Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Anwar al-Awlaki di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Anwar Nasser Abdulla al-Awlaki (bahasa Arab:أنور العولقيcode: ar is deprecated , translit.Anwar al-'Awlaqī; 22 April 1971–30 September 2011) adalah tokoh pejuang Islam kelahiran Amerika Serikat dan memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Amerika Serikat dan Yaman.[7][8]
Menurut pejabat AS, al-Awlaki dipromosikan sebagai "komandan regional" al-Qaeda pada 2009.[17]
Tahun-tahun terakhir syekh Anwar al-Awlaki dipercaya bersembunyi di tenggara Yaman. Dia dibicarakanin absentia pada 2010 di Yaman, dan menyuruh dia ditangkap 'hidup atau mati'.[18] Tim tentara Amerika memburu dan kemudian menembakkan rudal, saat Anwar al-Awlaki berada di mobilnya di Al Jawf pada 30 September 2011.[19]
Biodata
Al-Awlaki lahir pada 22 April 1971 di New Mexico. Orang tua di Yaman. Ayahnya adalah profesor di Universitas Sana'a dan juga sempat menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Di tahun 1991, Awlaki kembali ke Amerika Serikat untuk belajar teknik sipil di Colorado State University. Dia mempelajari pendidikan di San Diego State University, dan melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas George Washington di Washington, DC.
Setelah serangan 11 September 2001, Awlaki diwawancarai sehubungan adanya tiga pelaku 9/11. Dua di antaranya ditemukan yakni Khalid al-Mihdhar dan Nawaf al-Hazmi, di sebuah masjid di San Diego pada tahun 2000. Sejak 1999 dan 2000, Awlaki juga diselidiki oleh FBI tetapi investigasi tidak berhasil karena tidak ada bukti kuat atas Al-Awlaki terlibat dalam serangan 9/11.
Di tahun 2002 dia kembali ke Yaman dan ditangkap oleh pemerintah Yaman. Di tahun 2006 Al-Awlaki dicurigai sebagai dalang dari kelompok penculikan terhadap anak muda. Ia kemudian dipenjara tanpa sepatah katapun hingga akhirnya dibebaskan berkat bantuan dari pendukungnya.
Setelah dibebaskan dari penjara, Awlaki pindah ke daerah tengah suku Awalik di timur Kegabenoran Shabwah yang merupakan kubu al-Qaeda dan menjadi pengajar di masjid lokal.
Propaganda Al Qaeda
Al-Awlaki adalah orang karismatik dan fasih berbahasa Inggris. Khutbahnya tersebar di Amerika Serikat, Inggris dan seluruh Semenanjung Arab.
Seruan Membunuh Tentara Amerika
Pada 22 Mei 2010, beberapa situs menyiarkan pidatonya agar umat Islam segera bangkit dan membunuh tentara Amerika Serikat. Orang Islam yang menjadi tentara Amerika diminta untuk membunuh tentara Amerika di Afghanistan dan Irak. Salah satu yang dipujinya dalam tindakan membunuh 13 orang di kamp militer Amerika di Fort Hood, Texas.[20] adalah Nidal Hassan.
Pada 30 September 2011, al-Awlaki ditembak mati di kota Khashef, Kegabenoran Al Jawf, Yaman ketika dalam perjalanan naik mobil di jalan raya. Sekitar 87km di timur Sana'a. Militer AS menggunakan rudal AGM-114 Hellfire ke lantai mobil yang hendak menuju ke Ma'rib jam 9.55 pagi waktu setempat pada hari Jumat 30 September 2011. Serangan itu disetujui oleh Presiden ASBarack Obama. Selain itu orang yang tewas adalah Ibrahim al-Asiri penumpang dan Samir Khan rakyat Amerika lahir di Arab Saudi dan tinggal di Carolina Utara. Samir Khan merupakan editor majalah al-Qaeda berbasa Inggris - 'Inspire'. Ibrahim pintar membuat bom dan dikaitkan dengan bom celana dalam dari Nigeria yang akan meledakkan pesawat dari Detroit saat Hari Natal Top al Qaeda bombmaker dead in drone strike] CBS</ref>
[21]
Bantahan
Ron Paul dari Uni Kebebasan Sipil Amerika di Hampshire mengutuk pembunuhan Anwar al-Awlaki karena tidak pernah dihukum dengan kejahatan. Tidak ada orang yang mengetahui dia telah membunuh banyak orang. Ron Paul adalah anggota parlemen Texas - partai Republikan. Pembunuhan itu merupakan pelanggaran hukum AS dan internasional. Presiden AS tidak memiliki kekuatan untuk membunuh rakyatnya tanpa bukti kuat.[22]
↑"Officials: US Army Told of Hasan'S Contacts dengan al Qaeda; Army Major in Fort Hood Massacre Used 'Electronic Means' to Connect with Terrorists". The Blotter dari Brian Ross. ABC News. 9 November 2009.; ;