numeralia, prefiks ini mengandung makna:[9]
- tingkat atau urutan.
Contoh: ketiga, kelima, dan kesebelas.
- kumpulan.
Contoh: kedua (buku) dan ketiga (orang).
Prefiks ke- tidak memiliki alomorf lain dan tidak ada kaidah peluluhan fonem.
Per-
Prefiks per- berfungsi sebagai pembentuk verba aktif atau pembentuk nomina tergantung maknanya. Sebagai pembentuk verba, prefiks per- mengandung makna:[10]
- menjadikan atau membuat menjadi.
Contoh: perindah dan perjelas.
- membagi menjadi.
Contoh: perdua dan pertiga.
- melakukan.
Contoh: perbuat.
- memanggil atau menganggap.
Contoh: perbudak dan pertuan.
Kemudian sebagai pembentuk nomina, prefiks ini mengandung makna:[10]
- yang memiliki.
Contoh: persegi dan pemalu.
- yang menghasilkan.
Contoh: pedaging dan petelur.
- yang biasa melakukan (sebagai profesi, kegemaran, kebiasaan).
Contoh: pertapa, petinju, dan pelajar.
- yang melakukan pekerjaan mengenai diri.
Contoh: peubah.
- yang dikenai tindakan.
Contoh: pesuruh dan petatar.
- orang yang biasa bekerja di.
Contoh: pelaut dan peladang.
- orang yang gemar.
Contoh: perokok dan pendaki gunung.
Prefiks per- memiliki dua bentuk alomorf, yaitu pe- dan pel-, yang pemakaiannya memiliki kaidah tertentu tergantung pada kata dasar yang mengikutinya. Kaidah terkait penggunaan alomorf tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Se-
Prefiks se- berfungsi sebagai pembentuk numeralia atau pembentuk adverbia (kata keterangan) tergantung maknanya. Sebagai pembentuk numeralia, prefiks se- mengandung makna:[11]
- satu.
Contoh: sekamar, sekelas, dan serumah.
- sama.
Contoh: sepandai, setinggi, dan secerdas.
Kemudian sebagai pembentuk adverbia, prefiks ini mengandung makna:
- dengan.
Contoh: seizinku.
- setelah.
Contoh: sepergimu.
Prefiks se- tidak memiliki alomorf lain dan tidak ada kaidah peluluhan fonem.
Perbandingan prefiks
Beberapa prefiks memiliki hubungan antara satu sama lain, baik secara morfologis maupun semantis.
Meng- vs. di-
Prefiks meng- yang transitif dan prefiks di- saling bertolak belakang satu sama lain. Kata berprefiks meng- yang merupakan verba aktif dapat diubah menjadi verba pasif dengan mengubah prefiksnya menjadi di-, dan begitu pun sebaliknya. Contoh:
- memutus ⇔ diputus.
- merusak ⇔ dirusak.
- melihat ⇔ dilihat.
- mengepel ⇔ dipel.
- mengklarifikasi ⇔ diklarifikasi.
Meng- vs. ber-
Meskipun sama-sama mampu membentuk verba aktif intransitif dan perbedaan di antara keduanya acap kali sangat tampak, batas perbedaan tersebut sulit untuk dijelaskan. Menurut Dwi Agus Erinita, perbedaan di antara keduanya dapat dijelaskan dari sudut pandang makna inheren (khas) secara telis (menggambarkan perbuatan tuntas) dan atelis (menggambarkan perbuatan tidak tuntas). Prefiks meng- umumnya membentuk verba telis yang digunakan ketika waktu kejadian dari verba tersebut jelas dan terbatas pada suatu titik tertentu, entah itu terjadi pada kala lampau, kini, maupun mendatang. Sementara prefiks ber- umumnya membentuk verba atelis yang waktu kejadian tidak perlu diketahui secara jelas dan bahkan mungkin saja tidak dibatasi pada waktu tertentu.[15] Contoh:
- mengganti vs. berganti.
- menanam vs. bertanam.
- memburu vs. berburu.
- menghitung vs. berhitung.
- menyanyi vs. bernyanyi.
Peng- vs. per-
Prefiks peng- dan per- memiliki beberapa makna yang mirip, dan juga memiliki alomorf yang sama, yaitu pe-. Berikut adalah perbandingan kemiripan di antara keduanya.
- Sebagian nomina berprefiks peng- memiliki hubungan yang bermakna "melakukan" atau "berprofesi" dengan verba terkait berprefiks meng-, sedangkan sbagian nomina berprefiks per- (terutama varian pe-) juga memiliki hubungan yang sama tetapi dengan verba berprefiks ber-. Contoh:
- perawat → merawat. (berprofesi)
- pembaca → menulis. (melakukan)
- pelatih → melatih. (berprofesi)
- pendengar → mendengar. (melakukan)
- pedagang → berdagang. (berprofesi)
- pemain → bermain. (melakukan)
- petani → bertani. (berprofesi)
- pejalan → berjalan (melakukan)
- Sebagian nomina berprefiks peng- dan per- (atau pe-) juga dapat membentuk hubungan kontras pelaku–pengalam. Kata berprefiks peng- berperan sebagai pelaku sementara kata berprefiks per- atau pe- sebagai pengalam (sasaran). Contoh:
- penyuruh vs. pesuruh
- peninju vs. petinju
- penyerta vs. peserta
- penatar vs. petatar
- penyuluh vs. pesuluh