Persela Lamongan harus menerima kekalahan 0-1 dari RANS Nusantara FC pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027. Pelatih Persela, Bima Sakti, menilai kartu merah yang diterima Muhammad Hambali Tolib menjadi salah satu momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Laga antara kedua tim berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (17/10/2026) sore. RANS memastikan kemenangan melalui gol Aqsa Aqyuba Yuarnna Rabbani pada menit ke-82. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Persela setelah melewati lima pertandingan sebelumnya tanpa kekalahan.

FC RANS Nusantara Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain

Persela sebenarnya datang dengan target meraih kemenangan demi mempertahankan posisi di papan atas klasemen. Namun, rencana tersebut berubah setelah Hambali mendapatkan kartu merah pada menit ke-32. Sejak saat itu, Persela harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Situasi tersebut membuat Laskar Joko Tingkir kesulitan menjaga intensitas permainan. RANS Nusantara FC semakin leluasa membangun serangan, sedangkan Persela harus bekerja lebih keras untuk menutup ruang dan mempertahankan keseimbangan tim.

Bima Sakti mengaku kecewa karena persiapan yang telah dilakukan tidak berakhir sesuai harapan. Ia menyebut keluarnya Hambali memberi dampak besar terhadap penampilan Persela, terutama ketika pertandingan memasuki fase yang semakin menuntut konsentrasi dan tenaga.

“Kami terus terang sedih dengan hasil kekalahan hari ini. Kekalahan pertama di Liga 2 buat Persela. Sebenarnya kita sudah mempersiapkan pertandingan dengan baik, tapi dengan keluarnya Hambali memang sangat berpengaruh terhadap performa tim,” kata Bima dalam konferensi pers seusai laga.

FC Persela Kesulitan Menemukan Permainan Terbaik

Menurut Bima, Persela belum sepenuhnya menemukan bentuk permainan terbaik pada babak pertama. Tim pelatih juga sudah mempelajari kecenderungan RANS yang mampu mencetak gol pada menit-menit akhir pertandingan.

Persela berupaya mencari solusi agar tetap dapat mencuri gol, tetapi kondisi pertandingan menjadi lebih sulit setelah bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap. Tekanan RANS pun membuat performa Persela menurun secara bertahap.

“Kita juga evaluasi bahwasanya RANS ini tim yang notabene dari statistik mereka selalu bikin gol di menit-menit akhir. Oleh sebab itu tadi masih mencari solusi kami untuk bisa curi gol, tapi yang pasti dengan pelanggaran tadi, Hambali terkena kartu merah sehingga performa kita semakin menurun,” ujar Bima.

Gol penentu RANS akhirnya hadir pada menit ke-82. Aqsa Aqyuba Yuarnna Rabbani berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan membawa tuan rumah mengamankan tiga poin dalam pertandingan tersebut.

Masalah Kebugaran Menambah Beban Persela

Selain harus bermain dengan 10 pemain, Persela juga menghadapi persoalan kebugaran. Bima mengungkapkan sejumlah pemain mengalami cedera, termasuk Zidan yang mengalami gangguan pada bagian pergelangan kaki.

Kondisi tersebut turut memengaruhi upaya Persela memperkuat pertahanan, khususnya di sisi kiri. Area tersebut beberapa kali menjadi sasaran serangan RANS sehingga tim pelatih perlu mempertimbangkan pergantian pemain untuk menjaga struktur pertahanan.

Bima sebenarnya telah menyiapkan Indra Rianto untuk menggantikan Zidan. Namun, rencana pergantian tidak dapat dilakukan secara sederhana karena harus menyesuaikan regulasi mengenai pemain. Situasi yang terjadi di lapangan pun menjadi bahan evaluasi penting bagi Persela.

“Memang dari sisi kiri kita tadi sering terbongkar pertahanan kita. Zidan ada pemain regulasi, sehingga saya harus menggantikan pemain regulasi juga. Tadi sebenarnya saya sudah mau mengganti pemain depan dengan pemain regulasi dan ada bek kiri kita, Indra, untuk mengganti Zidan,” jelas Bima.

