×

Shayne Pattynama Kehilangan Posisi Utama di Persija, Dony Tri Pamungkas Melesat

Shayne Pattynama menghadapi persaingan ketat di Persija Jakarta setelah Dony Tri Pamungkas tampil menonjol dan mengamankan posisi bek kiri utama. Bukan hanya Shayne, Pratama Arhan juga belum memperoleh banyak kesempatan sejak bergabung dengan klub ibu kota tersebut.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana pemain muda Persija mampu mengambil peran penting di tengah keberadaan dua bek kiri yang lebih senior dan memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia. Sejak kembali dari cedera, Dony menjadi pilihan utama dan terus menunjukkan konsistensi di posisi tersebut.

Shayne Pattynama kesulitan menembus susunan utama Persija

Pattynama bergabung dengan Persija setelah didatangkan dari Buriram United pada Januari. Kehadirannya semula menambah pilihan di sektor kiri pertahanan, tetapi ia belum berhasil menggeser Dony dari susunan utama.

Pada paruh akhir musim sebelumnya, Pattynama hanya dua kali memulai pertandingan sebagai starter. Pelatih Mauricio Souza saat itu lebih sering memberikan kepercayaan kepada Dony. Pergantian pelatih ke Shin Tae-yong belum membuat situasi Pattynama membaik.

Dalam kompetisi musim ini, pemain naturalisasi berusia 28 tahun tersebut bahkan belum masuk skuad pertandingan. Catatan itu menunjukkan bahwa persaingan untuk mendapatkan menit bermain di Persija berlangsung ketat, terutama di posisi bek kiri yang kini dikuasai Dony.

Dony Tri Pamungkas mengambil alih posisi bek kiri

Dony Tri Pamungkas memulai musim dengan hambatan karena cedera. Kondisi tersebut membuatnya absen dalam tiga pertandingan awal. Namun, setelah kembali pada pekan keempat, ia segera menjadi pilihan utama dan mempertahankan tempatnya di tim.

Performa Dony membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang mendapat perhatian. Meski sempat kehilangan awal musim, ia mampu memanfaatkan kesempatan setelah pulih. Kepercayaan yang diberikan pelatih juga menjadi bagian penting dari perannya di Persija.

Keunggulan Dony bukan hanya terlihat dari kemampuannya mengisi posisi bek kiri. Dalam pertandingan Persija melawan Persita Tangerang pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ia digantikan oleh Arhan. Perbandingan penampilan keduanya pada laga tersebut menyoroti perbedaan karakter permainan di sisi kiri.

Arhan dinilai belum menampilkan akselerasi dan kemampuan menggiring bola seperti yang diperlihatkan Dony. Salah satu senjata yang menonjol dari permainan Arhan adalah lemparan jauhnya. Perbedaan tersebut membuat Dony tetap terlihat sebagai pilihan yang lebih sesuai untuk peran utama, meski kebutuhan taktik tim dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Pratama Arhan masih menjadi pelapis

Pratama Arhan bergabung dengan Persija pada awal musim setelah direkrut dari Bangkok United, klub asal Thailand. Ia dikenal sebagai pemain yang pernah menjadi andalan Shin Tae-yong sejak Timnas Indonesia U-20. Namun, di Persija, perannya sejauh ini terbatas sebagai pemain pelapis.

Arhan baru dua kali tampil sebagai pemain pengganti. Salah satu kesempatan itu datang ketika Persija bertandang ke markas Persita Tangerang. Ia masuk untuk menggantikan Dony, tetapi belum mendapat cukup kesempatan untuk menjadikan posisi bek kiri sebagai miliknya.

Minimnya menit bermain tidak serta-merta menghapus persaingan antara Arhan dan Dony. Akan tetapi, catatan pertandingan yang tersedia menunjukkan bahwa Dony saat ini lebih dipercaya untuk mengisi posisi tersebut. Arhan perlu menunggu kesempatan berikutnya untuk memperlihatkan kontribusinya, sedangkan Pattynama juga masih menghadapi tantangan serupa dalam mendapatkan tempat di skuad.

Apresiasi John Herdman untuk Dony

Perkembangan Dony turut mendapat perhatian John Herdman, pelatih Timnas Indonesia. Herdman memberikan pujian atas penampilan pemain muda itu dalam lima pertandingan yang dijalaninya bersama dirinya.

“Mengenai Donny Tri, dalam lima pertandingan bersama saya, dia selalu tampil luar biasa,” kata John Herdman.

Herdman juga menilai Dony memiliki potensi besar dan berharap ia dapat mengambil langkah berikutnya dalam karier sepak bolanya dalam waktu dekat. Pujian tersebut menambah sorotan terhadap perkembangan Dony, meski peran yang diberikan kepadanya tidak selalu sama dengan posisi yang ia mainkan bersama Persija.

Di bawah Herdman, Dony lebih sering diturunkan dalam peran ofensif sebagai winger. Perbedaan penempatan ini menunjukkan bahwa ia dapat dipertimbangkan untuk menjalankan tugas yang berbeda, tergantung kebutuhan tim. Namun, belum ada kepastian apakah peran tersebut akan memengaruhi susunan pemain Persija.

Persaingan posisi kiri masih terbuka

Untuk saat ini, Dony tampak berpeluang melanjutkan perannya sebagai pilihan utama di sisa musim Super League 2026/27. Ia sudah kembali dari cedera, memperoleh kepercayaan, dan menunjukkan performa yang diapresiasi oleh Herdman. Sementara itu, Arhan dan Pattynama masih harus bersaing untuk memperoleh kesempatan bermain lebih banyak.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah Shin Tae-yong akan mengubah posisi Dony demi membuka ruang bagi Arhan atau Pattynama. Karena Dony juga lebih sering dimainkan sebagai winger oleh Herdman, fleksibilitas posisinya dapat menjadi pertimbangan. Meski begitu, keputusan mengenai susunan pemain tetap bergantung pada kebutuhan tim dan pilihan pelatih.

Persaingan ini menegaskan bahwa status sebagai pemain senior atau pernah membela Timnas Indonesia tidak otomatis menjamin tempat utama di klub. Pattynama dan Arhan memiliki pengalaman serta kualitas masing-masing, tetapi Dony berhasil memanfaatkan peluang yang tersedia. Perkembangan mereka pada pertandingan selanjutnya akan menentukan apakah susunan di sisi kiri Persija tetap sama atau mengalami perubahan.

Sumber referensi: www.bolasport.com

Post Comment