Setelah pembunuhan Caesar pada bulan Maret 44, Hirtius terlibat secara mendalam dalam manuver politik antarpihak. Setelah dicalonkan untuk jabatan tersebut oleh Caesar, Hirtius dan Pansa menjabat sebagai konsul pada tahun 43.[4]
Awalnya mendukung Marcus Antonius, Hirtius secara sukses dirayu oleh Cicero yang merupakan sahabat pribadinya,[5] dan membelot kepada pihak Senatorial. Ia kemudian berangkat bersama pasukan untuk menyerang Antonius yang sedang mengepung Mutina. Bersama-sama dengan Pansa dan Octavianus (yang kelak menjadi Kaisar Augustus), Hirtius memaksa Antonius untuk mundur, namun ia gugur dalam pertempuran di Mutina (21 April). Ia dianugerahi penghormatan berupa pemakaman kenegaraan, bersama dengan Pansa yang meninggal beberapa hari kemudian.
Hirtius menambahkan buku kedelapan pada karya Caesar, De Bello Gallico. Ia terkadang dianggap sebagai penulis de Bello Alexandrino, meskipun analisis gaya bahasa sejak tahun 1960-an—termasuk analisis gaya bahasa berbasis komputer yang dilakukan baru-baru ini—membantah anggapan tersebut. Persoalan mengenai siapa penulis de Bello Alexandrino masih menjadi topik perdebatan di kalangan para ahli.[6][7][8]
Suetonius dalam bab 68 di Kehidupan Augustus[9] menulis bahwa saudara Marcus, Lusius Antonius, menuduh Augustus telah "menyerahkan dirinya kepada Aulus Hirtius di Spanyol dengan imbalan tiga ratus ribu sestertius." Dugaan hubungan homoseksual ini konon terjadi pada tahun 46 SM, di masa perang saudara ketika Julius Caesar membawa Octavianus ke Spanyol dan Aulus Hirtius sedang bertugas di sana. Namun, ada kemungkinan bahwa hal ini merupakan upaya fitnah oleh Markus Antonius, yang saat itu merupakan lawan politik Octavianus. Tuduhan mengenai posisi pasif dalam hubungan homoseksual merupakan metode serangan politik yang umum di masa Republik Romawi, dan mustahil untuk mengetahui sejauh mana kebenaran tuduhan tersebut.
Lihat pula
De Fato, sebuah dialog oleh Cicero dimana Hirtius memainkan peran sebagai teman bicara
↑Cicero. On the Orator: Book 3. On Fate. Stoic Paradoxes. Divisions of Oratory, p. 189. Translated by H. Rackham. Loeb Classical Library 349. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1942.
↑Zhang, Olivia R., Trevor Cohen & Scott McGill. “Did Gaius Julius Caesar Write De Bello Hispaniensi? A Computational Study of Latin Classics Authorship”. HUMAN IT 14.1 (2018): 28–58