Intelijen Ukraina mengklaim satu unit Sukhoi Su-57 milik Rusia meledak di Pangkalan Udara Akhtubinsk, wilayah Astrakhan, pada 29 Oktober 2026. Laporan tersebut dirilis pada Senin, 2 November 2026, disertai citra satelit yang memperlihatkan puing-puing jet tempur tercanggih Rusia itu hangus terbakar. Menurut badan intelijen militer Ukraina, GUR, insiden terjadi ketika mesin pesawat sedang dinyalakan.

Hingga kini, Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut. Sebelum insiden, dua unit Sukhoi Su-57 dan satu jet tempur model lama terpantau berada di area parkir Lanud Akhtubinsk pada 28 Oktober. Dua hari berselang, citra satelit komersial menunjukkan area parkir yang sama telah kosong, sementara satu Sukhoi Su-57 tampak rusak parah di atas tanah hangus. Nasib pesawat kedua yang sebelumnya terlihat masih belum diketahui.

Sukhoi Su-57, Jet Tempur Kebanggaan Rusia

Sukhoi Su-57 dikategorikan sebagai jet tempur generasi kelima, jenis paling mutakhir yang saat ini beroperasi. Namun, banyak pakar penerbangan Barat meragukan apakah pesawat ini memiliki kemampuan siluman yang memadai untuk masuk kategori tersebut. Pesawat supersonik bermesin ganda ini juga dikenal dengan kode NATO “Felon”.

Penggunaan Terbatas dalam Konflik Ukraina

Sejak invasi dimulai pada Februari 2022, Rusia sesekali menggunakan Sukhoi Su-57 untuk melancarkan serangan jarak jauh ke Ukraina. Meski demikian, Moskwa sangat berhati-hati agar jet-jet tersebut tidak berada dalam jangkauan pertahanan udara Ukraina. Rusia tampaknya enggan mengambil risiko kehilangan pesawat yang satu unitnya bernilai sekitar 150 juta dollar AS atau setara Rp 2,7 triliun tersebut.

Jumlah Unit dan Kendala Produksi

Menurut lembaga think-tank pertahanan asal Inggris, International Institute for Strategic Studies, Rusia memiliki sekitar 21 unit Sukhoi Su-57 yang beroperasi hingga awal 2026. Akan tetapi, proses produksi lebih lanjut terkendala tekanan akibat perang berkepanjangan melawan Ukraina. Kondisi ini membuat setiap kehilangan unit menjadi pukulan signifikan bagi kemampuan operasional Rusia.

Klaim Ukraina ini menambah daftar insiden yang melibatkan aset militer bernilai tinggi Rusia. Meski belum ada konfirmasi independen, laporan tersebut kembali menyoroti kerentanan Sukhoi Su-57 dalam situasi operasional, bahkan saat berada di pangkalan udara sendiri.

Sumber referensi: internasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *