Ahmad Faris al-Shidyaq[a] (Arab: أحمد فارس الشدياقcode: ar is deprecated , ALA-LC:Aḥmad Fāris al-Shidyāq; nama lahir Faris bin Yusuf al-Shidyaq;[1] 1805 atau 1806[1] – 20 September 1887) adalah seorang cendekiawan, penulis dan wartawan Utsmaniyah yang dibesarkan di wilayah yang kini menjadi Lebanon. Lahir sebagai Kristen Maronit, ia kemudian hidup di kota-kota besar dunia penutur bahasa Arab, tempat ia menjalani karirnya. Ia berpindah ke Protestan pada nyaris dua dasawarsa kala ia hidup dan bekerja di Kairo, kini Mesir, dari 1825 sampai 1848. Ia juga menjaalni waktu di pulau Malta. Pada 1857, dengan misionaris Injili Amerika, ia ikut serta dalam penerbitan terjemahan Arab Protestan dari Alkitab di Britania Raya tempat Faris hidup dan bekerja selama 7 tahun, menjadikannya warga negara Inggris. Ia kemudian pindah ke Paris, Prancis, selama dua tahun pada awal 1850an, tempat ia menulis dan menerbitkan beberapa karya paling pentingnya.
Kemudian pada 1850an, Faris pindah ke Tunisia. Pada 1860, ia berpindah ke Islam, mengambil nama pertama Ahmad. Berpindah ke Istanbul pada tahun berikutnya untuk bekerja sebagai penerjemah atas permintaan pemerintah Utsmaniyah, Faris juga mendirikan surat kabar berbahasa Arab. Surat kabar tersebut didukung oleh Utsmaniyah, Mesir dan Tunisia, yang terbit sampai akhir 1880an.
Faris terus mempromosikan bahasa dan budaya Arab, menentang "Turkisasi" abad ke-19 yang didorong oleh Utsmaniyah yang berbasis di Turki saat ini. Shidyaq dianggap sebagai salah satu bapak pendiri sastra Arab modern. Ia menulis banyak karya fiksi pada tahun-tahun mudanya.
Sawaie, Mohammed (1990). "An Aspect of 19th Century Arabic Lexicography: The modernizing role and contribution of (Ahmad) Faris al-Shidyaq (1804?-1887)". Dalam Niederehe, H-J; Koerner, Konrad (ed.). History and Historiography of Linguistics. International Conference on the History of the Language Sciences. Vol.4. Amsterdam and Philadelphia: Benjamins Publishers. hlm.157–171.
Sawaie, Mohammed (1998). "Ahmad Faris al-Shidyaq wa al-Muṣṭalaḥ al-Lughawi" [Ahmad Faris al-Shidyaq and the Coining of Arabic Terminology]. Majallat Majmac Al-Lugha Al-cArabiyya Bi Dimashq (dalam bahasa Arabic). 73 (1): 89–100. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Mohammed, Sawaie (2002). "Nazra fi mawqif Ahmad Faris al-Shidyaq min Taṭwīr al-Macājim al-cArabiyya" [An Examination of Ahmad Faris al-Shidyaq's Views on Arabic Dictionaries]. Bulletins des Études Orientales (dalam bahasa Arabic). 53–54: 515–538. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Mohammed, Sawaie (2003). "Ahmad Faris al-Shidyaq wa 'Arā'uhu fī Bacḍ al-Mustashriqīn fi al-cArabiyya wa Mashākil al-Tarjama" [Ahmad Faris al-Shidyaq and his Views in Some Orientalists and Problems of Translation]. Majallat Majmac Al-Lugha Al-cArabiyya Bi Dimashq. 78 (1).
Sawaie, Mohammed (2013). Al-Ḥadātha wa Muṣṭalḥāt al-Nahḍa al-cArabiyya fī al-Qarn al-Tāsic cAshar[Modernity and Nineteenth Century Arabic Lexicography: A Case Study of Ahmad Faris al-Shidyaq] (dalam bahasa Arabic). Beirut: al-Mu’assassa al-Arabiyya li al-Dirasat wa al-Nashr. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)