Barca Ferrari Hypersail merupakan proyek layar berteknologi tinggi yang dirancang untuk menghadirkan performa ekstrem di laut. Bentuknya sulit dibandingkan dengan kapal layar konvensional: lambungnya didominasi warna hitam seperti banyak perahu balap berbahan karbon, sementara aksen kuning mengingatkan pada identitas Ferrari.
Meski berukuran besar, kapal ini justru dirancang untuk melaju di atas permukaan air. Ferrari Hypersail kini telah diperlihatkan kepada sejumlah jurnalis di galangan kapal di Pisa, tempat pembangunannya berlangsung. Lambung dan dek utamanya sudah tertutup, sehingga gambaran mengenai wujud akhir serta posisi kru di dalamnya mulai terlihat.
Barca Ferrari Hypersail dan konsep terbang di atas air
Saat berlayar, awak Ferrari Hypersail akan berada di ruang tertutup dengan pintu kedap air. Di luar area tersebut, air bergerak melewati struktur kapal dengan kecepatan tinggi. Salah satu elemen yang paling menarik adalah layar utama double skin, yaitu layar yang dibentuk dari dua lapisan yang disatukan.
Konstruksi tersebut membuat layar memiliki profil menyerupai sayap. Solusi ini membantu menjelaskan mengapa Ferrari Hypersail tidak hanya tampil sebagai kapal layar besar, tetapi juga sebagai sebuah benda yang dirancang untuk memanfaatkan aliran angin secara maksimal.
Foils, lunas, dan tantangan konstruksi
Dalam dunia kapal layar, proyek dengan skala seperti ini belum pernah dicoba sebelumnya. Kapal masih akan diselesaikan dalam beberapa bulan dan dijadwalkan menjalani peluncuran pada akhir Maret. Sebelum itu, berbagai sistem penting harus dipasang, termasuk perangkat listrik, elektronik, sistem produksi energi, kendali navigasi, serta foils yang membuat kapal dapat terangkat dari air.
Desain Ferrari Hypersail dikembangkan dari gagasan perancang Guillaume Verdier, yang juga dikenal melalui konsep kapal untuk ajang America’s Cup. Namun, proyek ini memiliki ciri tambahan berupa lunas tengah dengan pemberat. Komponen tersebut berfungsi membantu kapal kembali ke posisi yang benar ketika menghadapi kondisi laut terbuka.
Sayap-sayap lateralnya dibuat menggunakan struktur gabungan karbon dan titanium. Lapisan titanium di bagian luar memiliki ketebalan sedikit lebih dari setengah milimeter. Material tersebut ditujukan untuk melindungi lunas dari gesekan air ketika kapal melaju pada kecepatan tinggi.
Dalam kondisi penuh, Ferrari Hypersail diperkirakan berada sekitar lima meter di atas permukaan air. Karakter ini menjadikannya berbeda dari kapal layar biasa sekaligus menuntut pengujian struktur dan sistem kontrol yang sangat cermat.
Target barca Ferrari: rekor Jules Verne
Ambisi utama proyek ini adalah mengejar rekor pelayaran keliling dunia Jules Verne. Ferrari Hypersail ditargetkan menyelesaikan perjalanan tersebut dalam waktu kurang dari 40 hari, atau sekitar separuh dari durasi yang dahulu dianggap mustahil oleh penulis Jules Verne.
Namun, rekor bukanlah sasaran yang bisa langsung dikejar setelah kapal diluncurkan. Tim terlebih dahulu akan melakukan serangkaian latihan di Samudra Atlantik untuk memastikan kapal dapat beroperasi secara andal dan aman.
Salah satu tahapan awal setelah peluncuran dan pembukaan basis di Livorno adalah pengujian dengan metode penarikan tanpa layar. Basis tersebut berada di lingkungan galangan Azimut Benetti. Sebuah kapal motor yang telah dimodifikasi akan digunakan untuk menarik Ferrari Hypersail sekaligus menguji respons struktur dan sistem kendalinya.
