Struktur arsitektur ini didirikan oleh Jhang Ting-cing pada tahun 1814 tatkala Kaisar Jiaqing memegang tampuk kekuasaan. Tempat ini dahulunya dimanfaatkan sebagai lokasi ujian bagi para peserta ujian kekaisaran. Bertepatan pada 13 November 1985, cagar budaya ini resmi dikukuhkan sebagai monumen sejarah tingkat 3. Hak kepemilikan lahan kemudian diambil alih oleh Pemerintah Kota Kaohsiung pada tahun 2007, yang dilanjutkan dengan proyek pemugaran besar-besaran senilai NT$100 juta.[1][2]
Rancangan Arsitektur
Gaya arsitektur tradisional Tionghoa mendominasi struktur ini, lengkap dengan seni pahat kayu serta plakat bertuliskan petuah tentang kesopanan. Area bagian dalam terbagi menjadi 37 ruangan, dengan altar utama yang dikhususkan sebagai tempat penghormatan bagi Buddha Wenchang, Buddha Kuichang, dan Buddha Changsheng. Pada sisi-sisi dinding penyekat terpasang dekorasi gendang batu, sementara bagian taman dipercantik dengan kehadiran deretan patung jenaka yang tampak hidup.[3]