Latihan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan siswa untuk membiasakan diri menghadapi soal berbasis literasi dan numerasi. Berbeda dengan soal yang hanya menguji kemampuan menghafal materi, soal AKM lebih banyak mengajak siswa memahami informasi, menggunakan penalaran, menganalisis data, dan mengambil kesimpulan.
Karena itu, latihan soal AKM sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah soal yang dikerjakan. Siswa juga perlu memahami pembahasan dan alasan mengapa suatu jawaban dianggap tepat. Dengan begitu, latihan dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir sekaligus memperbaiki kesalahan.
Artikel ini membahas pengertian AKM, jenis kompetensi yang diukur, contoh latihan soal, hingga pembahasan secara detail yang dapat digunakan sebagai bahan belajar.
Apa Itu Asesmen Kompetensi Minimum?
Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang dirancang untuk mengukur kompetensi dasar peserta didik dalam literasi membaca dan numerasi.
Literasi membaca berkaitan dengan kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai informasi yang terdapat dalam teks. Sementara itu, numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan permasalahan dalam berbagai konteks.
Artinya, soal AKM tidak selalu berbentuk pertanyaan matematika atau bacaan sederhana. Siswa dapat diberikan teks, tabel, grafik, ilustrasi, atau situasi tertentu yang membutuhkan penalaran sebelum menentukan jawaban.
Mengapa Perlu Latihan Soal AKM?
Latihan soal sangat penting karena karakteristik soal AKM berbeda dengan soal hafalan biasa. Siswa perlu terbiasa membaca informasi secara teliti dan menentukan informasi mana yang relevan.
Dengan latihan rutin, siswa dapat belajar mengenali pola pertanyaan dan mengembangkan strategi penyelesaian.
Selain itu, pembahasan detail membantu siswa mengetahui kesalahan dalam proses berpikir. Jika hanya melihat kunci jawaban, siswa mungkin mengetahui jawaban yang benar tetapi belum memahami alasannya.
Oleh karena itu, setiap latihan sebaiknya diikuti dengan kegiatan mengevaluasi jawaban.
Contoh Latihan Soal AKM Literasi
Bacalah teks berikut!
Sebuah sekolah melakukan program pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Siswa dianjurkan membawa botol minum dan tempat makan dari rumah. Setelah tiga bulan, jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah mengalami penurunan. Namun, sebagian siswa masih menggunakan botol plastik sekali pakai karena dianggap lebih praktis.
Pertanyaan:
Berdasarkan teks tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah ….
A. Program sekolah tidak memberikan manfaat.
B. Semua siswa sudah berhenti menggunakan plastik sekali pakai.
C. Program pengurangan plastik memberikan dampak, tetapi masih memerlukan dukungan dari seluruh siswa.
D. Penggunaan botol plastik tidak berpengaruh terhadap jumlah sampah.
Jawaban: C
Pembahasan
Jawaban C paling tepat karena teks menyebutkan bahwa jumlah sampah plastik mengalami penurunan setelah program dilakukan. Namun, masih ada siswa yang menggunakan botol plastik sekali pakai.
Artinya, program tersebut memberikan dampak positif, tetapi penerapannya belum sepenuhnya dilakukan oleh semua siswa.
Pilihan A salah karena program justru menunjukkan adanya penurunan sampah. Pilihan B salah karena teks menyatakan masih ada siswa yang menggunakan botol plastik. Pilihan D juga tidak sesuai karena perubahan jumlah sampah menunjukkan adanya hubungan dengan penggunaan plastik.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa soal literasi AKM membutuhkan kemampuan memahami informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan teks.
Contoh Latihan Soal AKM Numerasi
Perhatikan data berikut:
Sebuah kantin sekolah menjual 80 botol minuman dalam satu hari. Pada hari berikutnya, penjualan meningkat sebesar 25%.
Pertanyaan:
Berapa jumlah botol minuman yang terjual pada hari berikutnya?
A. 90 botol
B. 95 botol
C. 100 botol
D. 105 botol
Jawaban: C
Pembahasan Detail
Jumlah awal adalah 80 botol.
Kenaikan penjualan adalah 25%.
Hitung terlebih dahulu nilai kenaikannya:
25% × 80 = 20
Kemudian tambahkan kenaikan tersebut dengan jumlah awal:
80 + 20 = 100
Jadi, jumlah botol yang terjual pada hari berikutnya adalah 100 botol.