Kecepatan yang harus dicapai berada di kisaran 40 hingga 45 knot, atau sekitar 80 kilometer per jam. Karena itu, proses penarikan membutuhkan tenaga yang sangat besar, bahkan ketika layar belum digunakan.
Barca Ferrari sebagai laboratorium inovasi
Ferrari Hypersail tidak semata-mata dibuat untuk memecahkan rekor. Ukuran, kebutuhan energi, serta tuntutan keselamatannya berbeda dari kapal balap lain. Perbedaan tersebut mendorong tim menggunakan pendekatan pengembangan yang juga baru.
Proyek ini menarik perhatian karena sebagian prosesnya diperlihatkan kepada publik, tidak sepenuhnya diselimuti kerahasiaan seperti yang umum terjadi dalam kompetisi layar. Pengembangan Hypersail diperkirakan dapat meninggalkan pengetahuan baru bagi industri kapal dan teknologi kelautan.
Selama pengembangannya, proyek ini menghasilkan lebih dari 20 paten. Salah satunya adalah Winch by-Wire, sistem yang memanfaatkan tenaga kru untuk menghasilkan energi. Mekanismenya menghubungkan coffee grinder dengan generator, bukan langsung dengan tali pengendali layar.
Teknologi tersebut bahkan memberikan gagasan bagi pengembangan transmisi manual pada mobil Ferrari terbaru. Sistem itu berusaha mengembalikan sensasi tuas persneling lama kepada pengemudi, termasuk pengalaman mekanis ketika perpindahan gigi tidak berlangsung mulus.
Kemandirian energi di tengah laut
Perjalanan keliling dunia membuat kemandirian energi menjadi salah satu kebutuhan utama. Di tengah samudra, kapal tidak dapat mengandalkan sambungan listrik dari darat atau fasilitas pengisian daya.
Karena itu, tim melakukan kajian mendalam terhadap kebutuhan listrik Ferrari Hypersail. Perhitungannya mencakup konsumsi energi, tingkat paparan sinar matahari untuk panel surya, serta produksi dari generator bertenaga angin.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan kapal bukan hanya soal kecepatan. Semua sistem harus bekerja dalam ruang dan sumber daya yang terbatas, sementara kapal dituntut bertahan dalam pelayaran panjang serta kondisi laut terbuka.
Kolaborasi tim kapal dan otomotif
Aspek manusia dalam proyek ini dikelola oleh Enrico Voltolini. Ia kemudian membawa Giulia Conti ke dalam tim. Conti merupakan pemenang Women America’s Cup dan memiliki reputasi sebagai pelayar. Anggota lain masih akan bergabung dalam tahap berikutnya.
Marco Ribigini menjabat sebagai Technical Team Leader, sedangkan Matteo Lanzavecchia bertugas sebagai Chief Technology Officer. Keduanya menjadi bagian dari kolaborasi antara keahlian otomotif Ferrari dan kebutuhan teknis dunia layar.
Flavio Manzoni, Chief Designer Officer Ferrari, juga terlibat langsung dalam proyek ini. Ia membawa pendekatan desain Ferrari yang menempatkan hubungan antara bentuk dan fungsi sebagai prinsip penting.
Menurut Manzoni, aerodinamika menjadi titik temu yang kuat antara mobil dan kapal. Keduanya dapat dipandang sebagai “patung dinamis”, dengan bentuk yang ditentukan oleh gerak serta aliran udara.
Pada mobil Ferrari, analisis aerodinamika selalu menjadi sumber inspirasi dalam proses desain. Dalam Ferrari Hypersail, prinsip serupa diterapkan pada benda yang harus membaca angin, mengelola energi, dan bergerak cepat di atas laut. Perpaduan inilah yang membuat barca tersebut menjadi proyek teknologi sekaligus eksperimen desain yang tidak biasa.
Sumber referensi: www.ilsole24ore.com