Daerah pinggiran George Town in 23x15px|border |alt=|link= Penang, 23x15px|border |alt=|link= Malaysia{{SHORTDESC:Daerah pinggiran George Town in 23x15px|border |alt=|link= Penang, 23x15px|border |alt=|link= Malaysia|noreplace}}
Ayer Itam اير ايتام، ஆயர் ஈத்தாம்code: ta is deprecated
Masjid Negeri PinangBus RapidPenang sedang berhenti di Air Itam.Pemandangan Air Itam dari Bukit Pinang
Ayer Itam adalah sebuah daerah pinggiran George Town di negara bagian Penang, Malaysia.}[2] Terletak di lembah-lembah tengah Pulau Penang, kawasan ini berada sekitar 6km (3,7 mil) di barat daya pusat kota.Tempat-tempat wisata populer seperti Bukit Bendera, Masjid Negeri Pinang , dan Kuil Hindu Sri Ambakarathur Patrakaliamman terletak di sini.
Etimologi
Ayer Itam mendapatkan namanya dari air keruh Sungai Ayer Itam (dalam bahasa Melayu: Sungai Ayer Itam). Frasa Ayer Itam berarti "air hitam" dalam bahasa Melayu. Pada tahun 2019, anggota dewan eksekutif negara bagian, Zairil Khir Johari, mengumumkan pemulihan nama resminya yang telah ditetapkan, Ayer Itam, dari nama sebelumnya Air Itam, sebagai bagian dari standardisasi nama Melayu di seluruh negara bagian..[3]
Sejarah
Pada tahun 1786, Pulau Pinang didirikan oleh Kapten Francis Light. Kemudian, pada paruh kedua abad ke-18, daerah Air Itam mulai dibentuk.Pemerintah kolonial Inggris pada saat itu ingin mengubah daerah Air Itam dan Bukit Penang menjadi wilayah pertanian. Oleh karena itu, mereka mendirikan kebun-kebun pertanian di Air Itam untuk memproduksi tanaman aromatik.
Hingga saat ini, di daerah perbukitan Air Itam masih diproduksi buah-buahan dan sayuran.
Salah satu kediaman Kapten Francis Light, yaitu rumah Anglo-Indian yang dikenal sebagai Suffolk House, dibangun di dalam sebuah kebun lada di sepanjang jalur yang dilalui oleh Sungai Air Itam. Sepanjang abad ke-19, perkebunan buah dan ladang sayur mulai berkembang di daerah perbukitan sekitar Air Itam. Banyak penduduk mulai menetap di sana. Desa pertanian yang bernama Air Itam pun mulai mengalami perkembangan pesat.
Pada suatu masa, Air Itam adalah rumah bagi Kebun Binatang Penang (Penang Zoological Gardens), kebun binatang pertama di Malaysia. Namun, karena biaya pemeliharaan yang tinggi, kebun binatang ini ditutup sebelum Perang Dunia II.
Pada tahun 1935, terjadi kebakaran besar di daerah Air Itam yang dikenal sebagai The Great Air Itam Fire of 1935. Lebih dari 100 rumah terbakar. Pada waktu itu, sebagian besar rumah di Air Itam terbuat dari kayu. Akibat kebakaran tersebut, kemudian banyak bangunan di Air Itam dibangun dengan bahan bata.
Sejak tahun 1950-an, dengan urbanisasi yang pesat di daerah pinggiran Air Itam, kualitas hidup masyarakat di sana semakin meningkat.
Pada waktu yang sama, Air Itam juga menjadi salah satu daerah dengan kepadatan penduduk tinggi di Pulau Penang. Pada tahun 1980-an, sebuah kota baru bernama Farlim dibangun di bagian tenggara daerah pinggiran Air Itam.
Kawasan Permukiman
Farlim
Rifle Range
Kampung Bahru
Kampung Melayu
Jalan Kereta Api Bukit Bendera
Transportasi
Jalan Ayer Itam merupakan jalan utama di Ayer Itam dengan panjang sekitar 4,5km (2,8 mil).