Jawaban yang benar adalah C.
Soal tersebut tidak hanya menguji kemampuan menghitung persentase. Siswa juga harus memahami informasi dalam soal dan menerjemahkannya ke dalam perhitungan.
Karakteristik Soal AKM
Agar lebih siap mengerjakan latihan soal AKM, siswa perlu memahami beberapa karakteristiknya.
1. Menggunakan Stimulus
Soal AKM sering menggunakan stimulus berupa teks, tabel, grafik, gambar, atau informasi lainnya. Stimulus menjadi dasar bagi siswa untuk menjawab pertanyaan.
2. Membutuhkan Penalaran
Siswa tidak cukup hanya menghafal rumus atau definisi. Informasi harus dipahami dan digunakan untuk memperoleh jawaban.
3. Menggunakan Berbagai Konteks
Permasalahan dapat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan, sosial, sains, ekonomi, maupun situasi lainnya.
4. Memiliki Berbagai Bentuk Soal
Latihan AKM dapat menggunakan pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian, maupun bentuk soal lainnya sesuai rancangan asesmen.
Strategi Mengerjakan Soal AKM
Salah satu strategi penting adalah membaca stimulus dengan teliti. Jangan langsung melihat pilihan jawaban sebelum memahami informasi yang diberikan.
Selanjutnya, tentukan inti permasalahan. Tanyakan kepada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin diketahui dari soal tersebut.
Jika terdapat data berupa angka, tabel, atau grafik, perhatikan hubungan antar informasi. Jangan langsung menggunakan semua angka yang tersedia karena tidak semuanya selalu diperlukan.
Untuk soal literasi, cari informasi utama, hubungan sebab-akibat, ide pokok, fakta, dan kesimpulan yang dapat didukung oleh teks.
Untuk soal numerasi, tentukan konsep matematika yang sesuai sebelum melakukan perhitungan.
Cara Belajar AKM agar Lebih Efektif
Latihan soal AKM sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan lebih rendah, kemudian lanjutkan ke soal yang membutuhkan analisis lebih kompleks.
Setelah selesai mengerjakan, periksa setiap jawaban. Jika salah, jangan hanya mencatat jawaban yang benar. Pahami alasan kesalahan tersebut.
Misalnya, jika salah karena tidak memahami grafik, pelajari kembali cara membaca grafik. Jika salah menghitung persentase, ulangi konsep persentase dan kerjakan soal serupa.
Cara tersebut membuat latihan menjadi proses belajar, bukan sekadar kegiatan mencari nilai.
Tips Menghadapi Soal AKM yang Panjang
Soal AKM terkadang memiliki stimulus yang cukup panjang. Hal ini tidak berarti semua informasi harus dihafalkan.
Baca teks secara perlahan dan cari informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Jika terdapat data penting, catat atau tandai bagian tersebut.
Jangan panik ketika melihat soal yang panjang. Pecah permasalahan menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipahami.
Jika menemukan soal yang sulit, lanjutkan ke soal berikutnya terlebih dahulu apabila kondisi ujian memungkinkan. Setelah itu, kembali ke soal yang belum selesai.
Manfaat Mempelajari Pembahasan Detail
Pembahasan merupakan bagian penting dalam latihan soal AKM. Dengan pembahasan, siswa dapat memahami proses mendapatkan jawaban.
Pembahasan juga dapat menunjukkan cara berpikir yang lebih sistematis. Hal ini sangat berguna karena satu soal dapat menguji beberapa kemampuan sekaligus.
Guru dapat menggunakan pembahasan sebagai bahan diskusi di kelas, sedangkan siswa dapat menggunakannya untuk belajar mandiri.
Kesimpulan
Latihan soal Asesmen Kompetensi Minimum lengkap pembahasan detail dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi soal literasi dan numerasi. AKM tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menganalisis data, menggunakan konsep, dan menarik kesimpulan.
Agar latihan memberikan hasil maksimal, siswa sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah soal yang dikerjakan. Pahami setiap pembahasan, evaluasi kesalahan, dan ulangi materi yang masih sulit.
Dengan latihan yang rutin dan strategi yang tepat, siswa dapat semakin terbiasa menghadapi soal berbasis stimulus serta mengembangkan kemampuan berpikir yang dibutuhkan dalam berbagai situasi pembelajaran.
Penulis: Shofiya M.P
Post Comment