Bima Sakti Minta Persela Segera Bangkit

Kekalahan dari RANS menjadi pekerjaan rumah bagi Persela. Bima berharap para pemain dan tim pelatih dapat segera memperbaiki berbagai kekurangan sebelum pertandingan berikutnya.

Pelatih Persela itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung, terutama LA Mania yang hadir langsung di Stadion Kanjuruhan. Dukungan suporter dari Lamongan tetap diapresiasi meski tim harus pulang tanpa membawa poin.

“Saya juga sebagai pelatih mewakili tim, terima kasih kepada LA Mania yang sudah hadir di Stadion Kanjuruhan maupun masyarakat Lamongan yang hadir pada sore hari ini. Saya mohon maaf mungkin hasil yang tidak memuaskan. Tapi yang pasti, kita akan bangkit di pertandingan berikutnya melawan Deltras,” tegasnya.

Pertandingan melawan Deltras akan menjadi kesempatan bagi Persela untuk merespons kekalahan perdana tersebut. Evaluasi terhadap disiplin pemain, kondisi kebugaran, serta organisasi pertahanan menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum laga selanjutnya.

Pelatih RANS Nusantara FC Puas dengan Tiga Poin

Di kubu tuan rumah, pelatih RANS Nusantara FC Kashartadi menyambut positif kemenangan atas Persela. Ia mengapresiasi kerja keras pemain yang berusaha menjalankan instruksi sepanjang pertandingan.

Kashartadi mengakui penampilan RANS belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Meski demikian, ia menilai hasil akhir tetap menjadi hal terpenting karena kemenangan tersebut memberikan tambahan tiga poin bagi timnya.

“Yang pasti saya menginstruksikan untuk bermain all out. Jadi kita semua disiplin, mau kerja keras saja semua. Yang penting kita menang. Menang setengah gol enggak masalah, yang penting poin tiga,” kata Kashartadi.

Ketika ditanya mengenai gol yang kembali tercipta menjelang akhir pertandingan, Kashartadi menyebut hal itu sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Ia tentu berharap timnya dapat mencetak gol lebih awal, tetapi yang paling penting adalah peluang yang tersedia mampu dimanfaatkan.

“Sebenarnya kepingin juga kalau bisa menit pertama, satu menit bisa itu saya pengin juga. Tapi memang itulah sepak bola. Jadi kita pastinya ada peluang, kalau bisa memanfaatkan di menit berapa yang penting masuk,” ujarnya.

FC RANS Nusantara Masih Evaluasi Pertahanan

Walau meraih kemenangan, Kashartadi menilai lini belakang RANS masih membutuhkan pembenahan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan mengantisipasi situasi bola mati.

Menurutnya, RANS sebelumnya masih terlambat melakukan latihan bertahan dalam menghadapi skema set piece. Setelah intensitas latihan ditingkatkan, ia melihat adanya perkembangan yang lebih baik dalam organisasi pertahanan tim.

“Yang pasti kita terus memperbaiki kesalahan-kesalahan. Biasanya kemarin-kemarin memang kita terlambat untuk berlatih defending dari set piece-set piece. Setelah kita berlatih, kita lebih baguslah,” jelas Kashartadi.

Kemenangan atas Persela menjadi modal bagi RANS Nusantara FC untuk menjaga konsistensi di papan atas klasemen. Namun, Kashartadi mengingatkan pemain agar tidak terlalu lama merayakan hasil tersebut.

Ia menegaskan bahwa pertandingan berikutnya harus dipandang sebagai awal yang baru. Kerja keras, disiplin, instruksi pelatih, dan kebersamaan tim menjadi prinsip yang harus terus dipertahankan oleh RANS.

“Saya biasa euforia hanya di locker room. Habis itu kita anggap pertandingan selanjutnya mulai babak baru saja. Tetap semua instruksi kita harus kerja keras. Pemain bola itu harus kerja keras dan kebersamaan harus dijaga,” pungkasnya.

Sumber referensi: www.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *