Sekolapedia – 06 September 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau bank tabungan negara resmi melakukan langkah besar dalam memperkuat struktur manajemennya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Menara BTN, Jakarta, pada Jumat, 4 September 2026, perusahaan memutuskan untuk melakukan perombakan pada lima posisi direksi guna mempercepat fase transformasi perusahaan ke tahap berikutnya.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa perubahan susunan direksi ini merupakan bagian dari strategi regenerasi dan peremajaan pengelolaan perbankan. Fokus utama dari perombakan ini adalah untuk mendukung visi besar perusahaan dalam memperkuat sektor perumahan sekaligus memperluas jangkauan bisnis melalui strategi Beyond Mortgage. Dengan susunan pengurus yang baru, BTN diharapkan mampu memasuki babak ‘Transformasi Jilid II’ dengan lebih agresif dan inovatif.
Detail Perubahan Struktur Direksi
Dalam RUPSLB yang dipimpin oleh Komisaris Utama Suryo Utomo tersebut, perusahaan menetapkan pemberhentian dengan hormat terhadap lima pejabat lama dan mengangkat lima profesional baru untuk mengisi posisi strategis. Berikut adalah rincian perubahan posisi direksi di bank tabungan negara:
| Jabatan | Direktur Lama (Diberhentikan) | Direktur Baru (Diangkat) |
|---|---|---|
| Finance & Strategy | Nofry Rony Poetra | Adityo Kusumo |
| Human Capital & Compliance | Eko Waluyo | Wiwik Wahyuni |
| Consumer Banking | Hirwandi Gafar | Evita Barliana |
| Risk Management | Setiyo Wibowo | Johanes Barus |
| Information Technology | Tan Jacky Chen | Gatot Prasetyo |
Meskipun terjadi perombakan signifikan pada jajaran Direksi, susunan Dewan Komisaris BTN dipastikan tetap sama dan tidak mengalami perubahan dalam rapat tersebut.
Profil Profesional dan Harapan Baru
Pemilihan lima direktur baru ini didasarkan pada rekam jejak dan pengalaman luas mereka di berbagai sektor industri. Nixon L.P. Napitupulu menekankan bahwa latar belakang para direktur baru ini sangat relevan dengan kebutuhan bank tabungan negara saat ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Adityo Kusumo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi di PT Mineral Industri Indonesia.
- Wiwik Wahyuni, eks Senior Director Human Capital di PT Danantara Asset Management.
- Johanes Barus, yang membawa pengalaman sebagai Direktur Manajemen Risiko di PT Petrokimia Gresik.
- Evita Barliana, yang memiliki pengalaman di sektor syariah sebagai Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia.
- Gatot Prasetyo, profesional IT yang sebelumnya menjabat sebagai SVP IT Application Support Group Head di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Kehadiran wajah-wajah baru ini diharapkan dapat membawa energi segar dalam mengimplementasikan strategi Beyond Mortgage. Strategi ini bertujuan untuk memperluas hubungan dengan nasabah melalui berbagai kebutuhan finansial di luar pembiayaan perumahan, sehingga menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi bisnis consumer banking perusahaan.
Kinerja Perusahaan yang Tetap Solid
Langkah perombakan ini dilakukan di tengah kondisi keuangan bank tabungan negara yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data hingga Juni 2026, aset BTN tercatat mencapai Rp545,16 triliun, tumbuh sebesar 12,41 persen secara tahunan. Selain itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga mengalami kenaikan sebesar 11,17 persen menjadi Rp418,11 triliun. Pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp1,1 triliun di awal tahun 2026 juga menjadi modal kuat bagi manajemen baru untuk mengeksekusi rencana transformasi mereka.
Dengan penguatan manajemen ini, BTN optimis dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pemegang saham dan nasabah, serta memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar di sektor pembiayaan perumahan dan perbankan konsumer di Indonesia.



Post Comment