Kontroversi Nama ‘New America’: Donald Trump Picu Ketegangan Diplomatik dan Penolakan Keras dari New Mexico

Kontroversi Nama 'New America': Donald Trump Picu Ketegangan Diplomatik dan Penolakan Keras dari New Mexico

Sekolapedia – 09 September 2026 | Dunia politik Amerika Serikat kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial dari Presiden Donald Trump. Kabar mengenai Trump mau ubah nama negara bagian New Mexico jadi New America [titlebase] telah memicu gelombang reaksi keras, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari negara-negara tetangga. Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump secara terang-terangan mempromosikan gagasan untuk menghapus identitas historis New Mexico dan menggantinya dengan nama yang ia anggap lebih ‘bergengsi’.

Usulan ini bukan sekadar wacana biasa. Trump mengunggah sejumlah gambar, termasuk hasil kreasi kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya sedang memasang papan bertuliskan “New America” di atas papan selamat datang “Welcome to New Mexico”. Dalam salah satu unggahannya, Trump menyatakan bahwa New Mexico adalah salah satu negara bagian dengan catatan kecurangan pemilu yang besar, sehingga menurutnya, perubahan nama menjadi New America adalah langkah yang tepat. Namun, ambisi Trump mau ubah nama negara bagian New Mexico jadi New America [titlebase] ini justru memicu kemarahan para pemimpin politik lokal.

Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham, dengan tegas menolak gagasan tersebut. Ia menekankan bahwa identitas New Mexico telah ada jauh sebelum Amerika Serikat terbentuk sebagai sebuah negara. “Ketika Gedung Putih membuang waktu dengan mencoret-coret peta, Nuevo Mexico justru sibuk menjalankan tugasnya,” tulis Lujan Grisham melalui akun X miliknya, merujuk pada akar budaya Spanyol yang kuat di wilayah tersebut. Penolakan ini juga datang dari berbagai lini politik; mulai dari calon gubernur Deb Haaland, Senator Martin Heinrich, hingga Ben Ray Lujan, yang semuanya sepakat bahwa nama New Mexico adalah harga mati yang tidak bisa dinegosiasikan.

Secara hukum, langkah yang diusulkan Trump sangat sulit untuk diwujudkan. Pemerintah federal Amerika Serikat tidak memiliki otoritas tunggal untuk mengubah nama sebuah negara bagian secara sepihak. Perubahan nama tersebut memerlukan proses konstitusional yang melibatkan legislatif di tingkat negara bagian itu sendiri. Oleh karena itu, upaya Trump mau ubah nama negara bagian New Mexico jadi New America [titlebase] dianggap sebagai tindakan yang tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

Ketegangan ini semakin memuncak ketika Trump juga mengunggah peta yang sangat provokatif. Peta tersebut menampilkan motif bendera Amerika Serikat yang menyelimuti wilayah luas, mencakup Kanada, Meksiko, sebagian Amerika Tengah, Greenland, Islandia, hingga pulau-pulau di Karibia seperti Kuba dan Jamaika. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ambisi ekspansionis yang ingin mengambil alih wilayah di luar perbatasan AS. Berikut adalah daftar beberapa perubahan nama yang juga sedang didorong oleh Trump:

  • Teluk Meksiko: Diusulkan menjadi Teluk Amerika.
  • Danau Ontario: Telah ditandatangani perintah eksekutif untuk diubah menjadi Danau Amerika.
  • New Mexico: Diusulkan menjadi New America.

Reaksi internasional pun tidak kalah panas. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi peta yang menampilkan wilayah Meksiko di bawah motif bendera AS. Ia menegaskan bahwa Meksiko adalah negara yang merdeka, berdaulat, dan tidak akan pernah menjadi koloni atau wilayah protektorat dari negara mana pun. Ketegangan ini terjadi di tengah situasi hubungan dagang dan keamanan yang sudah cukup panas antara Washington dan Meksiko.

Fenomena Trump mau ubah nama negara bagian New Mexico jadi New America [titlebase] ini mencerminkan pola komunikasi politik yang agresif dan penuh provokasi. Meskipun gagasan ini mungkin bertujuan untuk menarik simpati basis pendukungnya, dampak geopolitik yang ditimbulkan justru memperlebar jarak diplomasi dengan negara-negara tetangga serta menciptakan perpecahan internal di dalam negeri Amerika Serikat sendiri.

Sebagai kesimpulan, usulan perubahan nama New Mexico menjadi New America merupakan langkah yang secara konstitusional tidak memiliki dasar kuat dan menghadapi penolakan masif dari berbagai pihak. Selain masalah identitas lokal, wacana ini juga memperkeruh hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan negara-negara Amerika Utara lainnya, menciptakan ketidakpastian dalam stabilitas kawasan.

Post Comment