Kisah Pilu Faturohman: Pelajar yang Diculik dan Dipaksa Mengaku Provokator, Anies Baswedan Datang Beri Dukungan

Kisah Pilu Faturohman: Pelajar yang Diculik dan Dipaksa Mengaku Provokator, Anies Baswedan Datang Beri Dukungan

Sekolapedia – 02 September 2026 | Kabar haru sekaligus memprihatinkan datang dari RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Dalam sebuah momen yang menyentuh hati, Anies Baswedan temui Fatur, pelajar yang dianiaya hingga luka saat demo yang terjadi di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, pada akhir Agustus lalu. Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada Faturohman, seorang siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Jamiat Kheir yang menjadi korban kekerasan dalam kericuhan pasca-aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR.

Kejadian yang menimpa Fatur bukanlah sebuah aksi demonstrasi yang direncanakan. Pemuda berusia 18 tahun ini mengaku berada di rumah dan hanya berdiri di depan gang dekat kediamannya saat situasi mulai tidak terkendali. Namun, situasi berubah mencekam ketika sekelompok orang tak dikenal masuk ke gang tersebut. Fatur menceritakan pengalamannya yang traumatis saat dirinya didorong hingga jatuh, kemudian ditarik secara paksa oleh sejumlah oknum yang ia sebut sebagai intel.

Tidak hanya mengalami kekerasan fisik, Fatur juga mengalami intimidasi mental yang berat. Ia mengaku dibawa ke kawasan Gedung DPR hingga ke Polda Metro Jaya, di mana ia dipaksa untuk mengakui dirinya sebagai seorang provokator dalam aksi tersebut. Pengakuan paksaan ini menambah luka batin bagi korban yang sebenarnya tidak memiliki keterlibatan sama sekali dalam aksi massa tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam mengenai bagaimana warga sipil yang tidak bersalah bisa terjebak dalam situasi kericuhan.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin malam (31/8/2026), Anies Baswedan temui Fatur, pelajar yang dianiaya hingga luka saat demo tersebut untuk melihat langsung kondisi kesehatannya. Meski waktu pertemuan hanya berlangsung sekitar 10 menit karena jadwal yang padat, Anies sempat memberikan pesan-pesan penguatan kepada Fatur. Anies berharap agar Fatur tetap semangat menghadapi cobaan ini, segera pulih dari luka-lukanya, dan dapat kembali melanjutkan pendidikannya di MA Jamiat Kheir.

Baca juga:
Polemik Isu Percepatan Pemilu: Pakar Intelijen Soroti Pernyataan Budi Arie, Sinyal atau Instruksi?

Ahmad Fahmi, selaku guru sekaligus juru bicara keluarga, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tokoh nasional tersebut. Menurutnya, kehadiran Anies memberikan energi positif bagi keluarga Fatur. “Alhamdulillah, berarti itu rezekinya Fatur, rezeki anak saleh didatangi tokoh nasional. Bahkan Pak Anies Baswedan bukan hanya tokoh nasional, melainkan tokoh internasional,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan kepada media.

Kasus ini memicu diskusi publik mengenai keamanan warga sipil di tengah situasi demonstrasi yang memanas. Berikut adalah ringkasan kronologi kejadian yang dialami oleh Fatur:

Baca juga:
Bahaya Nyata di Balik Langit Gelap: Dari Tragedi Gunung Etna hingga Ancaman Badai di Sumatera Utara
  • Lokasi Kejadian: Gang dekat rumah korban di kawasan Pejompongan, Tanah Abang.
  • Awal Kejadian: Sejumlah orang masuk ke gang dan melakukan tindakan anarkis.
  • Tindakan Kekerasan: Korban didorong hingga jatuh dan ditarik secara paksa oleh oknum tertentu.
  • Intimidasi: Korban dibawa ke area DPR dan Polda Metro Jaya serta dipaksa mengakui peran sebagai provokator.
  • Kondisi Terakhir: Korban menjalani perawatan medis di RSUD Tarakan.

Momen ketika Anies Baswedan temui Fatur, pelajar yang dianiaya hingga luka saat demo ini menjadi simbol solidaritas terhadap korban kekerasan yang tidak bersalah. Masyarakat berharap agar kasus intimidasi dan pemaksaan pengakuan terhadap pelajar seperti Fatur dapat diusut tuntas agar tidak ada lagi warga sipil yang menjadi korban salah sasaran dalam dinamika politik dan aksi massa di masa mendatang.

Kini, fokus utama adalah pemulihan fisik dan mental Fatur agar ia dapat kembali menjalani kehidupan normal sebagai pelajar. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, diharapkan dapat membantu proses rehabilitasi psikologis korban yang telah mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Baca juga:
AI Guncang Industri Media: 30 Pekerjaan Dipangkas di Sydney Morning Herald dan The Age, Ancaman Serius bagi Jurnalisme di Era Digital

Post Comment