Al-Ashraf Ala'uddin Kujuk bin Muhammad bin Qalawun (Arab: الأشرف علاءالدين كجكcode: ar is deprecated ), lebih dikenal sebagai al-Ashraf Kujuk (juga dieja Küçük/Küchük), (1334 – September 1345) adalah sultan Mamluk yang memerintah dari Agustus 1341 hingga Januari 1342. Ia masih anak-anak ketika naik takhta, sementara kekuasaan sebenarnya dipegang oleh wali sekaligus pemangku kekuasaannya, Emir Qawsun, seorang pembantu senior ayah Kujuk, Sultan an-Nasir Muhammad. Ketika Qawsun digulingkan dalam pemberontakan Mamluk pada akhir Desember 1341, Kujuk dicopot dari jabatannya beberapa minggu kemudian. Kujuk kemudian dibunuh pada usia sebelas tahun akibat intrik politik di dalam kesultanan.
Biografi
Kujuk lahir pada tahun 1334 dari ayahnya, Sultan an-Nasir Muhammad (berkuasa 1310–1341), dan ibunya yang berasal dari Tatar bernama Ardu.[1][2] Pada Agustus 1341, ketika Kujuk berusia lima atau enam tahun, ia diangkat menjadi sultan oleh penguasa kuat Mesir, Emir Qawsun, yang bertindak sebagai wali sekaligus pemegang kekuasaan sesungguhnya. Pengangkatan Kujuk dilakukan setelah Qawsun menangkap dan mengeksekusi Sultan al-Mansur Abu Bakr, kakak tiri Kujuk yang juga pendahulunya.[3] Kujuk dicopot dari takhta pada 21 Januari 1342 dan digantikan oleh kakak tirinya, an-Nasir Ahmad, setelah Qawsun digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan Mamluk.[4]
Setelah penurunan tahtanya, Kujuk kembali berada di bawah perawatan ibunya di bagian harem Benteng Kairo. Pada masa pemerintahan kakak tirinya, as-Salih Isma’il (berkuasa 1342–1345), Kujuk dianggap oleh as-Salih Isma’il dan ibunya sebagai calon pesaing takhta. Pada Agustus 1345, as-Salih Isma’il meninggal akibat penyakit yang telah dideritanya selama beberapa bulan. Ibunya menuduh ibu Kujuk menggunakan sihir untuk menyebabkan penyakit tersebut.[5] Akibat tuduhan itu, Kujuk dibunuh pada September 1345 pada usia sebelas tahun.[2][5]