Sekolapedia – 21 Oktober 2026 | Suasana tenang di perairan Selat Sunda mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa saat insiden kebakaran melanda kmp batu mandi pada Selasa sore, 20 Oktober 2026. Kapal yang tengah dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tersebut dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat sedang melakukan olah gerak menuju Dermaga VI, tepatnya di sekitar perairan Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten.
Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 16.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata dan laporan operasional, api pertama kali terdeteksi di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas kendaraan kecil. Kepulan asap hitam pekat mulai terlihat dari dek 2, yang diduga bersumber dari sebuah mobil pribadi yang kemudian merembet ke kendaraan lain di sekitarnya. Bunyi alarm peringatan kebakaran yang mendadak memecah keheningan membuat para penumpang yang semula bersiap kembali ke kendaraan masing-masing seketika panik.
Kronologi Evakuasi dan Penyelamatan
Menanggapi laporan dari Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak, tim gabungan segera bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan. Berikut adalah lini masa penanganan di lapangan:
- 16.15 WIB: Laporan kebakaran pertama kali diterima melalui VTSO Merak.
- 16.45 WIB: Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 0,86 mil laut.
- 17.00 WIB: KN SAR Tetuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Banten diberangkatkan untuk memperkuat proses evakuasi.
Dalam operasi penyelamatan yang melibatkan Basarnas, kepolisian, serta bantuan dari kapal nelayan dan kapal wisata setempat, sebanyak 460 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Jumlah tersebut terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru kapal. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden kmp batu mandi ini, sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis intensif di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Dampak dan Jaminan Perlindungan Penumpang
PT Jasa Raharja (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Jasaraharja Putera (JRP), bergerak cepat di Pelabuhan Merak untuk memastikan seluruh hak penumpang terpenuhi. Tim teknis klaim telah disiagakan untuk melakukan pendataan administrasi secara komprehensif guna memverifikasi jaminan asuransi bagi para korban.
Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan, menyatakan bahwa personel telah diterjunkan untuk mengumpulkan manifes penumpang dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Hal ini dilakukan agar proses administrasi perlindungan asuransi bagi penumpang kmp batu mandi dapat berjalan optimal sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.
| Data Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Selasa, 20 Oktober 2026, Pukul 16.15 WIB |
| Lokasi | Perairan Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten |
| Total Evakuasi | 460 Orang (420 Penumpang, 40 Kru) |
| Korban Luka | 11 Orang (Dirawat di RS Krakatau Medika) |
| Penyebab Dugaan | Kebakaran kendaraan di dek 2 (buritan) |
Desakan Investigasi Terkait Keselamatan Pelayaran
Insiden ini memicu sorotan tajam dari pengamat hukum perkapalan dan kebijakan publik, Andri. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polda Banten, untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran guna memastikan tidak ada unsur kelalaian dari pihak kru kapal. Menurutnya, tingkat kepatuhan dan disiplin operasional, mulai dari tingkat perwira hingga ABK, dalam menjaga standar keselamatan harus diperiksa secara menyeluruh.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Direktur Utama Heru Widodo juga telah menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak oleh musibah ini. Kejadian pada kmp batu mandi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi laut akan pentingnya pemeliharaan armada dan pengawasan ketat terhadap prosedur keselamatan di atas kapal.
Secara keseluruhan, meskipun evakuasi berlangsung dramatis dengan kondisi penumpang yang berdesakan dan kepanikan akibat asap hitam, koordinasi yang cepat antara tim SAR, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam tragedi ini.
