Sekolapedia – 22 September 2026 | Dunia musik internasional tengah diguncang polemik besar menyusul pernyataan terbaru sang bintang pop asal Inggris. Dalam penampilannya di Lincoln Financial Field, Ed Sheeran bahas Gaza di konser Philadelphia setelah Macklemore dicoret dan musisi mundur, sebuah momen yang penuh ketegangan emosional di hadapan puluhan ribu penggemar. Langkah ini diambil setelah rangkaian tur ‘Loop’ miliknya mengalami guncangan hebat akibat keputusan pencoretan rapper Macklemore dari daftar penampil pembuka.
Ketegangan ini bermula pada 5 September lalu saat Macklemore menyuarakan dukungan ‘Free Palestine’ di sebuah konser di New Jersey. Tak lama berselang, ia dinyatakan keluar dari tur Ed Sheeran. Meski Sheeran membantah keterlibatan langsung dalam keputusan tersebut, isu ini berkembang menjadi skandal besar yang melibatkan tekanan dari pemilik stadion, Robert Kraft. Akibatnya, Ed Sheeran bahas Gaza di konser Philadelphia setelah Macklemore dicoret dan musisi mundur sebagai bentuk respons terhadap krisis kepercayaan yang melanda tim turnya.
Keputusan pencoretan Macklemore memicu efek domino di industri musik. Sebagai bentuk solidaritas terhadap isu kemanusiaan di Palestina, sejumlah musisi pendukung memilih untuk mengundurkan diri secara massal. Beberapa nama besar yang tercatat mundur antara lain Finneas (produser sekaligus kakak Billie Eilish), Lukas Graham dari Denmark, serta Aaron Rowe dari Irlandia. Fenomena ini membuat Ed Sheeran harus tampil solo tanpa penampil pembuka dalam beberapa jadwal konsernya, yang juga menyebabkan waktu mulai pertunjukan sempat tertunda selama dua setengah jam.
Saat akhirnya berdiri di atas panggung Philadelphia pada Sabtu malam (19/9/2026), Ed Sheeran mencoba memberikan klarifikasi. Ia menggambarkan situasi di Gaza sebagai sesuatu yang ‘katastropik, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional’. Ia juga mengungkapkan rasa hancur melihat hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak di wilayah tersebut. Namun, penyebutan peristiwa 7 Oktober sebagai kejadian mengerikan yang menambah penderitaan warga Yahudi juga disampaikan, yang kemudian memicu perdebatan mengenai netralitas pernyataannya.
| Aspek Kontroversi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Pemicu Utama | Pencoretan Macklemore usai meneriakkan ‘Free Palestine’ |
| Dampak Tur | Mundurnya Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe |
| Pernyataan Sheeran | Menyebut Gaza sebagai ‘ketidakadilan sistemik’ dan ‘katastropik’ |
| Kritik Publik | Pemilihan kata yang dianggap terlalu netral dan tidak menyebut ‘genosida’ |
Meskipun Ed Sheeran menegaskan bahwa ia tidak berniat menjadi musisi aktivis dan ingin konsernya tetap menjadi ‘ruang aman’ bagi semua orang, publik tetap melontarkan kritik tajam. Banyak pihak menuding bahwa pernyataan tersebut tidak tulus karena ia tampak membaca teleprompter. Selain itu, kritik juga mengarah pada absennya permintaan maaf secara terbuka kepada Macklemore, serta tidak adanya ajakan donasi konkret bagi korban di Gaza. Hal ini membuat momentum di mana Ed Sheeran bahas Gaza di konser Philadelphia setelah Macklemore dicoret dan musisi mundur justru semakin memperkeruh suasana di media sosial.
Situasi di luar stadion Lincoln Financial Field pun tidak kalah tegang. Sekitar 50 demonstran pro-Palestina berkumpul dengan membawa bendera dan meneriakkan seruan kebebasan bagi Palestina sebelum konser dimulai. Di sisi lain, sebagian penonton tetap hadir dengan harapan dapat menikmati musik tanpa terganggu oleh narasi politik yang kompleks.
Kini, posisi Ed Sheeran berada di persimpangan jalan antara menjaga profesionalisme tur musiknya dan menghadapi tuntutan moral dari komunitas global. Fenomena di mana Ed Sheeran bahas Gaza di konser Philadelphia setelah Macklemore dicoret dan musisi mundur telah menjadi pelajaran penting bagi industri hiburan mengenai bagaimana isu politik global dapat dengan cepat merambah dan mengubah dinamika sebuah tur konser skala besar.
Secara keseluruhan, klarifikasi Sheeran di Philadelphia merupakan upaya untuk meredam kemarahan publik, namun pemilihan kata dan langkah strategis yang diambil sebelumnya justru menciptakan celah kritik baru. Hingga saat ini, belum ada musisi pengganti resmi yang diumumkan untuk mengisi kekosongan posisi penampil pembuka dalam rangkaian tur selanjutnya.



Post Comment