Trump Kecam Sekutu AS yang Tolak Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ultimatum 48 Jam Memicu Ketegangan Global

Trump Kecam Sekutu AS yang Tolak Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ultimatum 48 Jam Memicu Ketegangan Global

Sekolapedia – 23 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memancing sorotan internasional setelah secara terbuka mengkritik sekutu‑sekutu AS yang menolak mengirimkan pasukan ke Selat Hormuz. Kritik tersebut muncul bersamaan dengan ultimatum yang ia lontarkan pada 21 Maret 2026, memberi waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali jalur laut strategis tersebut, atau akan terjadi serangan terhadap pembangkit listrik Iran.

Ultimatum 48 Jam dan Ancaman terhadap Infrastruktur Iran

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menuliskan: “Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU.” Pernyataan itu tidak menyebutkan secara spesifik pembangkit listrik mana yang menjadi target, namun menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi militer di wilayah Timur Tengah.

Reaksi Iran dan Ancaman Balik

Militer Iran segera menanggapi dengan pernyataan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi mereka akan dibalas dengan menargetkan semua infrastruktur energi milik AS di kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka Selat Hormuz bagi “kapal musuh” dan menambah tekanan pada pasar minyak dunia.

Penolakan Sekutu AS Mengirim Pasukan

Sementara ketegangan meningkat, beberapa sekutu tradisional Amerika Serikat menolak mengirimkan pasukan tambahan ke zona konflik. Trump menuduh mereka mengabaikan kepentingan bersama dan memperlemah posisi Amerika dalam menghadapi ancaman Iran. Kritik ini memperburuk hubungan diplomatik, terutama dengan negara‑negara Eropa yang cenderung mengedepankan pendekatan diplomatik daripada militer.

Operasi Militer Amerika Serikat di Iran

Dalam rangka menurunkan kemampuan Iran, Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, mengonfirmasi bahwa pasukan AS baru-baru ini menjatuhkan bom seberat 5.000 pon (sekitar 2.300 kg) di fasilitas bawah tanah di pesisir Iran. Target tersebut adalah situs penyimpanan rudal jelajah anti‑kapal dan peluncur bergerak, serta infrastruktur intelijen dan relai radar yang mendukung operasi militer Iran di Selat Hormuz. Menurut Cooper, serangan tersebut berhasil menurunkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal di selat itu.

Dampak Ekonomi Global

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar satu per lima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan atau gangguan di jalur ini dapat memicu guncangan energi global. Pada pekan kedua Maret 2026, harga gas Eropa melonjak hingga 35 persen akibat ketidakpastian pasokan. Pasar saham juga mengalami penurunan tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berskala lebih luas.

Analisis Media Internasional

  • Al Jazeera menyoroti adanya kesenjangan antara tujuan Gedung Putih di Selat Hormuz dan capaian militer AS yang sebenarnya.
  • Reuters menekankan peran strategis selat tersebut dalam menjaga stabilitas harga energi global.

Berita-berita tersebut menggambarkan situasi yang kompleks, di mana tekanan politik, militer, dan ekonomi saling berinteraksi, memperumit upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Kesimpulan

Ultimatum 48 jam yang dikeluarkan Trump, ditambah dengan kritik tajam terhadap sekutu yang menolak mengirim pasukan, menandai fase baru dalam dinamika konflik di Selat Hormuz. Sementara Amerika Serikat berupaya menunjukkan kekuatan militer melalui serangan udara di fasilitas Iran, Iran tetap menegaskan kemampuannya untuk membalas serangan terhadap infrastruktur AS. Dampak ekonomi yang sudah terasa, terutama pada harga energi, menambah beban pada upaya diplomasi internasional. Pada akhirnya, penyelesaian damai akan sangat bergantung pada kemampuan semua pihak—termasuk sekutu‑sekutu AS—untuk menemukan jalan tengah yang menghindari eskalasi militer lebih lanjut.

Post Comment