×

iPhone Duo Pre Order Dibuka, Apple Ungkap Pengembangan Sejak 2011

iPhone Duo pre order kini telah dibuka setelah Apple memperkenalkan ponsel layar lipat pertamanya. Di balik kehadiran perangkat ini, terdapat proses pengembangan panjang yang ternyata telah dimulai sejak 2011, jauh sebelum ponsel lipat menjadi tren di industri.

Informasi tersebut diungkap CEO Apple John Ternus dalam wawancara bersama majalah TIME. Ternus menjadi bintang sampul edisi terbaru majalah itu, yang juga memasukkan iPhone Duo ke dalam daftar penemuan terbaik tahun 2026.

iPhone Duo Pre Order Menandai Langkah Baru Apple

iPhone Duo disebut sebagai ponsel layar lipat pertama Apple. Perangkat ini hadir ketika sejumlah produsen lain telah lebih dahulu memasarkan ponsel dengan konsep serupa, tetapi Apple memilih menunggu hingga teknologi dan rancangan yang diinginkan dinilai cukup matang.

Walaupun kemunculannya dianggap terlambat dibandingkan beberapa pesaing, Ternus menyatakan bahwa keterlambatan tersebut bukan berarti Apple baru mulai menggarap teknologi layar lipat. Ia mengaku telah terlibat dalam proyek tersebut selama sekitar 15 tahun.

Riset Layar Lipat Dimulai pada 2011

Dalam wawancara dengan TIME, Ternus menjelaskan bahwa dirinya bersama lima engineer Apple mengajukan permohonan paten untuk perangkat elektronik yang dapat dilipat pada 2011. Pada tahap awal, tim juga mempelajari komponen yang diperlukan agar konsep tersebut dapat diwujudkan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah jenis baterai dan circuit board yang sesuai untuk perangkat lipat. Riset tersebut dilakukan ketika teknologi layar fleksibel belum menjadi bagian umum dari produk ponsel di pasaran.

“Terasa jelas bahwa pada akhirnya kita akan sampai pada titik di mana display OLED akan menjadi fleksibel,” kata Ternus kepada TIME, seperti dikutip 9to5Mac pada Jumat (16/10/2026).

Pernyataan itu menggambarkan keyakinan Apple bahwa perkembangan panel OLED pada akhirnya akan membuka peluang bagi perangkat dengan bentuk yang lebih fleksibel. Namun, perusahaan tidak langsung menghadirkan produk setelah vendor lain mulai memperkenalkan ponsel lipat pada akhir dekade 2010-an.

Apple Tidak Puas dengan Ponsel Lipat Generasi Awal

Ternus mengungkapkan bahwa ia kurang menyukai sejumlah ponsel layar lipat generasi awal yang beredar di industri. Menurutnya, produk-produk tersebut belum memberikan kualitas tampilan dan pengalaman desain yang sesuai dengan standar Apple.

“Contoh-contoh lain di dunia terasa murahan dan jelek,” ujar Ternus.

Karena alasan itu, Ternus mendorong tim Apple untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga dalam pengembangan iPhone Duo. Dorongan tersebut tetap diberikan meskipun perangkat layar lipat dari perusahaan lain sudah lebih dulu tersedia di pasar.

iPhone Duo Pre Order Hadir dengan Fokus pada Lipatan Layar

Salah satu tantangan utama dalam merancang ponsel lipat adalah bekas lipatan yang biasanya terlihat di bagian tengah layar. Apple berupaya mencari solusi agar tanda tersebut dapat diminimalkan, sehingga panel tetap terlihat lebih rapi saat perangkat digunakan dalam posisi terbuka.

Richard Dinch, Vice President of Product Design Apple, menceritakan bagaimana Ternus terus mendorong tim desain untuk mencari pendekatan yang lebih baik. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat tim berani mengeksplorasi batas baru dalam proses inovasi dan manufaktur.

Menurut Dinch, Ternus pernah menyampaikan bahwa tim akan mengetahui waktu yang tepat untuk menghadirkan solusi yang benar-benar sesuai. Pernyataan itu memberi kepercayaan diri kepada para anggota tim untuk terus mengembangkan rancangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemasok di berbagai wilayah.

Teknologi Nanotexture Dikembangkan untuk Perangkat

Dalam proses tersebut, tim Apple melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia untuk menghubungkan seluruh pemasok yang terlibat. Upaya itu pada akhirnya menghasilkan teknologi nanotexture, yang disebut sebagai bagian dari solusi untuk mendukung rancangan iPhone Duo.

Pengembangan teknologi ini menunjukkan bahwa tantangan ponsel lipat tidak hanya berkaitan dengan layar fleksibel. Apple juga perlu memperhitungkan proses manufaktur, pemilihan material, desain perangkat, serta koordinasi rantai pasok agar produk dapat diproduksi sesuai standar perusahaan.

Fokus Desain dalam Masa Awal Kepemimpinan Ternus

Wawancara bersama TIME turut mengungkap perhatian besar Ternus terhadap desain selama masa awal jabatannya sebagai CEO Apple. iPhone Duo menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan pendekatan tersebut, terutama melalui upaya perusahaan dalam mengatasi persoalan tampilan dan mekanisme layar lipat.

Selain iPhone Duo, Ternus juga menghadapi persiapan peluncuran iPhone 18 series. Padatnya agenda tersebut membuatnya mengaku mengalami kurang tidur menjelang acara peluncuran.

Kondisi itu terlihat ketika ia tampil dalam siaran langsung YouTube bersama iShowSpeed. Ternus mengatakan tangannya sempat gemetar karena dipenuhi adrenalin, kafein, dan rasa antusias terhadap hari peluncuran.

Perjalanan Panjang Menuju Peluncuran

Kisah pengembangan iPhone Duo memperlihatkan bahwa Apple memulai riset layar lipat jauh sebelum produk tersebut masuk ke tahap pemesanan. Paten yang diajukan pada 2011 menjadi salah satu titik awal dari perjalanan panjang yang mencakup riset baterai, circuit board, panel OLED fleksibel, desain, hingga manufaktur.

Dengan dibukanya iPhone Duo pre order, proyek yang telah berjalan selama bertahun-tahun itu akhirnya memasuki tahap komersial. Apple tampaknya ingin menunjukkan bahwa waktu tambahan yang digunakan bukan sekadar untuk mengikuti tren, melainkan untuk menghadirkan perangkat dengan pendekatan desain dan teknologi yang lebih sesuai dengan standar perusahaan.

Sumber referensi: inet.detik.com

Post Comment